Tersakitinya Wanita Gendut

Tersakitinya Wanita Gendut
30 - Sangat Senang


__ADS_3

Sammy benar menepati ucapan nya kalau ia akan datang mengantar Obat untuk Intan, Intan yang sudah duduk di depan menunggu Sammy datang pun melihat laki laki itu benar benar datang.


intan lalu berdiri dari duduk nya, dengan senyuman menyambut Sammy yang turun dari mobil.


"Hi."Sapa Intan lebih dulu.


"Kamu kenapa di luar, bukan kah tubuh mu sakit, seharusnya jangan menunggu ku."Ucap Sammy.


"Tidak apa apa, Aku benar benar merepotkan mu Sam."Ucap Intan.


"Tidak masalah, Aku sendiri yang ingin melakukan nya."Balas Sammy.


"Duduk Sam."


"Tidak usah." Sammy melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


"Ini juga sudah malam, Kamu harus istirahat, Jangan lupa minum obat nya ya." sambung Sammy.


Intan tersenyum dan mengangguk. "Makasih ya Sam."Balas Intan.


Sammy tersenyum dan mengangguk, laki laki itu lalu pamit mengangkat tangan ny untuk tanda perpisahan. Intan pun membalas hal yang sama.


Sam masuk ke dalam mobil dan dari dalam melihat wanita itu.

__ADS_1


Intan tersenyum senang, hati nya rasanya berbunga bunga karena ada yang begitu perhatian pada nya, Meski sebelum ny sang mantan kekasih juga perhatian pada nya, Tapi itu hanya lah perhatian telefon, tidak pernah di tunjukan lansung, apa lagi sampai datang ke rumah seperti apa yang di lakukan Sam saat ini.


Bu puji keluar bersama Pak Broto. "Itu siapa yang barusan pergi?." Tanya Bu Puji.


"Sammy ma."


"Loh, bukan mama dengar mobil nya baru datang ya, kok sekarang udah pergi, kamu gak ajak dia masuk?." Tanya Bu Puji.


"Kata nya udah malam ma, Dia datang untuk ngantar ini buat Intan, obat nyeri otot."Balas Intan.


"Oh."Pak Broto dan Bu puji tersenyum setelah mendengar tujuan Sammy datang sebentar.


Intan ke kamar dan memeluk Obat itu, Ia benar benar terhipnotis dengan sosok laki laki yang begitu perhatian pada nya. wanita itu sendiri tidak tahu apa arti dari kegembiraan di hati nya, Tapi ia merasa senang karena ada yang peduli pada nya.


•••


Intan dan Friska kembali lari pagi, Intan kini benar benar mengfokuskan diri nya untuk kurus dan dengan dukungan sepupu nya, ia jadi memiliki teman untuk melakukan nya.


"Nanti kita ke mall yuk."Ajak Friska.


Intan pun seketika ingat kalau ia amemiliki janji bertemu dengan Kristin.


"Gak bisa, Aku mau ketemu teman."Balas Intan.

__ADS_1


"Gak boleh ikut?."


"Gak boleh."


"Pelit."


"Biarin. Malam aja kita jalan nya kalau mau, nanti aku ajak Reno sekalian."Ucap Intan.


"Ngapain sih bawa nama di cowok aneh itu, tapi kamu pasti ada rencana mau ajak si tampan itu kan, Cie ketahuan gak mau di ganggu."Ucap Friska. Kembali ia di goda Sepupu nya itu.


"Becanda kali."


"Ah, benaran juga gak apa apa kali Tan."Balas Friska.


Intan tersenyum menggelengkan kepala nya. dan masih sembari berlari kecil.


"Eh, Tapi Sammy belum punya pacar memang nya?."Tanya Friska.


"Bukan apa sih, cuma takut aja, nanti kamu dapat masalah, soal nya Sammy pun nampak Care banget sama kamu Tan." lanjut nya.


pertanyaan Friska membuka pikiran intan. kalau mungkin memang ada hati yang harus ia jaga, agar tidak menimbulkan ke salah pahaman yang tidak di inginkan.


"Aku gak pernah nanya sih."Balas Intan.

__ADS_1


"Harus tanya dong Tan, Kalau gak tanya, nanti kamu gak tahu, Sammy sih baik orang nya, Cocok lah buat kamu, tapi kamu harus pastikan dulu status dia. Siapa tahu dia udah punya pacar, atau jangan jangan istri."Balas Friska.


"Gak usah cocok cocokan dech."Balas Intan yang enggan membalas tentang diri nya dan Sammy yang mungkin bisa memiliki hubungan.


__ADS_2