
Setelah berhasil menemukan dan menyelamatkan Lisa dari sebuah rumah kosong, Rio sekarang sudah bersama Lisa di dalam mobil yang sedang berjalan menuju rumah Lisa.
Sepanjang perjalan, Rio sesekali sering melihat Lisa dari kaca Spion dalam mobil, terlihat oleh Rio kondisi Lisa yang sedang tertidur dengan posisi berbaring di kursi tengah.
Saat sedang memperhatikan Lisa, tiba-tiba mata Lisa terbuka dan memergoki Rio yang memperhatikannya dari kaca Spion dalam mobil, mata mereka pun bertemu...
Rio yang tahu bahwa Lisa melihat balik ke arahnya langsung bergegas memalingkan mata nya ke depan sambil pura-pura serius menyetir.
Mengetahui tindak-tanduk Rio yang gelagapan itu menbuat Lisa terseyum dan tertawa kecil.
Mendengar Lisa yang tertawa kecil itu membuat Rio bertanya heran, “kamu... kenapa tertawa”, tanya Rio.
Lisa pun tersenyum dan menjawab, “tidak apa-apa pak.... terimakasih”, ucap Lisa dengan tersenyum.
“ah?... ha?... ii... iya.... tapi untuk apa?, balas Rio sambil terbata-bata sebab Rio yang mendengar suara serta melihat Lisa tersenyum mendadak membuat jantung Rio langsung berdegup kencang,
Rio langsung terpukau melihat senyuman Lisa yang begitu lembut sampai-sampai nada bicara Rio menjadi sedikit berantakan karena salah tingkah.
“karena bapak telah menolong Lisa”, ucap Lisa sambil melihat ke arah Rio.
“oh itu... kamu tidak perlu berterimakasih, karena.... saya hanya kebetulan saja lewat di rumah kosong itu”, jawab Rio dengan ekspresi yang dingin.
Mendengar jawaban Rio itu, Lisa pun kembali
tertawa kecil.
“kamu.. kenapa lagi tertawa.. berani nya kamu ya...” ujar Rio seolah sebal padahal dalam hati Rio, ia sangat senang karena melihat Lisa yang sudah bisa tertawa lagi.
“hmmm nggak pak... maaf, maaf hehe...”, balas Lisa.
Rio pun hanya diam tidak bicara apa-apa lagi, lalu Lisa kembali berbicara, “pak rio, ini.... kita mau kemana?”, tanya Lisa.
“kita kerumah kamu.. orang tua mu pasti sedang menunggu”, jawab Rio.
“iya pak.... tapi Lisa mohon jangan kasih tau ayah dan ibu Lisa tentang kejadian ini, Lisa tidak mau mereka khawatir”, ujar Lisa memohon sambil bangkit dan mengubah posisi nya menjadi duduk.
Rio yang mendengar permohonan dari Lisa itu pun tetap tidak berbicara apalagi menjawab.
__ADS_1
“pak...?? pak Rio....”, panggil Lisa karena Rio tidak menjawab sama sekali..
Kemudian Rio pun akhirnya menjawab, “ya”.
“terimakasih pak...”, ucap Lisa.
“kamu... apakah kamu baik-baik saja? Bagaimana keadaan mu sekarang?’, tanya Rio mengganti topik
pembicaraan.
“Lisa baik-baik saja pak, Cuma hanya masih takut saja kalau sendirian”, balas Lisa.
“apakah kamu tau siapa yang melakukan semua ini?”, tanya Rio.
“Lisa tidak tau pak, soalnya saat itu mata Lisa di tutup dan juga... Lisa tidak pernah mengenal suara mereka..”, jawab Lisa.
“mereka? Jadi bukan satu orang?”, cecar Rio kepada Lisa.
“yang Lisa tau, Lisa mendegar hanya ada dua suara laki-laki dan itu pun suara yang tidak Lisa kenali”, ucap Lisa.
Mendengar penjelasan dari Lisa membuat Rio semakin sulit mengetahui siapa pelaku nya, namun Rio tak pantang menyerah, ia masih terus mengorek informasi dari Lisa, “
“saat itu Lisa baru selesai dari tokoh pakaian, saat di jalan tiba-tiba motor Lisa ada masalah, Lisa pun berhenti sebentar pak, untuk melihat kenapa, ternyata ban motor Lisa saat itu bocor, lalu tidak lama dari itu ada orang yang menghampiri Lisa, saat itu belum sempat Lisa melihatnya, orang itu langsung menutup mulut Lisa dan setelah itu Lisa tidak tau apa-apa lagi dan saat Lisa terbangun, Lisa sudah terikat dengan mata Lisa di tutup”, jawab Lisa menceritakan kronologi yang di alaminya dengan panjang lebar.
“oh ia pak, Lisa juga baru ingat motor Lisa masih di pinggir jalan...”, ujar Lisa yang mendadak teringat motor nya yang terparkir di bahu jalan.
“itu tidak usah kamu pikirkan, sedari tadi saya sudah menyuruh Ardi untuk mengambil dan membawa motor mu ke bengkel. Kamu jangan takut tentang itu... yang lebih penting lagi, setelah di ruangan itu apalagi yang kamu ingat?”, ucap Rio bertanya.
“Lisa tidak terlalu ingat lagi pak. Hmmmmm.... oh iya, ada satu perkataannya yang Lisa masih ingat dan Lisa tidak mengerti”, ucap Lisa.
“apa itu? Apa yang orang itu katakan?”, tanya Rio.
“dia Cuma bilang kalau dia tidak akan menyakiti Lisa, tapi dia Cuma memberi peringatan. Ya, Cuma itu saja yang dia katakan, Lisa tidak mengerti apa maksud perkataannya itu”, Jelas Lisa ke Rio.
Mendengar itu membuat Rio memeras otaknya memikirkan apa maksud dari perkataan orang yang menculik Lisa itu.
Sementara itu di mobil lainnya, Ziko masih setia mengikuti mobil Rio.
__ADS_1
“kenapa....Pak Rio kok bisa tau arah rumah Lisa ya? Padahal kan aku belum kasih tau.. hmmmm apa mungkin.... oh iya ya... Pak Rio kan sedang bersama Lisa sekarang, pasti... Lisa yang kasih tau... mikir apa aku ini,,,,”, ujar Ziko berbicara sendiri.
Sepanjang jalan Ziko hanya melamun... Lisa memang sudah di temukan, tapi entah kenapa Ziko menjadi tidak semangat... bukan berarti Ziko tidak senang kalau Lisa ditemukan, bukan itu sebabnya, tapi lebih kepada dirinya yang terbayang-bayang saat menyaksikan di depan matanya Rio membopong Lisa dan mereka terlihat begitu dekat...
Lamunan Ziko pecah ketika ia menyadari mereka telah sampai ke depan pagar rumah Lisa..
Rio dan Lisa nampak duluan keluar dari mobil, Ziko pun langsung ikut menepikan mobilnya dan keluar mengikuti jejak Rio dan Lisa.
Lisa yang melihat Ziko pun ikut senang karena Lisa dari tadi tidak tau sama sekali kalau Ziko ikut mengantarnya pulang, “Ziko... kamu juga membantu ku ya, terimakasih, ssssttt tapi ingat jangan kasih tau orang tua ku ya”, sapa Lisa dengan senyum yang ramah.
“sama-sama Lisa, aku berusaha semampuku demi kamu, terserah kamu maunya apa yang terpenting kamu sudah mendingan sekarang”, ucap Ziko
“iya lah.... aku bener-bener nggak apa-apa kok.. beneran hehe”, jawab Lisa sambil berjalan menuju pintu rumahnya.
Sekarang Rio, Lisa dan Ziko sudah bersama-sama berjalan santai ke depan pintu rumah Lisa.
Kemudian, Lisa pun mengetok pintu nya.
Pintu pun terbuka, yang membuka pintu adalah ibu Lisa, “Adek... kamu kemana saja ibu jadi cemas, ibu telpon dari tadi tidak di angkat-angkat, kamu kemana saja ibu khawatir”, ujar Ibu Lisa.
“hehehe maaf bu HP Adek ketinggalan di kelas, ini aja Lisa baru selesai ambil lagi dari kampus”, balas Lisa.
“hmm ya udah nggak apa-apa yang penting kamu tidak apa-apa”, ucap Ibu Lisa yang kemudian sambil mata nya tertuju ke kedua pria yang menemani Lisa itu.
“ada pacar mu juga ya dek.....”, ucap Ibu Lisa menyapa ke arah Ziko!!!
.
.
.
BERSAMBUNG...
#waduh 😱 ibu nya Lisa keceplosan atau apa nih 🤣
#bersambung dulu ya, nantikan chapter berikutnya#
__ADS_1
#terimakasih untuk semua teman-teman yang telah setia membaca 🤗#