
Friska melihat makanan yang di sediakan Tante nya untuk kakak sepupu nya, Hanya sebuah telur dan sayur sayur yang sudah di kukus.
"Apa kau bisa menelan nya?." Tanya Friska dengan tatapan yang merasa menyedihkan, ia bahkan enggan untuk memakan nya.
Intan melihat ibu nya, karena ibu nya yang menyiapkan untuk nya.
"Mama mana tahu menu orang diet. Anak teman mama tiap pagi kata nya makan nya begitu, ya udah Mama ikut saja."Balas Bu Puji tidak mau di salah kan.
"Kau sudah dapatkan jawaban nya?." Ucap Intan menatap Friska.
"Tante, mulai besok aku yang akan siapkan makanan untuk tuan putri, Yang pasti akan membuat nya suka."Ucap Friska.
"Nah, gitu kan enak, Jangan Dia yang makan, Mama yang siapkan saja rasa nya mual membayangkan intan Makan begini."Ucap Bu Puji dengan segera setuju.
Suasana di meja makan pagi itu benar benar tak lagi sepi, Rasa nya hidup kembali meja makan seperti hari hari biasanya.
Setelah selesai makan, Friska masuk ke dalam kamar nya, Intan pun menunggu di ruang tamu sembari mengobrol dengan kedua orang tua nya.
"Mama yang telefon Friska datang?." Tanya Intan mengenai sepupu nya.
"Iya, Mama mau dia temani kamu selama kamu belum move on dari Kevin."Ucap Bu Puji.
__ADS_1
"Ma, Harus nya jangan begitu, Dia kan juga masih kuliah."Ucap Intan yang merasa tidak enak sudah membuat Sepupu nya repot.
"Dia lagi cuti, udah lah, ikut saja, apa susah nya sih, Mama cuman mau anak mama lewati hari patah hati tidak sendiri."Balas Bu Puji.
Intan Pun hanya bisa menghela nafas. berpapasan dengan Friska yang sudah siap dengan Pakaian Gym nya.
"Kita benaran gym?." Tanya Intan.
"Iya lah, Masa berenang."Balas Friska.
"Ya udah dech."Intan lekas berdiri lalu pamit pada kedua orang tua nya.
"Bye Tante Om." ucap Friska.
"Siap Tante."Balas nya lalu menyusul Intan yang sudah lebih dulu kelar.
•••
Intan lalu membawa mobil nya menuju ke sebuah Taman, Friska yang melihat mereka tidak ke tempat Gym pun mengerutkan keningnya.
"Kita ngapain disini?." Tanya Friska.
__ADS_1
"Kita santai aja disini, Aku lagi ga mood buat gym." Kata Intan.
"Ya udah dech, Tapi kata nya mau kurus." wanita membuka Sabuk pengaman yang ia kenakan.
"Nanti sore aja ya."Balas Intan.
"Terserah kalau mau begitu. yuk turun."Friska turun lebih dulu, Intan pun mengikuti nya setelah nya.
Kedua Wanita itu duduk di sebuah kursi, Melihat orang orang yang sedang jalan jalan beraktivitas di taman, ada yang jalan santai, ada yang berlalu sembari joging, ada yang membawa anjing untuk olahraga, Seperti itu saja intan merasa tenang.
Melihat Sepupu yang senyum senyum melihat pasangan yang sedang duduk berdua sembari bercanda Friska pun dengan sengaja menyenggol Intan.
"Move On Woi, Senyum senyum kayak orang gila aja."Ucap Friska.
"Kapan ya aku bisa dapatkan Laki laki yang tulus mencintai aku Fris, Apa aku harus kurus dulu, Memang nya orang gendut itu ga ada stok cinta nya ya?." Ucap Intan.
"Stok?, memang nya barang." Friska tertawa. Intan tersenyum.
"lagian Intan, Semua orang itu punya Cinta sejati nya sendiri, mungkin belum saat nya saja ketemu, Kalau kamu kurus dia baru datang, berarti itu bonus untuk dia."Ucap Friska.
"Gak usah sok Bijak dech."
__ADS_1
"Lah tadi nanya." Intan pun gantian tertawa. Lalu mengandeng tangan Sepupu untuk jalan jalan santai.