
Intan berjalan sampai di depan Lift, Sammy mengikuti dan menghampiri wanita itu. Intan menarik nafas dan membuang nya perlahan, mencoba untuk menenangkan diri nya.
"Kamu baik baik saja?." tanya Sammy yang kini berdiri di depan Intan.
Tentu Wanita itu sedang tidak baik baik saja, ia sedang mengatur nafas untuk mencoba tidak menangisi nya lagi.
Intan dan Sammy saing menatap, hingga pada akhir nya Tangisan Intan pun pecah.
Intan Lansung memeluk Sammy, saat ini yang ia butuhkan benar benar sebuah sandaran, Sammy terkejut saat Intan memeluk nya, Namun ia tidak menolak, Membiarkan wanita itu bersandar pada nya, ia hanya diam dan mengelus Punggung intan untuk menenangkan nya.
Setelah Intan Sadar kalau ia reflek memeluk Sammy, Intan pun segera melepaskan Pelukan nya. dan merasa tidak enak.
"Maaf Sam." Ucap Intan sembari menyeka air mata yang membasahi pipi.
"Tidak apa apa, Ayo!, Aku akan mengantar mu pulang."Ucap Sammy. Intan Menganggukan kepala. Sammy pun menekan Tombol Lif dan kedua nya masuk saat pintu Lift di buka.
•••
__ADS_1
Sementara di apartemen Kevin, Ia membuka kotak yang di berikan Intan pada nya, Ia melihat Kotak yang berisikan barang barang yang sudah ia berikan pada Intan, Ia pun melihat Kalung yang baru beberapa hari yang lalu ia hadiahkan untuk wanita itu.
Ada hati tidak rela intan Meninggalkan nya seperti ini.
"Ah......" Kevin menghempaskan barang barang itu ke lantai hingga berserakan. bingkai foto berisikan foto mereka pun sampai pecah karena bantingan itu.
Ting Tong
Bel Apartemen Kevin kembali berbunyi, Ia dengan cepat bergegas untuk membuka pintu, mengira Intan kembali lagi. Namun saat ia membuka ternyata Itu Kristin, Kevin menghela nafas berat.
"Hi sayang." Sapa Kristin. Kristin datang dan menghampiri Kevin yang tampak dilema.
"Hi sayang."Kristin memeluk Kevin dari belakang.
"Lepasin Kris." Ketus Kevin. Kristin pun melepaskan pelukan nya dengan wajah yang kecut.
"Kenapa sih sensi banget, Masih pagi loh."Kristin mengerutkan kening nya dan melihat wajah Kevin yang tampak tidak enak di lihat. Kristin lalu melihat barang barang yang berserakan di lantai.
__ADS_1
"Astaga, Kamu habis ngamuk Vin?, Kenapa?." Tanya Kristin.
"Intan datang, antar semua itu."Jawab nya datar.
Kristin tersenyum senang tanpa Kevin tahu, tentu hal ini sangat ia tunggu tunggu.
Wanita itu lalu menunduk, mengambil sebuah kotak perhiasan. Ia tersenyum saat melihat Kalung Intan ada di atas Kotak, ia yang berdiri membelakangi Kevin dan memakai kalung itu di leher nya.
"Kamu harus secepatnya Temui Intan, Bilang pada nya soal kemarin hanya lah salah paham." ucap Kevin.
"Iya iya." balas Kristin malas.
"Ingat Kris, kalau Intan tidak memaafkan ku, Maka usai juga hubungan kita."
"Kok kamu ngomong nya gitu Vin, Aku sudah berikan semua milik aku untuk kamu, kita juga udah melakukan nya kan."
"Shut kami gila ya, Dengar ya, apa yang kita lakukan semua dalam ke adaan mabuk."
__ADS_1
"Iya, tapi setelah itu kan gak mabuk lagi."
"Udah lah Kris, Yang aku mau cuman Intan kembali itu aja, Titik." balas Kevin lagi, Kristin hanya bisa diam dengan wajah cemberut nya. mematuhi apa yang diinginkan laki laki itu.