
Saat hari sudah Sore. Sammy yang sudah selesai jam kerja nya pun akan segera pulang bersama Intan.
"Kamu pulang pakai apa?, mau aku antar?." Tanya Sammy, Intan merasa sangat senang saat mendapatkan tawaran dari Sammy, Karena bahkan Kevin sangat jarang mengatakan hal ini. dan seperti nya belum pernah.
"Aku bawa mobil sendiri."Ucap Intan.
"Aku senang bertemu dengan mu hari ini Intan, aku masih mengingat kebaikan mu, terima kasih sudah menolong ku waktu itu." Ucap Sammy. Wanita itu merasa Pipi nya memerah saat ini. itu ungkapan yang sangat tulus terdengar di telinga nya.
"Sama Sama."Balas Intan
Kedua pun berpisah di parkiran. Intan senang karena hari ini ia habiskan dengan Sammy, sosok laki laki yang menyenangkan untuk di jadikan teman bicara.
di saat Intan tengah mengemudikan mobil nya untuk pulang, Tiba tiba Ponsel Intan berdering. Ia pun melihat ponsel nya dan melihat Kristin yang menghubungi nya.
Sejenak ia berfikir, hingga ia memutuskan Untuk mengangkat telfon dari Kristin.
__ADS_1
"Iya Kris."
"Tan kamu dimana sih, sepi tahu disini ga ada kamu." Ucap Kristin. Intan memutar bola mata malas nya.
"Ada Apa Kris kamu menghubungi ku?." Tanya Intan tanpa menghiraukan ucapan wanita itu, Karena ia tahu, ketika Kristin menghubungi nya, Pasti ada sesuatu yang ingin ia sampaikan
"Pacar mu, Masa dia suruh aku ambilkan Barang di apartemen nya, katanya ketinggalan, Aku kan bukan kamu, mana nyaman aku kesana untuk mengambil nya."Ucap Kristin.
"Kau bahkan sudah tidur dengan nya di sana, dan kau bilang tidak nyaman?, itu sangat lucu."Batin Intan.
"Kau bisa kan mengambilkan nya Intan?." Ucap Kristin dengan memohon.
Dengan menahan rasa geram nya, Ia menggertakkan gigi nya dan mematikan sambungan telefon nya.
Sambungan telefon yang terputus membuat Kristin mengerutkan kening nya, melihat layar ponsel yang sudah di matikan nya sambungan telefon.
__ADS_1
"Ih intan." Kesal nya.
"Intan kenapa sih, gak biasa nya begitu, biasa nya di telefon begini soal kamu dia lansung mengiyakan?." Tanya Kristin pada Kevin.
"Aku kan sudah bilang, dia ada urusan keluarga, Aku hubungi dia saja tidak di angkat."Ucap Kevin.
"Apa dia udah tahu soal hubungan kita?." Tanya Kristin lagi.
"Gak mungkin, kalau dia tahu, dia seharusnya marah kan."balas Kevin.
"Dia kan cinta banget sama kamu, bisa aja kan, dia diam padahal dia udah tahu, Soal nya aku merasa dia seperti menghindar dari aku Vin." Tutur Kristin.
"Ah udah lah, Aku ambil barang kamu dulu. kesal banget dech sama Intan."Ucap Kristin lalu berjalan pergi dengan menggerutu.
Kevin terdiam, Ia memikirkan perkataan Kristin, terpikirkan kalau memang benar hubungan nya dengan Kristin ketahuan Intan. Ia lalu mencoba untuk menghubungi Intan lagi, namun Intan sudah mematikan ponsel nya hingga tidak aktif saat Kevin menghubungi nya.
__ADS_1
"Mungkin baterainya habis saja, jadi tidak sempat menjawab Kristin."Kevin mencoba berfikir Yang positif saja, Karena kalau memang ketahuan seharusnya Intan akan melabrak nya. namun ini tidak terjadi, Intan bahkan masih memberikan nya kado mahal kemarin.
Kevin menghela nafas dan tersenyum setelah ia meyakinkan pikiran nya, kalau yang di katakan Kristin itu tidak mungkin.