Tetangga Merawatku Dari Kecil

Tetangga Merawatku Dari Kecil
Bab 25 Kenapa


__ADS_3

Seri yang sangat penasaran dengan perdebatan itu lalu ia keluar untuk memastikan dengan siapa Alam mengobrol.


Ulan terdiam kaget dengan apa yang ia lihat sekarang, ekspresi wajahnya menujukan kebingungan, siapa dan apa seperti apa hubungan mereka? itulah yang dipikirkan Ulan.


"Ahhh...! "Ulan mundur perlahan dari hadapan Alam


Terlihat ekspresi kebingungannya Alam untuk memperjelaskan dengan apa yang ia lakukan itu


"Kaka.. kenapa kamu ada disini? "tanyanya si seri dengan tatapan bingung campur takut


Pakaian seksi Seri dihadapan Ulan, membuat pikiran Ulan bingung, apa yang mereka lakukan didalam hotel berdua dengan pakaian sedikit terbuka kedua orang tersebut, itulah yang dipikirkan olehnya


"Apa yang kalian berdua lakukan didalam hotel.?"tanya Ulan tampak khawatir


"Be... bekerja, mengurus formulir "gugup alam menghindari tatapan mata Ulan


".. Kam..kami hanya bekerja Kaka!, dan apa yang kakak lakukan disini.?"grogi tampak khawatir seri


"Bekerja..? apa harus berpakaian seperti itu."Tatapan meragukan Ulan


"Tidak.."Terhenti dari kata tidak dan mengganti dengan kalimat 'iya"..Iya..! soalnya berada di hotel sedikit panas udaranya."ucap alam dalam membuat alasan


"Panas? tapi AC dalam ruangan kalian hidup tu, dan seingatku hotel di sini kualitas nya sangat baik dan lengkap, apalagi suara di hotel ini kedap suara."meragukan Ulan dengan apa yang suaminya katakan


".......


"Tidak kak.. kami hanya."terhenti dari ucapannya

__ADS_1


"Aku tidak ingin mendengar alasan yang kalian buat itu, aku tau apa yang kalian lakukan di dalam, jangan membodohi aku setelah apa yang kalian lakukan ini, dengan berpakaian seperti itu bagaimana orang tidak curiga, coba."katanya Ulan sambil menatap datar


"Kaka...Kaka Jangan berfikir yang tidak tidak, kami hanya bekerja disini."ucap seri


"...."mengertakan gigi Ulan dengan apa yang adiknya katakan


"Sayang...?!"nada lembut alam dengan menatap melas


"Cukup... aku sudah sabar, aku sudah tidak peduli lagi dengan apa yang kalian lakukan."Ulan balik badan lalu berjalan keluar dari ruangan itu


...


Di luar hotel, di dalam mobil. Duduk dengan memegang setir mobil.


Aku tidak merasakan apapun dengan apa yang dilakukan suamiku, hanya saja aku kesal kepada adikku.


Yang herannya kenapa aku tidak merasakan apa-apa, seolah aku itu tidak memiliki hubungan apapun dari sebelumnya, apa sebaiknya aku tanya ibu


Brumm..


Ulan menghidupkan mobil nya, mobil telah hidup dan tapi ketika Ulan yang hendak ingin menjalankan mobilnya, ada orang mengetok jendela mobil dari luar


tok


tok


tok

__ADS_1


Berhenti dari menjalankan mobilnya, setelah itu ia membuka jendela tapi Ulan ketika menatap jendela itu dan siapa yang mengetok pintu itu, ia menujukan reaksi wajah datar sambil mengepalkan tangannya dalam memegang setir


"Apa..!"ucap Ulan dengan singkat sambil menatap datar


"Tunggu dulu... kamu mau kemana, aku belum selesai bicara."ucap alam terlihat ia seperti berlari dari hotel tergesa gesa sehingga nada dan nafas nya tidak teratur


"Emang kamu mau bicara apa."Ulan mematikan mobil nya


"Kamu keluar dulu dari mobil, kita ngobrol di cafe saja"ucapnya alam dengan tatapan mata cerah


"Kalo aku tidak mau bagaimana? "ucap Ulan, lalu ia menutup jendela mobilnya dengan perlahan


"Tunggu sebentar. aku mau jelasan dulu agar tidak ada kesalahpahaman disini."katanya alam menahan jendela mobil yang hendak ingin ditutup


"Aku tidak butuh penjelasan, dan aku juga tidak peduli dengan hubungan kalian berdua, aku tidak akan bilang kepada siapapun, aku akan tutup mulut tapi.?"terhenti dari kata katanya Ulan, ia menunduk kepala sedikit rendah, tangannya mengepal menujukan reaksi kesal kepada suaminya


"Tapi! tapi apa?."ucap alam ingin tahu


"Tapi...!aku ingin kita cerai.! "dengan ekspresi senang nya Ulan melontarkan kata-kata tersebut, ekspresi tersenyum untuk menutupi kebenciannya, lalu ia menghidupkan mobil nya dan menjalankan mobilnya


Ulan tidak peduli dengan ketokan pintu itu dan teriak 'berhenti' dari suaminya.


Terlihat dari sepion dalam mobil, suaminya mengejar tapi Ulan tidak mempedulikannya, ia tetap melanjutkannya


Karena Ulan tidak berhenti dari mobilnya, alam berhenti dari larinya, ia berdiri di tengah-tengah jalan raya itu dan menatap khawatir campur sedih, tangan mengepal erat sampai gemetar, tanpai disadari, ia meneteskan air mata


"Kenapa aku menangis..? dan kenapa aku yang terlihat lebih sedih..? padahal dia biasa-biasa saja melontarkan kata tersebut, apa aku telah jatuh cinta denganya?

__ADS_1


Mobil melakson terus menerus, berteriak emosi orang yang hendak ingin lewat di jalan kepada alam yang berdiri di tengah-tengah jalan raya itu


__ADS_2