
Ternyata orang yang membawa Lamborghini itu adalah Ulan. Ulan berubah begitu banyak, wajahnya yang cantik pakaian terlihat begitu mahal dan mengenakan kacamata hitam, hingga sulit untuk mengira kalo itu adalah Ulan yang dulu.
Zhean sudah tidak berada di Alfamart itu, ia sudah jauh dan menuju rumah untuk menyiapkan makan malam sendiri.
........
Sesampainya di rumah Zhean
"Tidak tau kenapa ketika aku melihat mobil orang itu tadi aku merasakan perasan yang senang, seolah jika itu adalah orang yang aku kenal, aku tidak pernah memiliki teman yang kaya raya kecuali Linda. .."Dalam batin Zhean yang sedang memasak mie nya.
Zhean yang telah selesai memasak makanan malam nya, ia tiba-tiba mendapatkan telepon lagi dari Lindah.
Tuuuu....
"Zhean.. kamu sudah makan belum. "Tanya Linda berada di kamar nya
"Ini lagi makam...! malam-malam menelpon emang ada apa.? "Ucapnya Zhean yang sedang duduk di kursi makan dapur.
"Tidak ada aku hanya ingin mendengar suara kamu saja!.."Ucapnya Linda tersenyum sendiri
"Hummm....! kamu di sana pacar kamu seperti apa, apakah dia kaya melebihi kamu, atau hanya tampan saja. "Tanya Zhean penasaran..
"Ak-aku.?.. kalo kamu penasaran kesini saja pulang ke Palembang. "Raut wajah Linda terlihat kecewa seketika. ketika mendengar ucapan Zhean
__ADS_1
"Aku masih memikirkan.. "Zhean terlihat bingung
Zhean bingung untuk rencana kedepan nya, karena tidak mungkin jika Bibik nya tidak memiliki laki-laki lain, Zhean selalu berfikir bagaimana agar bisa bertemu dengan Ulan, dan bagaimana jika bener bener bertemu akan kah Ulan seperti dulu atau banyak perubahan.
Itu adalah bayangan yang selalu terfikir oleh Zhean, pikiran yang selalu menghantui tiap hari, dan merusak suasana nya yang nyaman.
Tuuut...
Suara telepon di matikan..
"Sebenernya aku takut untuk menemui Bibik, takut jika ia banyak berubah, akan kah aku harus menyerah mencari Bibik, tapi kenapa perasan hati ku begitu sakit untuk melupakannya. "Dalam batin Zhean berfikir untuk kedepan nya, karena tidak menjamin jika Ulan berharap Zhean kembali.
Karena jika di pikir pikir, Kenapa Ulan tidak memberikan kabar kalo ia tidak kembali, jika bener bener Ulan tidak ingin kembali kenapa tidak memberi tahu kepada Zhean.
Waktu sudah malam.. Zhean pun kembali kekamar nya untuk tidur....
..........
Pagi hari jam 06:23.
"Huuaam..."Menguap Zhean dari bangun tidur nya.
Zhean ketika bangun tidur ia langsung membuka handphone nya yang berada di meja dekat kasur tidur. Ketika melihat jam pukul 06:23 Zhean langsung duduk dan turun dari kasur tidur untuk bersiap-siap berangkat kerja.
__ADS_1
Langsung menuju kamar mandi untuk cuci muka agar terlihat segar dan tidak mengantuk lagi.
tuuut...
Suara telepon berbunyi ketika sedang cuci muka.
"Siapa..? pagi-pagi sudah menelpon. "Ucapnya Zhean kesal.
"Kamu lagi apa.? Sudah makan belum sudah mandi belum. "Tanya Linda baru bangun tidur dari kasus nya
"Aku sedang cuci muka, dan belum makan pagi lagian siapa juga yang menyiapkan makanan pagi orang tinggal sendirian di rumah, sudah yahh.. aku mau berangkat kerja ini takut telat. "Ucap Zhean berjalan menuju dapur untuk minum.
"Yasudah.. hati hati yah kalo bekerja. "Ucap Linda tersenyum senang.
Tuuut....
telpon dimatikan oleh Zhean...
"Linda sebenarnya ada apa si.. hampir setiap hari menelpon, aku takutnya pacar nya cemburu karena setiap hari Linda selalu menelpon ku. "Zhean merasa bersalah.
...*...
...*...
__ADS_1
...makasih buat pembaca Novel ini 😇,...