Tersakitinya Wanita Gendut

Tersakitinya Wanita Gendut
39 - Intan Bekerja di Kantor


__ADS_3

Keesokan hari nya.


intan penuh semangat keluar dari kamar dan menghampiri kedua orang tua nya yang terlihat sedang duduk sarapan.


"Selamat pagi." Sapa Intan.


Bu puji dan Pak Broto tersenyum melihat putri nya yang sudah siap untuk bekerja di kantor.


"Cantik sekali Anak Papa, gitu donk kan enak lihat nya."Kata Pak Broto memuji sang putri. hati nya sangat senang saat ia melihat Intan sudah bersiap masuk kantor hari ini. Intan tersenyum membalas Pujian ayah nya.


"Semangat ya intan, semoga hari ini kamu lewati dengan mudah."Ucap Friska menyemangati intan.


"Nanti sempat sempat aku kesana ya."Ucap nya lagi.


"Iya Fris, maacih ya."


Setelah Selesai sarapan, Pak Broto dan Intan pun berangkat bersama Ke kantor dengan mobil, intan duduk dengan ayah nya di belakang supir.


"Pa, Aku takut ga bisa."ucap Intan sedikit gugup.


"Kan ada Sammy, dia akan bantu kamu sampai bisa,. semua orang apa apa di awal pasti tidak bisa, tapi semua mau belajar kan.


Saat turun dari mobil, Intan dan Pak Broto seperti biasa disapa oleh staf di kantor Dengan Menundukkan kepala. Intan pun agak gugup membuat ia tidak fokus dan berjalan masuk ke dalam lif.


Saat sampai di lantai dimana Ruangan ia berada, disana sudah ada Sammy yang menunggu nya.

__ADS_1


"Selamat pagi Pak, Selamat pagi Nona Intan."Sapa Sammy dengan hangat dan senyuman nya yang manis.


"Pagi, Sam, kamu bantu dia ya."Kata Pak Broto sembari menepuk pundak Sammy dengan sebelah tangan lalu berjalan masuk ke ruangan nya.


Hanya menyisakan Sammy dan Intan yang tampak gugup.


"Ayo nona, ruangan kamu sudah disiapkan."Ucap Sammy mengajak intan berjalan beriringan dengan nya.


Intan menarik nafas panjang dan perlahan melepaskan nya. "Kamu kok panggil aku gitu sih, intan saja."Ucap Intan.


"kamu kan Anak bos ku."


"Iya, tapi aku kan cuman staf biasa, Aku juga lebih muda dari kamu."Ucap Intan.


"Memang nya tidak apa apa?."


"Ya udah, baiklah."Kata Sammy sembari membuka pintu sebuah ruangan.


Ruangan besar dengan peralatan lengkap, membuat intan mengelengkan kepala nya.


"Ini ruangan aku?." Tanya Intan.


"Iya."


"Sam, kamu salah, aku minta papa buat jadi staf biasa, masak Ini ruangan ku, Aku mau seperti mereka."Tunjuk Intan ke beberapa orang yang meja nya saling berdampingan.

__ADS_1


Sammy tersenyum. "Tapi ini permintaan Pak Broto Intan. ayo masuk."Ajak Sammy.


Intan pun hanya bisa mengiyakan dan masuk ke dalam.


mungkin ini terdengar sangat aneh, karena Sosok anak pengusaha besar ingin menjadi staf biasa, tapi bagi intan itu bukan hal aneh, karena ia memang ingin belajar dari 0 dan bisa benar benar menjadi bisa karena ia berusaha dan juga bisa saling mengobrol dengan Team.


Mendapatkan ruangan sendiri, membuat Ia merasa Agak tidak nyaman, Tapi ia mengerti sang ayah juga tidak mau Melihat anak nya kesusahan.


Sammy pun mulai mengajarkan intan bekerja, sangat sulit bagi intan karena Ia belum pernah terjun ke perusahaan lansung,. merasa malu karena takut Ia merasa sangat bodoh di mata Sammy, tapi wanita itu juga sangat senang karena Sammy mengajari nya dengan sabar.


•••


Sammy berjalan ke Pantry, ia bertemu dengan Reno.


"Capek ya." ucap Reno, Sammy hanya menoleh lalu meneguk minuman.


"Kayak nya aku bakal jadi anak buah mu setelah ini Sam."


"Maksud mu?."


"Kalau kau berhasil dapatkan intan."Ucap Reno di atas duduk ia di sebuah kursi.


Sammy tersenyum menggelengkan kepala nya. Reno pun ikut tertawa. Sammy lalu berjalan pergi.


"Eh mau kemana, dapat tips dari pak Broto traktir ya."Ucap Reno.

__ADS_1


"gak ngerti."Ucap Sammy.


Reno tersenyum melihat Sammy berjalan pergi.


__ADS_2