
Saat sampai di rumah, Intan dan Sammy turun dari mobil. Intan berjalan menghampiri Sammy.
"Sam, Makasih ya, untuk beberapa hari ini kamu udah banyak bantuin aku, kamu juga temani aku, kalau kamu gak di samping aku kuatkan aku, aku gak tahu aku harus bersandar sama siapa lagi. makasih ya Sam sekali lagi."Ucap Intan dengan senyuman dan mata yang tampak sayu.
"Sama sama Intan, Aku sangat senang bisa menemani kamu. Aku percaya kamu bisa melewati semua nya."Sammy menepuk pundak Intan, wanita itu tersenyum. merasa. memiliki kekuatan baru yang di salurkan oleh laki laki yang ada di depan nya saat ini.
"Aku harus ke kantor dulu ya."Ucap Sammy. Intan tersenyum mengangguk.
"Hati hati Sam."Balas Intan.
Setelah berpamitan dengan intan, Sammy pun menjalankan mobil meninggalkan halaman rumah intan, Intan yang masih melihat mobil itu berjalan pergi meninggalkan kepulan asap, Saat Intan berbalik untuk pergi, Bu Puji datang menghampiri Putri nya.
"Sayang, Kamu gak jadi balikan kan samam Kevin?." Tanya Bu Puji dengan rasa penasarannya.
"Ma.. intan kan sudah bilang cuman antar balik barang barang Kevin."Balas Wanita itu sembari berjalan masuk.
"Mana tahu kamu berubah pikiran, tapi Mama senang banget dengar kamu ga Ke pancing lagi."Ucap Bu Puji. Intan menghela nafas berat, Memutar mata malas nya.
__ADS_1
"Mendingan kamu sama Sammy, jelas dia tampan, Pinter, kerja keras., Dia juga baik kan sama kamu."Ucap Bu Puji.
Intan hanya diam saja, wanita itu berjalan ke dapur untuk menuang segelas air untuk ia Teguk, dan ibu nya masih mengikuti nya.
"Iya kan sayang?."
"Iya Ma." balas nya agar ibu nya berhenti bicara.
Sejujur nya di hati Intan saat ini, Ia terlalu takut untuk terlalu cepat menilai seseorang, karena Awal Pertemuan nya dengan Kevin dan hari hari yang mereka jalani juga sangat menyenangkan dan penuh makna. hal itu lah yang sempat membuat wanita itu bertahan karena merasa sangat di cintai.
Namun ternyata semua itu hanya sementara, atau memang tidak ada perasaan cinta yang di berikan.
Saat malam hari.
Pak Broto dan Bu puji makan bersama Putri nya yang tampak masih diam. Tak banyak kata yang di ucapkan Putri nya hari ini.
Pak Broto dan Bu Puji pun bisa mengerti keadaan dan hati putri mereka yang sedang tidak baik baik saja.
__ADS_1
Hanya bunyi Piring dan Sendok yang saling berbenturan, tidak ada obrolan saat itu. Intan sendiri merasa malam ini begitu sunyi, mungkin ini malam tersunyi yang pernah terjadi di meja makan, Karena Biasa nya selalu ada Obrolan antara ia dan kedua orang tua nya.
"Pa, Intan mau bekerja di kantor Papa. tapi Intan tidak mau menduduki posisi yang tinggi, Intan mau mulai dari bawah, intan mau belajar dulu."Ucap wanita itu saat Ia sudah selesai makan.
Pak Broto dan Bu Puji pun tersenyum saling melihat.
"Iya iya, Kapan kamu siap, Kamu bilang saja."Ucap Pak Broto.
"Nah gitu dong, Baru anak Papa, Kalau perusahaan Papa bukan kamu yang teruskan siapa lagi."Balas Pak Broto. Intan tersenyum dan mengangguk.
Meski Intan lebih suka terjun di dunia entertainment walau hanya di belakang Panggung, Intan sangat suka menguluti nya, namun Ia ingin mencoba hal yang baru, Untuk melupakan Masa lalu.
"Aku ke kamar dulu, aku Udah selesai."Ucap Intan sembari bangkit berdiri.
"Papa ga nyangka, Sammy begitu cepat bisa membuat Pikiran Intan berubah."Kata Pak Broto.
"Iya Pa, Mama jadi senang dengarnya."Balas Bu puji.
__ADS_1
kedua nya saling bicara setelah putri mereka meninggalkan Meja makan dan kembali ke kamar.