
Pagi itu.
Intan yang masih tidur di kagetkan Guncangan di tempat tidur yang membuat ia Meloncat Bangun, karena berpikir sedang ada Gempa yang terjadi.
Namun saat Ia melihat ternyata itu adalah Sepupu nya Yang datang dari jauh membuat ia menghela nafas berat.
"Ha ha ha, Kau terkejut ya." Ucap Friska Sepupu Intan.
"Tidak, Aku tidak terkejut, Dasar kau ini, Masih berani bertanya."Ucap Intan mengelus dada nya.
Friska tertawa. "Maaf, Kau tak ingin memeluk ku." Friska membuka kedua tangan nya bersiap menerim pelukan.
Intan masih agak kesal, Namun Ia segera tersenyum memeluk sepupu nya yang sangat dekat dengan Nya. Friska adalah Sepupu Intan yang sejak kecil dekat dengan nya hingga mereka Lulus Sma, Namun saat ayah Friska Yang harus di pindah tugaskan oleh kantor tempat ia bekerja, Friska dan keluarga pun ikut di boyong keluar kota.
"Aku merindukan."Ucap Friska.
"Aku juga, tapi kenapa kamu kesini tidak mengabari ku Fris?"balas Intan.
"Kau tidak bisa di hubungi, Ponsel mu mati, saat aku dengar dari Tante Puji, ternyata kau sedang patah hati, jadi aku kesini." Tutur Friska.
__ADS_1
"Terus, memang nya kau bisa apa?." Tanya Intan tersenyum menatap sepupu nya.
"Tentu saja aku bisa mengobrak abrik hati mu, Aku akan membuat mu lupa kalau kau punya mantan seperti dia."Ucap Friska. Intan tertawa mendengar nya.
"Sudah lah, cepat lah mandi, kau bau sekali seperti...."
"Seperti apa?."
"Seperti mantan mu." Friska tertawa. Intan Cemberut.
"Cepat lah, Aku tunggu di meja makan. nanti kita gym, Aku akan menemani mu."Ucap Friska sembari berlalu pergi.
"Dari mana dia tahu aku gym."Batin Intan. namun ia terlambat bertanya karena Sepupu nya sudah keluar dari kamar nya.
•••
Saat Intan keluar dari kamar. sejenak ia merasa lebih segar setelah keramas, Hati nya yang sakit sedikit rasa nya menghilang karena ia tidak memikirkan nya.
Saat tengah mengeringkan rambutnya dengan Hairdryer tiba tiba Ponsel nya berdering. Ia pun melihat itu telefon dari Kristin. Namun segera dengan cepat intan menolak nya, Ia sama sekali tidak mau lagi berkomunikasi dengan wanita itu.
__ADS_1
setelah ia mematikan teleponnya, sebuah notifikasi sebuah pesan masuk.
Intan membuka nya dan melihat isi pesan yang di kirim Kristin untuk nya.
"Intan, aku tahu kamu marah pada ku, tapi ada sesuatu yang harus aku jelaskan pada mu, Aku harap kamu mau bertemu dengan ku sebentar, Terserah setelah itu apa yang ingin kamu putuskan." Isi pesan dari Kristin.
Intan sejenak diam. memikirkan apa ia harus bertemu dengan wanita yang sudah bermain belakang dengan kekasih nya.
"Baik lah, Besok siang di Cafe biasa."Balas Pesan Intan.
Setelah membalas nya, Intan lalu turun dan Friska duduk tertawa bersama kedua orang tua nya.
"Hm.... ini yang ku takutkan, Nanti aku akan menjadi anak tiri karena kau mencuri perhatian Mama dan Papa."Ucap Intan. Friska dan Bu Puji saling melihat sebelum kedua nya kembali tertawa.
"Bisa aja Nyonya Intan." balas Friska. Intan pun tersenyum.
Sosok Friska yang memang sangat Humoris dan suka Bicara membuat suasana di rumah yang sebelum nya tegang karena Intan menjadi mencair. Intan pun selalu senyum senyum di buatnya.
Kristin yang mendapatkan balasan Intan pun tersenyum penuh semangat.
__ADS_1