
Keesokan harinya..
"Kenapa Bibik tidak datang kemari. "Ucap Zhean bingung bertanya diri sendiri.
Merasa ada yang aneh, Zhean keluar rumah untuk mengecek rumah Ulan. sampai nya di sana Zhean mengetuk pintu.
"Bibik...! Bibik. "Teriak Zhean mengetuk pintu dengan kuat tapi tidak ada respon sedikit pun dari dalam.
Muncul orang dari sebelah apartemen Ulan. Ia mengucapkan. Jika orang yang di dalam rumah itu pergi pagi-pagi tadi sekitar jam 08:11.
Zhean mendengar kata-kata itu, ia langsung bergegas ke bandara dengan berlari. berlari dengan raut wajah pucat takut.
Berlari dengan sekuat tenaga, pikiran takut Jika tidak menemui untuk terakhir kali.
.........
Sampai nya di sana Zhean, terlihat wajah bingung nya, cukup ramai orang disana, cukup sulit untuk melihat wajah Ulan dengan tempat ramai seperti ini. Meksipun begitu Zhean tidak menyerah.
Zhean mencari sampai dua jam dan itupun ada pesawat terbang kedua kalinya. Ia ahirany menyerah untuk mencari nya. Duduk di kursi, tatapan sedih memandang pohon. tidak ada kata kata terakhir dari Bibik nya.
"Hahah...! "Tertawa Zhean dengan senyuman.
tuuut...
__ADS_1
Suara handphone berbunyi dari saku celananya, Zhean langsung cepat mengeluarkan handphone nya, berharap jika itu panggilan dari Bibik. pas dibuka ternyata bukan.
"Haloo.. Kamu diman? aku mencarimu dirimu tapi tidak ada. "Ucapnya Linda bertanya melalui handphone.
"Aku di bandara. "Balas Zhean dengan nada suara terdengar sedih kecewa.
"haa..! kenapa dibandara. Apa kamu akan pergi, bentar bentar aku akan ke sana. "Ucapnya Linda kaget mendengar ucapan itu. ia langsung bergegas ke bandara.
Tuuut
Suara telepon dimatikan oleh Zhean.
.........
"Pak...! cepat antar aku ke bandara. "Ucapannya Linda kepada sopir di rumah
"Siap Nyonya. "Balas Sopir itu menghidupkan mobil
........
"Bibik...! kenapa kamu tidak bertanya ? dengan ku sedikit pun, sejahat itu kamu Bibik kepada ku, aku menyayangimu dan menghargai mu seperti ibu. aku berprilaku jahat kepada kamu dulu ketika kecil, aku memiliki alasan, aku hanya takut kamu tiba-tiba meninggalkan ku ketika aku sudah sangat menyayangimu, aku sangat takut ketika kamu tiba-tiba berubah sifat kepada ku ketika aku sudah dewasa. makannya aku seperti itu ketika aku kecil kepada mu, agar kamu bisa membuang ku ketika kecil atau menitipkan kepanti asuhan, tapi tidak. kamu masih menyayangi ku tidak memperdulikan apapun yang aku lakukan, rasa takut ku pun melebihi batas sehingga aku hanya pasrah. aku menerima kasih sayang mu dan kehangatan yang kamu beri kepada ku. "Ucap Zhean bertanya dengan dirinya sendiri dalam batin.
Duduk di bangku sendiri, menatap pohon dengan tatapan kosong.
__ADS_1
ciit...
Suara mobil mengerim.
Linda melihat wajah nya Zhean dari dalam mobil terlihat sangat sedih ekspresi wajahnya zhean. ia pun menyamperi zhean yang sedang duduk melamun itu.
"Kamu nagapain di sini sendiri. "Tanya Linda kepada Zhean.
"Aku sedang berfikir..! kesalahan apa yang telah kubuat selama ini. "Jawab Zhean tersenyum.
"Pulang saja yok. "Ucap Linda tatapan bingung.
.........
"Makasih. "Ucap Zhean menundukkan kepalanya menunjukkan bahwa ia senang
"Haa.! apanya yang makasih. "Ucap Linda tersenyum bingung.
"Tidak apa-apa. "Ucap Zhean tersenyum menatap Linda.
"haha.!! Aneh? . "Linda tertawa bingung
"Ehh...! sebentar.? kamu sebenarnya dari keluarga seperti apa. "Tanya Zhean baru sadar
__ADS_1