
Di sisi lain yaitu Palembang.
Zhean sekarang berada di rumah Kos, tidur tiduran di kasur sembari menatap ponselnya yang menyala di atas wajah. ia membuka WhatsApp, kontak telepon yang bernama Ulan
"Gimana kabar bibik sekarang?. aku rindu tapi aku tidak berkenan ingin bertemu.! "berbicara sendiri dengan posisi menatap layar handphone
Jam dinding menunjukkan pukul 10:11 malam. suasana yang tenang dan dihampiri rasa bosan karena tinggal sendirian.
Mematikan layar handphonenya lalu menaruk di atas kasur"Bosan...."berbalik badan dan menatap dinding yang kosong dengan warna hijau muda.
Zhean yang sedang memejamkan mata perlahan-lahan dengan tanda-tanda mengantuk berat. sudah di posisi memejamkan mata karena mengantuk tiba-tiba
Tok.
Tok.
Tok
__ADS_1
3× Suara ketokan pintu berbunyi membuat Zhean terbangun dan kaget."Sial... siapa malam malam begini datang ke rumah?.
Zhean bangkit dari tempat tidurnya, lalu ia tegak setelah itu mendekat ke pintu itu untuk membukanya, ia berfikir sejenak."Apa aku pernah memberi tahu alamat rumah kepada orang lain? "gumam nya mengingat
Di balik pintu."Zhean..! apa kamu sudah tidur.
"Linda! kenapa Linda tau alamatku, dan kenapa dia datang kerumahku? ahh sudah lh.."Zhean membuka pintu itu dengan perlahan."Ada apa? "membuka pintu setengah
"Aku hanya ingin mampir saja.!"tersenyum setelah berkata dan dihampiri dengan ekspresi tersenyum malu diwajahnya.
"Oh kalo begitu masuklah ke dalam, maeaf kalo suasana sangat sederhana, maklumi saja karena aku hanyalah orang biasa yang hidup apa adanya."kata Zhean tersenyum dengan menggaruk garuk rambutnya."berbeda dengannya, yang kaya serba ada."batinya dan menatap ke arah lain dengan tatapan penuh sadar diri
Tempat kosong hanya ada satu lemari yang di isi pakaiannya, kos Zhean seperti tempat penjara.
"Haa.. tentu saja ia nggan untuk memandang lama, karena pada dasarnya memang terlihat sangat membosankan dan malas untuk dipandang. "Menghela nafas batinya berkata
"Aku harus duduk di mana."ucap Linda memandang mencari kursi tempat duduk
__ADS_1
"Ha ha ha .. maeaf, aku tidak memiliki kursi, soalnya ini rumah kontrakan paling murah, jadi tentunya isinya sangat tidak lengkap yang penting ada tempat tidurnya aja hehe.."ucap Zhean, meringis sambil menunjuk tempat duduk untuk Ulan
"Kamu benar benar tinggal sendiri"tanya Linda menatap sedih dan keingin tahuan
"Iya... karena aku tidak memiliki siapa siapa lagi tentunya aku sendirilah."jawabnya kemudian
"Apa kamu tidak ingin mengandalkan ku sedikit pun."menatap melas penuh ketulusan di wajahnya Linda
"Jika aku mengandalkan mu, aku seperti seperti cowok yang memanfaatkan harta cewek, dong."wajah datar Zhean setelah mendengar perkataannya
"Aku tidak keberatan dengan hal itu jika kamu memanfaatkanku."kata Linda penuh ketulusan dari perkataannya
"Kamu tidak keberatan, tapi akunya yang tidak enak kepadamu."ucap Zhean posisi menudukan kepala merasakan hal aneh dengan kebaikan Linda."Dari pada kesimpulan itu, jangan bilang kamu datang kemari hanya ingin mengatakan itu saja, aku senang dengan kebaikanmu dan ketulusan hati mu, tapi seharusnya kau jangan terlalu peduli kepadaku."ucap Zhean serius
"Haa.. kenapa? apa kamu membencinya karena hal itu."heran Linda dihampiri dengan ke khawatiran di raut wajah nya
"Bukan. aku tidak enak dengan kekasihmu jika kamu terlalu menaruk hati kepada ku karena kasihan, aku takut pacarmu salah paham dengan keadaan kita."ucap Zhean
__ADS_1
"..... "Linda terdiam setelah mendengar perkataan itu dari Zhean