
Malam hari nya.
Intan yang sudah mandi dan bersantai di kamar di hampiri Friska.
"Cie yang tadi di temani Si Tampan, pasti senang banget dech."Ucap Friska.
"Apaan Sih Fris, Biasa aja kali, dia juga Ada bantuin Kamu Gym kan."Balas Intan.
"Beda lah."
"Eh, Tapi aku benci banget dech sama Reno, sok ganteng banget dech tu Anak, Dia Sok ganteng banget, Jangan Jangan cewek nya banyak."Ucap Friska mulai mengeluhkan tentang Reno yang sangat tidak ia sukai.
"Jangan gitu, nanti cinta gimana, Lagian aku dengar dari Sammy, Dia itu belum punya pacar, makanya dia sok ganteng mungkin biar bisa dapat pacar."Ucap Intan.
"Pantesan, siapa juga yang mau sama cowok kayak gitu, ih asli nyebelin banget."Ucap Friska.
"Jangan gitu ah, gak baik."Balas Intan. Friska menghela nafas dan mengangguk.
"Bantuin Pijitin Fris, Tangan ku sakit pegal pegal."Ucap Intan memijit tangan nya yang sakit karena belum terbiasa Gym.
"Capek banget ya Gym itu, Sakit lagi otot otot ku.*Ucap Intan.
"Kamu kan masih awal, Kalau sudah biasa juga bakal terbiasa kok, santai saja."Balas Friska sembari memijit tangan sepupu nya.
__ADS_1
Di tengah obrolan mereka berdua, Tiba tiba saja Ponsel Intan Berbunyi, Friska yang melihat itu adalah nama Sammy yang menghubungi intan, Ia pun tersenyum menyenggol sepupu nya itu.
"Cie, Si tampan telefon." Goda Friska.
"Cepat angkat!."
"Engak ah, biarin aja." Balas Intan.
Ia mengurungkan Niat nya untuk mengangkat telefon karena Ia malas nanti Friska akan ikut dengar da menggoda nya terus.
Friska melihat Intan menaruh ponsel nya kembali lekas mengambil dan mengangkat nya.
"Hallo, iya Sammy." Ucap Friska. Kedua mata Intan membulat saat wanita Itu mengangkat telfon dari Sammy.
Sammy yang mendengar bukan suara Intan pun juga terkejut.
'Ada kok, Ini Intan."Friska meletakan ponsel nya ke telinga saudari nay itu. membuat Intan jadi harus mau tidak mau bicara dengan laki laki itu.
"Hi Sam, Ada apa?." tanya Intan.
"Engak, cuman mau tanya, Tangan gak apa apa kan?, tadi di cafe aku liat kamu seperti memijit mijit lengan kamu."Ucap Sammy. Friska yang mendengar rasa nya ingin meleleh karena Sammy begitu perhatian.
Intan pun senyum malu malu karena Sammy segitu nya memperhatikan nya.
__ADS_1
"Agak pegal aja sedikit Sam. ini aku minta Friska pijitin aku."Balas Intan.
"Kamu mau obat pereda sakit gak, Aku antar ya ke rumah kamu." Tanya Sammy.
"Em engak engak usah Sam.." Intan ingin menolak.
"Boleh kok Sam kalau kamu gak keberatan antar, Kasihan intan dari tadi kesakitan." Sambung Friska agak berteriak agak terdengar sampai ke Sammy.
"Friska."
"Kita kan memang gak ada obat nya."
"Aku kesana ya anterin, Rumah aku gak jauh kok dari rumah kamu, tunggu ya."Ucap Sammy.
"Tapi benar gak apa-apa."Ucap Intan tapi sambungan telefon sudah di tutup oleh Sammy.
"Fris, kamu kok gitu sih."
"Udah lah, Ada yang ganteng dan perhatian jangan di tolak, Niat nya kan baik, siapa tahu aja itu jodoh kamu."Ucap Friska.
"Usah ngomongin jodoh dech Fris, Aku belum siap untuk cari ganti nya Kevin."Ucap Intan.
"Berarti belum move on dong."Ucap Friska.
__ADS_1
"Auk Ah, Aku mau ke WC dulu."Intan berjalan masuk ke dalam kamar mandi, Friska pun senyum senyum.
Intan menutup pintu lalu menyalakan keran air, Namun itu hanya untuk pengalihan saja. Ia hanya berdiri di depan wastafel dan melihat diri nya. Ia tersenyum karena Sammy begitu perhatian pada nya. Membuat ia semakin salah tingkah apa lagi saat di tambah Friska yang menggodanya.