TERPIKAT DOSEN KU

TERPIKAT DOSEN KU
RAHASIA


__ADS_3

“Foto itu apa benar itu kamu dan Ziko?”, tanya Rio.


“Iya pak..... itu memang Lisa dengan Ziko tapi kami tidak melakukan apa-apa, kami tidak bercium.....”, belum selesai Lisa berbicara, Rio langsung memotong.


“cukup sampai disitu tidak usah diteruskan, saya percaya”, ujar Rio singkat.


“saya percaya karena taman ini bukan lah tempat untuk berbohong", ucap Rio sambil menghirup udara yang sejuk dengan wajah yang tersenyum.


Lisa yang melihat Rio menjadi tenang hati nya, berbeda sekali dengan sebelum kedatangan Rio, sekarang seolah Lisa mendapatkan ketenangan jiwa sebab walau semua orang julid dengan nya tapi yang penting Pak Rio percaya dengannya, entah kenapa itu saja sudah cukup untuk Lisa sekarang.


"bapak kenapa bisa tau kalau Lisa di sini?", tanya Lisa.


"iya tau lah kamu kan memang kalau lagi sedih kesini", jawab Rio.


Lisa pun terkejut karena tidak menyangka kalau Pak Rio masih mengingat perkataannya saat itu.


Melihat Lisa yang masih terdiam, Rio pun merogoh sesuatu dari dalam jas yang ia kenakan. "ini ambilah", ucap Rio sambil memberikan sesuatu.


"cokelat?, tanya Lisa sambil memegang cokelat pemberian Rio.


"makanlah, menurut penelitian cokelat itu bisa menaikan mood”, ucap Rio dengan santai.


Te... terimakasih pak”, balas Lisa sambil membuka bungkus cokelat pemberian Rio.


Rio dan Lisa sama-sama diam menikmati suasana dan udara yang sejuk di taman itu.


Lisa yang tengah menikmati pemandangan sambil memakan cokelat dan benar saja seperti yang dikatakan Rio tadi Mod Lisa menjadi baikan setelah memakan cokelat pemberian Rio.


Di sela-sela keheningan mereka Rio kembali berujar,


“Lisa... besok kita harus selesaikan masalah ini di kampus termasuk Ziko. Kamu siap?”, tanya Rio.


“ia pak, Lisa siap”, jawab Lisa dengan cepat karena Lisa sekarang hati dan pikirannya sudah tenang berkat kehadiran Rio.

__ADS_1


“baguslah”, balas Rio pendek....


Kondisi langit mulai menguning, matahari sudah mulai turun dari tahtanya menghiasi suasana taman sore itu.


melihat itu Rio kembali mengucapkan sesuatu, “kamu lihatah ke depan, matahari akan segera terbenam, kata salah satu orang yang ku kenal jika kamu memohon pada saat matahari terbenam maka permohonan mu kelak akan dikabulkan.” Ucap Rio sambil memejakan matanya dan memohon dalam hatinya.


Lisa pun hanya memandangi Rio, kemudian Lisa juga menuruti apa yang di katakan Rio dan ikut juga memejamkan matanya dan memohon.


Detik demi detik berlalu, mereka pun membuka mata secara bersamaan, lau ketika mereka membuka mata, matahari telah terbenam dan suasana malam pun membersamai mereka.


“kamu.... apa yang kamu minta”, tanya Rio ke Lisa.


“hmmm.... kalau bapak sendiri apa yang bapak minta?”, tanya balik Lisa ke Rio.


Rio mendadak kehabisan kata untuk membalas pertanyaan Lisa itu, Rio hanya memejamkan matanya menarik dan menghebuskan udara dari mulutnya, “hmmmmm ayo kita pulang sekarang. Sudah malam.”, ucap Rio sambil membuka matanya.


.................


Di suatu ruangan yang belum diketahui.


“wihhh mantep nih, aku itung dulu ya”, balas pria berkacamata itu sambil menghitung uang.


“iya, itu untuk kamu karena pekerjaan kamu kemarin lumayan memuaskan”, ujar orang itu.


“hahaha... saya kan sudah pernah bilang ke kamu kalau saya ini bukan orang amatir”, jawab pria berkacamata itu.


“iya... iya... saya akui itu. nanti saya akan menghubungi kamu lagi untuk melakukan pekerjaan yang lebih daripada ini”, ucap orang itu.


“kapan pun mau mu aku siap. Kapan itu?”, tanya pria berkacamata itu.


“belum saatnya”, tukas orang itu sambil tersenyum.


............................

__ADS_1


Keesokan hari nya di kampus.


Ziko berlari tergesa-gesa karena ia melihat Lisa di koridor kampus, Ziko mengejar Lisa dan bisa menyusul Lisa, Ziko pun langsung berucap, “Lisa apa kamu baik-baik saja, aku sudah tau permasalahan kemarin dari Glen tapi... maaf aku tidak ada saat kamu kesulitan karena kemarin aku nemenin nenek ku berobat.”, ucap Ziko dengan nafas yang tersengal-sengal karena ia habis berlari kencang.


“biasa aja, kamu nggak usah khawatir, aku biasa-biasa aja kok” jawab Lisa dengan raut muka yang santai.


Ziko pun melihat raut muka dan aura Lisa hari ini pun bertanya-tanya, sebab Glen kemarin berbicara seolah-olah Lisa sedih dan kesulitan tapi penampilan Lisa hari ini malah sebaliknya, Lisa terlihat cerah dan tenang.


Wajar saja Ziko heran, sebab memang Lisa yang kemarin dengan Lisa pagi ini sangat berbeda berkat kehadiran Pak Rio di taman kemarin yang membuat Lisa menjadi tenang.


Ziko dan Lisa pun berjalan santai di koridor kampus, Ziko menyadari bahwa mahasiswa lain melihati mereka yang berjalan berdua dan terlihat juga ada dua orang yang membicarakan mereka tapi Ziko tak terlalu bisa mendengarkan perkataan mereka dengan jelas.


Ziko pun menghampiri mereka, “maksud kalian apa ngomongin kami?”, tanya Ziko dengan sedikit emosi.


“Sudah lah Ziko”, ucap Lisa menghentikan Ziko.


“aku kesel Lisa, karena mereka ngomongin hal yang padahal mereka sendiri tidak tau apa-apa”, balas Ziko.


“ya sudah, sudah terjadi, yang penting kita memang tidak salah, sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana penjelasan kita nanti kepada pihak kampus”, ujar Lisa.


Di tengah Ziko dan Lisa yang sedang berbicara, tiba-tiba Rio sudah berjalan melewati berdua, Lisa pun tidak menyadari kalau sekarang Rio sudah melewat mereka.


Hati Lisa entah kenapa menjadi tidak mau kalu Rio melihatnya berdekatan dengan Pria lain, Lisa mendadak pergi meninggalkan Ziko karena tidak mau kalau Rio berpikiran ia dekat dengan seorang Pria.


“Lisa..... kamu kenapa bisa salah tingkah gini!!!” teriak Lisa dalam hatinya.


.


.


.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


#Terimakasih telah membaca 🤗. sampai ketemu lagi di chapter berikutnya ya#


__ADS_2