
Hari itu Intan yang datang ke kantor agak lambat keluar dari lift untuk menuju ke ruangan kerja nya, ia melewati ruangan Sammy yang pada saat itu terbuka lebar, Ia melihat seorang staf keluar dari ruangan Sammy sembari membawa kotak.
Meski ia sangat ingin tahu, Namun intan menekan diri untuk tidak peduli, sudah beberapa hari ini Sammy bahkan tidak menyapa diri nya sama sekali.
Intan melanjutkan langkahan kaki nya sampai di ruangan, ia lalu duduk dan membuka laptop nya.
Seorang staf tiba tiba datang mengetuk pintu ruangan Intan, membuat Intan mengangkat kepala nya, mempersilakan siapa pun untuk masuk ke dalam.
"Ada apa?."
"Bu, ini ada berkas yang harus di tanda tangani."Ucap staf sembari memberikan sebuah dokumen untuk Intan.
Intan mengambil dan membuka Dokumen itu. ia mengerutkan kening nya karena itu adalah Proposal yang harus nya di tanda tangani oleh Sammy dan bukan diri nya.
__ADS_1
"Berikan pada Pak Sammy saja, ini kan tugas nya dia."Ucap Intan dengan tegas. terasa amat berat bagi nya untuk menyebut nama laki laki yang sudah membuat nya patah hati tanpa sadar.
"Ibu ga tahu ya kalau Pak Sammy sudah resign dari kantor."Ucap staf.
Mendengar pernyataan itu, tentu saja membuat intan sangat terkejut.
"Resign?."
Mendengar hal itu Intan sangat tidak percaya dengan apa yang di jelaskan, Ia pun segera menanda tangani berkas yang ada di hadapan nya, ia lalu berikan pada staf itu.
Sejenak Intan terdiam mematung di ruangan nya, memikirkan kenapa Sammy memilih resign sementara ia memiliki jabatan yang tinggi dan gaji yang tinggi pula.
Untuk menjawab rasa penasaran nya, Intan segera beranjak dari tempat duduk nya, melewati ruangan Sammy yang kini sudah kosong dan tidak ada lagi barang barang laki laki itu. melihat hal itu hati intan merasa sangat sedih, ia lalu berjalan ke ruangan Ayah nya, tampak sang ayah sedang mengobrol dengan seseorang.
__ADS_1
dengan tangan nya ia mengisyaratkan putri nya untuk menunggu sebentar, Intan pun mengangguk tanpa bicara duduk di sofa mendengar sang ayah bicara dengan rekan bisnis nya.
Intan sangat tidak sabar menunggu ayah nya selesai, Ia gelisah bergerak kiri dan kanan, Hingga Tamu ayah pergi ia lansung menghampiri pak Broto yang menatap nya heran.
"Ada apa?." Tanya Pak Broto.
"Pa, Sammy kenapa resign?."Tanya Intan.
"Kata nya dia mau melanjutkan usaha keluarga nya, Papa sudah mencoba menahan nya, tapi dia seperti nya sudah tekad dengan keputusan nya. Papa ga bisa ngapa ngapain, Papa sangat berharap ia mau tetap disini, dia bekerja dengan giat, Tapi kita juga harus menghargai keputusan dia kan."Tutur Pak Broto.
Intan mendengar hal itu merasa ini ada lah kabar yang menyedihkan untuk nya, walau Sammy dan dirinya sedang sangat berjarak, tapi laki laki itu pernah berada di sisi nya melewati hari hari yang paling memilukan hati nya.
Setelah kembali ke ruangan nya, Intan merasa seperti jiwa nya separuh hilang tiba tiba. Namun bayangan Sammy yang tidak tulus pada nya membuat Ia mencoba untuk tidak peduli, walau ada rasa ingin ia menghubungi laki laki itu.
__ADS_1