Tetangga Merawatku Dari Kecil

Tetangga Merawatku Dari Kecil
BAB 1 Prolog


__ADS_3

saat aku masih kecil aku sering menangis, karena setiap yang aku lakukan tidak sesuai yang aku inginkan.


orang tuaku paling tidak peduli denganku, ketika mereka bercerai mereka meninggalkan ku. aku selalu sendirian, setiap kali terjadi sesuatu.


anak dari tetanggaku sebelah selalu mengasihiku


............


Zhean duduk jongkok di pinggir jalan taman, ia menangis ketika melihat ada hewan mati di pinggir jalan taman.


"Semuanya akan baik-baik saja, Zhean. jangan menangis "Ucap Ulan memeluk dan mengelus rambut Zhean yang sedang menangis sendirian di taman.


memeluk dengan penuh kehangatan kasih sayang, merasa nyaman, Zhean memeluk kembali Ulan sambil menangis tersedu-sedu.


...........


aku sangat terganggu oleh itu. seluruh tetangga di sebelahnya, selalu bilang Bibik itu bodoh.


tapi meksipun begitu, Bibik tidak memperdulikan semua hal itu.


aku tau, orang tuaku yang meminta Bibik yang masih muda itu merawatku.


.............


"Bersihkan yang benar. "Ulan yang sedang mandi dengan Zhean, menggosok lengan kanan nya.

__ADS_1


"Jangan sentuh aku! aku bisa sendiri. "Ucap Zhean dengan nada suara kesal ketika di sentuh lengan,dengan penuh kelembutan


............


ketika aku masih kecil, aku masih memiliki kebencian terhadap kedua orang tuaku.


.............


"Zhean aku membuat nasi goreng telur.. "Ucap Ulan dengan wajah tersenyum ketika membuatkan makanan kesukaan nya.


"Ahhh...!! kau mencampurkan nya dengan bawang merah..? itu mengganggu.!! "Ucap Zhean dengan nada kuat dan tatapan mata kesal


..........


tidak peduli seberapa nakal aku terhadap nya


...........


"Aku membencimu Bibik. "Ucap Zhean mendorong nya ketika ia sedang bermain game di rumah.


"Wahh.. seram nya. "Ucap Ulan dengan tatapan mata menyipit dengan ekspresi wajah senyum.


Walaupun Zhean selalu mengucapkan kata-kata yang kasar, Ulan sama sekali tidak memperdulikan hal itu, ia justru tersenyum dengan nampak bahagia.


"Bibik aku mau handphone baru, cepat belikan"Ucap Zhean dengan permintaan egois.

__ADS_1


"Punya Bibik aja pakai, lagian Bibik tidak terlalu paham dengan handphone. "Balas Ulan memberi handphone nya kepada Zhean. dengan ekspresi wajah tersenyum.


Walau Zhean selalu meminta sesuatu yang cukup mahal, Ulan selalu tidak mengeluh.


"Bibik. nanti ketika aku sekolah jemput yah, awas kalo telat jemput. "Dengan tatapan mata benci kepada Ulan.


"Iya-iya. nanti Bibik jemput kamu ketika pulang sekolah dan tidak terlambat. " Tersenyum ketika Zhean meminta sesuatu kepada nya, walaupun sedikit egois.


*


*


Jam pulang sekolah. Ulan pun bergegas menjemput Zhean di sekolah nya. dengan berlari karena ketinggalan Bus yang seharusnya yang seharusnya datang jam 11:00 , Ulan justru sampai di halte bus jam 11:22


"Bibik. kamu terlambat 22 menit, aku menunggu di sini cukup lama tau. "Ucap Zhean marah kepada Ulan yang lama sampai ke sekolah.


"Ha ha ha maeaf kan Bibik, Bibik tadi ketinggalan Bus. dari pada itu ini Bibik membelikan minuman untuk kamu. "Ucap Ulan tertawa ketika Zhean marah kepada nya


"Tidak butuh, aku tidak haus. kau saja yang meminumnya sialan "Zhean yang menghindar dari tatapan mata Ulan ketika tersenyum.


"Bibik paham ko. hahaha, minum aja Bibik tidak haus. "Ulan yang memberikan meminum yang iya beli di warung.


*


*

__ADS_1


*


...makasih buat yang tidak sengaja mampir di novel ini 😇...


__ADS_2