Tersakitinya Wanita Gendut

Tersakitinya Wanita Gendut
32 - Sifat Asli


__ADS_3

"Sial, kenapa dia menutup telefon nya." Kesal Kevin.


Kristin sengaja menutup telfon nya, agar percakapan nya selanjutnya tidak di dengar oleh laki laki itu.


Wajah memelas dan sedih yang di tampilkan Kristin pun mengganti menjadi tawa, membuat Intan nya penuh kekesalan, Karena Ia benar benar menampakkan keaslian nya.


"Aku gak nyangka loh kalau kamu udah tahu semua nya, dan saat itu kamu masih bersikap seolah tidak ada yang terjadi, Ha ha ha, Kau ternyata sangat pandai berakting, Seharusnya kau menjadi Pemeran utama nya." ucap Kristin tidak memancing Intan untuk meledakan emosi nya, ia tetap tenang, meremas tangan nya menahan kekesalan nya.


"Oh iya, Aku lupa, Soal nya kamu gendut ya?, bahkan Produser tidak akan tahan meski kau hanya berdiri di samping nya beberapa detik. jangan jangan kau bertahan pura pura tidak tahu apa apa kemarin karena Kau takut tidak ada yang akan menerima mu lagi seperti Kevin?." lanjut wanita itu melontarkan kata kata sinis yang mengintimidasi Intan.

__ADS_1


Ucapan Kristin itu adalah kebenaran yang Intan rasakan, kalau ia sempat bertahan karena Ia mencintai Kevin dan takut tidak ada yang akan mencintai nya seperti Kevin. namun ia berusaha untuk tetap tenang.


"Kau menunjukan wujud asli mu Kris."Balas Intan dengan senyuman mengejek.


"Kau pikir aku datang kesini karena keinginan ku sendiri, kalau bukan karena Kevin yang meminta ku, aku bahkan tidak Sudi melakukan nya, Lagi pula, mau kau kembali atau tidak dengan nya, itu tidak merugikan ku, Kau juga terlalu pede, kau pikir Kevin mencintaimu?, dia mempertahankan mu karena kau anak orang kaya saja, Kau pikir ada laki laki yang mencintai mu dengan kejelekan yang kau miliki kalau bukan harta dan uang?, selain kau kaya, kau sangat muda untuk di manfaatkan Kevin sebagai alat kerja yang gratis, bahkan bisa memberikan nya barang barang bermerek." Ucapan Kristin seperti Silet yang sangat melukai hati Intan. Kristin tertawa begitu puas setelah mengatakan nya.


Intan mengepalkan tangan nya sangat erat, ingin rasa nya ia meninggalkan meja ini dan tak mau mendengar lagi kata kata yang sangat menyakiti diri nya. Namun ia ingat kembali, kalau ia harus tampak kuat dan tak lagi peduli apa pun.


Kristin kesal lalu bangkit berdiri, Dia ingin menyiram Intan dengan Air gelas yang ada di depan nya, namun seseorang menahan tangan nya, Membuat Ia terkejut, intan pun juga sama terkejut nya, ia terkejut karena ada Sammy disini juga.

__ADS_1


"Lepas!."


"Jangan berani menyentuh Intan!."


"Oh, sekarang kamu udah punya bekingan baru, oke kalau begitu."Kristin akan pergi tak ingin memperpanjang Hal ini karena ada Sammy yang akan membela Intan.


Sebelum pergi, Kristin membisikan sesuatu di telinga Intan. "Lihat seperti apa dia akan memperalat mu seperti Kevin." Ucap ny dengan senyuman sinis dan berjalan pergi. Ia menatap Laki laki itu dengan kesal lalu berlalu pergi.


"Kamu gak apa apa intan?." Tanya Sammy..

__ADS_1


Intan tersenyum kecil. "Iya, makasih sudah membantu ku, aku pulang dulu Sam."Ucap Intan lalu berjalan pergi meninggalkan Sammy yang masih berdiri melihat wanita itu pergi.


ucapan terakhir Kristin sejenak membuat nya takut dan memilih pergi dari Sammy saat itu untuk menenangkan diri nya.


__ADS_2