
Di Ruang Dekan..
“apa ini?”, tanya Pak Dekan.
“Ini hasil debat baru keliar kemarin malam, debat yang di ikuti perwakilan dari mahasiswa kita waktu itu”, Jawab Rio sambil menunjukan print out hasil penilaian debat dari dewan juri.
“iya.. tapi apa maksud kamu menunjukan ini dengan saya? Saya sudah tahu dari kemarin hasil penilaian itu dan hasilnya perwakilan kita tidak menang”, balas Pak Dekan.
“iya memang kita tidak menang, tapi bapak harus lihat ini”, ujar Rio sambil menunjukan dengan jari nya.
“Lisa? Dia mendapat penghargaan juga?”. Tanya Pak Dekan yang baru meyadari bahwa ada nama Lisa di hasil penilaian itu.
“iya, Lisa mendapatkan penghargaan sebagai BEST LEADER”, terang Rio menjelaskan.
“hmmm.. baiklah saya ikut bangga dengan prestasi individu yang ia peroleh, tapi apa maksud kamu menunjukan ini dengan saya?”, Pak Dekan bertanya.
“saya ingin bapak mengetahui juga kalau Lisa bukan Mahasiswi yang seperti bapak pikirkan, ia mahasiswi yang berprestasi, saya harap bapak tidak mempermasalahkan kasus nya lagi”, balas Rio dengan suara yang tegas.
“kamu....”, ujar Pak Dekan sambil terkejut mendengar perkataan Rio, belum selesai Pak Dekan berbicara Rio kembali berujar.
“saya...menjamin mereka atas nama Wakil Dekan II, bahwa saya berani menjamin bahwa mereka tidak bersalah dan adapun peristiwa itu saya akan mencari tahu kebenarannya lagi dan membuktikan ucapan saya ini”, ucap Rio panjang Lebar.
Pak Dekan terdiam sejenak, ia tak pernah melihat Wakil nya itu membela mahasiswa sampai sedemikian rupa, “ya sudah... saya percaya dengan kamu”, ucap Pak Dekan singkat.
...........
Setelah berpapasan degan Rio, Ziko dan Lisa melaanjutkan percakapan mereka sambil menuju masuk kedalam ruangan kelas, sesampainya ke dalam kelas, suasana yang ramai mendadak diam karena tatapan semua mata tertuju kepada mereka.
Menyadari itu Ziko di luat dugaan bereaksi, “ayo ... kenapa diem? Lanjutin... ngomong depan muka gue kalo kalian semua berani.. jangan berani nya Cuma di belakang gue!!”, tantang Ziko.
“sudah Ziko... aku nggak suka kamu kek gini... nggak usah nyari ribut!!”, ucap Lisa menenangkan Ziko.
Suasana hampir memanas, namun ditengah suasana panas itu terdengar suara dari depan pintu kelas.
__ADS_1
“cukup.. Ziko... Lisa... kalian ikut ke ruangan saya sekarang..”, ucap Rio yang berdiri di depan pintu kemudian memerintahkan mereka untuk ke ruangannya.
Ziko dan Lisa pun berjalan mengekor di belakang langkah kaki Rio, Ziko dan Lisa hanya diam tidak ada yang berani bicara.
Sampai lah mereka di ruangan wakil dekan II, “Duduk”, ucap Rio singkat sambil meminum kopi hangat nya, lalu menyuruh mereka duduk di Sofa tamu.
“kalian tau kenapa kalian bapak panggil ke ruangan ini?”, tanya Rio.
“masalah foto kami kan pak?”, jawab Ziko.
“iya, tapi kalian jangan khawatir, saya telah menjadi jaminan untuk kalian”, ujar Rio.
“maksud bapak?”, tanya Ziko
“kejadian kemarin jangan terlalu kalian pikirkan karena pihak kampus sudah tidak mempermasalahkannya dan kamu Lisa bapak ucapkan selamat”, ujar Rio.
“ha? Selamat untuk apa pak?”, tanya Lisa yang tidak mengerti.
“selamat kamu terpilih menjadi Best Leader di ajang debat kemarin. Jadi jangan bersedih lagi”, ucap Rio sambi tersenyum kepada Lisa.
Rio tidak menjawab dan mengalihkan pembicaraan,
“cukup itu saja yang ingin bapak sampaikan, kalian silahkan kembali ke kelas dan jangan terpancing dengan provokasi, saya sebagai jaminan kalian kepada pihak kampus jadi jangan kecewakan saya.”, ucap Rio dengan tegas.
“terimakasih pak”, jawab Ziko dengan Lisa berbarengan.
Ziko dan Lisa pun berdiri dari sofa yang mereka duduki, namun... tanpa sengaja Lisa menyenggol gelas yang berisi kopi panas milik Rio dan...... “arrrghhhh... “, teriak Rio reflek dengan raut muka kesal dan marah karena kakinya kepanasan tersiram air Kopi yang sangat panas karena kopi itu baru dibuat.
“maaf pak... maaf..... Lisa nggak sengaja”, ucap Lisa sambil langsung berjongkok mengelap kaki dan sepatu Rio dengan mengggunakan pakaiannya.
“sudah.. hentikan”, kata Rio dengan nada kesal.
Rio langsung berdiri dan membuka sepatunya kemudian berkata dengan muka yang seram,
__ADS_1
“buang saja”, ucap Rio sambil membuang sepatu nya ke tong sampah dengan suasana hati yang kesal dan berjalan menuju WC.
Lisa pun hanya terdiam sambil meihat ke arah tong sampah tempat Rio membuang sepatunya,
sedangkan Ziko tidak bisa berkata apa-apa lagi atas kecerobohan Lisa ini.
................
Malam hari nya ..
Terlihat Ruangan Kerja Rio lampu nya masih hidup.
“belum pulang pak?”, sapa petugas kebesihan kampus menghampiri Rio.
“lembur....”, balas Rio sambil tersenyum.
“saya pulang duluan kalau begitu”, ucap petugas itu sambil pamit meninggalkan Rio.
Petugas itu pun telah meninggalkan ruangan. Tak lama dari itu, Rio mengeluarkan sebuah flash disk dan mencolokannya di laptop. Ia pun membuka sebuah file yang ternyata file itu merupakan video CCTV kampus.
Ternyata Rio sedang berusaha mengecek satu persatu rekaman peristiwa dari waktu ke waktu untuk mencari tau siapa orang yang menempelkan foto-foto Lisa dengan Ziko di papan pengumuman kampus.
Dengan seksama ia melihat rekaman video CCTV. Keadaan semakin larut malam, sudah 2 jam Rio menonton rekaman CCTV dan akhirnya mata Rio kembali terbuka lebar ketika ia melihat rekaman video CCTV yang menunjukan pukul 03.00 dinihari, di video itu terlihat seorang yang ia kenal!! ternyata dia lah pelaku yang menempelkan foto-foto Lisa dengan Ziko!!
.
.
.
BERSAMBUNG...
#terimakasih telah membaca 🤗#
__ADS_1
#mohon dukungan like dan vote nya ya biar mimin semangat lagi upload nya atau kasih komentar untuk masukan supaya mimin lebih baik lagi kedepannya ☺#