
intan berbaring di kamar, Berbaring menyamping, tatapan nya kosong saat ini, Putus cinta benar benar sangat lah menyakitkan untuk nya, Apa lagi setelah kebenaran yang ia tahu membuat ia semakin patah hati dan juga takut dan waspada pada siapa pun yang datang.
Tok
Tok
Tok
Ketukan pintu terdengar di ikuti Terbuka nya pintu, namun Intan tidak ingin melihat siapa yang datang, dan masih memunggungi pintu kamar nya.
"Intan, Kamu kenapa sih?." Tanya Friska.
"Memang nya Sammy gak cerita?" Tanya Intan datar, tanpa membalikan tubuh nya pada Friska yang sedang mengajak nya bicara.
"Gak ada, memang nya dia tahu kamu kemana?."
"Lalu dia ngapain kesini?." Tanya Intan. kini ia beranjak dari berbaring dan duduk sembari bersandar pada Sandaran tempat tidur.
__ADS_1
"Dia khawatir lah sama kamu, nomor kamu kata nya ga bisa di hubungi dari Siang, Habis pulang kerja dia lansung ke sini sama Reno."Ucap Friska.
"Fris, menurut kamu, Sammy itu peduli sama aku karena Papa ga sih?." Tanya Intan.
"Om Broto kenapa?, karena dia bos Sammy?."Ucap Friska. Intan mengangguk kepala nya.
"Gak mungkin lah, Sammy keliatan kok Care banget sama Kamu, Udah lah ga usah pikir yang aneh aneh, coba cerita kau dari mana dia apa yang terjadi?." tanya Friska penasaran.
"Aku capek Fris, mau istirahat."Intan enggan menceritakan nya pada sepupu nya tentang pertemuan Nya dengan Kristin.
"Ya udah dech, kamu istirahat aja. Bye."Friska pun keluar dari kamar Intan dan membiarkan wanita itu yang tampak lelah untuk beristirahat.
Setelah ia lebih tenang, ia turun dari mobil da meminta pertolongan untuk membeli bensin untuk mobil nya yang mogok, ia bersyukur karena di luar kota ia bertemu orang orang baik yang membantu nya membeli bensin untuk kendaraan nya. Saat Ia kembali akan pulang ke kota nya, ia menyadari ia sudah berkendara 4 jam lama nya, dan kini ia harus kembali mengendarai mobil nya untuk kembali ke kota nya, menempuh perjalanan 4 jam.
Rasa lelah nya saat ini pun mengantarnya tidur dan sejenak melupakan masalah nya.
•••
__ADS_1
Keesokan hari nya.
Saat Intan terbangun, ia pun memikirkan kejadian semalam, Ia pun merasa sangat bersalah Pada Sammy, karena sudah menghiraukan nya, padahal laki laki itu sudah baik dan banyak membantu nya.
Tidak semalam benar benar menyegarkan kembali pikiran nya.
Meski tidak tahu kenapa Sammy begitu baik pada nya, namun laki laki itu sudah banyak berjasa untuk nya selama ia berpisah dengan Kevin, tak seharusnya ia bersikap seperti itu pada pria itu.
"Apa yang kau lakukan intan, apa kau merasa sangat cantik dan berpikiran Sammy akan sama saja seperti Kevin, belum tentu dia menyukai mu, Dia melakukan semua nya mungkin karena kasihan pada mu karena kau selalu menangis saat bertemu dengan nya."Intan memaki diri nya sendiri karena sudah terlalu pede dan berpikir jelek pada Kevin. Ia memukul mukul kepala nya.
Friska yang datang melihat nya heran. "Apa kamu sudah gila memukul kepala mu sendiri?." Tanya Friska.
"Em, engak, kepala ku pusing saja."Ucap Intan.
"Iya iya, Ayo cepat turun, di bawah ada Sammy."Ucap Friska.
"Untuk apa dia datang pagi pagi begini?."
__ADS_1
"Mana ku tahu, cepat di tunggu di bawah."Friska berjalan pergi setelah nya. Intan pun segera ke kamar mandi untuk mandi sebelum bertemu Sammy.