
Sudah beberapa tahun berpacaran dengan laki laki yang ia cintai, yang menerima nya apa ada nya, mengetahui perselingkuhan Kekasih dan sahabat nya adalah hal yang paling menyakitkan untuk nya.
rasa takut kehilangan, sulit nya menemukan cinta yang mau menerima diri nya apa ada nya, membuat Intan tidak berani melepaskan sosok Kevin dalam hidup nya.
Menikah dengan Kevin adalah sesuatu yang memperjelas hubungan kedua nya, kalau Kevin akan seutuhnya menjadi milik nya, Namun Intan berpikir, Laki laki itu belum siap, atau mungkin tidak mau menikah nya, Hingga Karir menjadi alasan untuk menolak Diri nya.
Setelah selesai Sarapan, Intan dan Kevin keluar dari restoran di ikuti Kevin.
Kevin lalu mengantar Intan untuk pulang ke rumah dan Kristin pun masih mengikuti.
"Antar Kristin aja dulu Vin."Ucap Intan pada Kekasihnya yang duduk di samping stir.
"Gak usah, Kan kita satu arah, rumah Kamu duluan sampai kan Tan, berarti antar kamu dulu."Ucap Kristin.
Intan pun terdiam cemberut. Jika Kevin mengantar diri nya lebih dulu, itu artinya Kevin akan berduaan dengan Kristin.
Namun Intan tidak mau berdebat terlalu panjang, Iapun menyetujui untuk di antar lebih dulu.
Saat sampa ia di depan rumah Intan, Intan pun turun dari mobil Kevin.
"Aku Masuk dulu sayang."Ucap Intan.
"Iya sayang."Kevin membalas dengan senyuman manis nya.
__ADS_1
Intan pun masuk ke rumah, sementara Kevin masih mengamati sang kekasih yang berjalan masuk.
"Pantas aja kamu pertahankan banget intan, Ternyata dia tajir ya."Ucap Kristin. Kevin tersenyum menggelengkan kepala nya.
Kristin yang hanya berteman dekat dengan Intan di Lokasi Syuting tidak pernah tahu kalau Intan memiliki rumah yang mewah.
"Aku cemburu kamu sama Intan dari tadi dalam mobil pegangan tangan."Ucap Kristin cemberut.
"Apa sih Kris, kamu udah dapat segala nya dari aku, masih aja cemburuan."Ucap Kevin.
Kristin tersenyum memutarkan bola mata malas nya, karena Kevin menggoda nya.
Masih berada di depan rumah Intan, Kristin dan Kevin saling berciuman. hati Intan sakit ketika ia membayangkan hal ini pasti akan terjadi. Namun ia hanya bisa memendam di dalam hati nya.
Kevin yang sedang bersama Kristin dan bercumbu di apartemen laki laki itu mendengar ponsel nya berbunyi, tapi Napsu yang sedang menggebu membuat ia mengabaikan nya.
Intan pun semakin khawatir, pikiran jelek tentang Kevin dan Kristin membuat Ia menjadi Kesal dan juga sedih.
intan lalu kembali menghubungi Kevin. karena terus berdering, Kevin pun mengangkat telefon Intan.
"Iya sayang."
"Sayang, kamu lagi dimana?." Tanya Intan.
__ADS_1
"Aku udah di apartemen, ada apa sayang?." Tanya Kevin sembari mengelus pucuk kepala Kristin.
Kristin yang sudah tahu kalau ia harus diam pun tidak mengeluarkan suara agar tidak ketahuan.
Intan mencoba mendengar apa kah ada suara yang mencuriga kan, tapi tidak mendengar suara apa pun. Intan pun merasa lega karena Berpikir Kevin sudah tidak lagi bersama Kristin.
"Ya sudah, Kamu istirahat lah sayang, Jangan tidur malam malam ya."Ucap Intan.
"Iya sayang, kamu juga ya, Aku cinta kamu Intan."Ucap Kevin mengakhiri obrolan mereka.
Kristin yang mendengar ingin tertawa, namun saat Kevin mengakhiri panggilan Telefon, ia beranjak dari berbaring nya.
"Kenapa."
"Kamu selalu mengatakan cinta pada Intan tapi tidak pada ku, Aku jadi merasa seperti Simpanan yang menyedihkan."Ucap Kristin.
"Kau merajuk?."
"Iya, dan aku tidak akan memberikan mu jatah malam ini."Kata Kristin sembari Memakai kembali pakaian nya. Namun saat ia akan mengambil tas nya untuk segera pulang, Kevin memeluk nya dari belakang.
"Kau sangat cantik kalau sedang marah."
Kristin tersenyum sinis. "Dasar buaya, Kau selalu pandai berkata manis."Ucap Kristin.
__ADS_1
Kedua pun melanjutkan apa yang tadi sempat tertunda karena suasana hati Kristin yang berubah karena telefon intan.