
.............
pagi hari yang cerah di hari minggu, tidak ada kegiatan tidak ada hal penting yang harus dilakukan, menghilangkan rasa bosan di rumah yaitu menonton tv disiaran pagi hari
"Aku sangat lelah, hingga aku ingin pergi dari dunia ini. "Ucap Zhean berbicara sendiri di sofa ruang tamu sambil menonton tv
Begitu fokus menonton tv sampai tidak sadar ketika Ulan berada di rumah nya yang sedang duduk di kursi sofa berjarak 2 langkah kaki.
"Apa yang kamu ocehkan itu, ketika nonton sendiri di rumah. "Ulan tersenyum ketika Zhean berbicara sendiri ketika sedang menonton tv.
"AH nggak. "Zhean yang malu ketika di lihat berbicara sendiri.
...........
tidak tau kenapa tiba-tiba suasana menjadi canggung. Zhean merasa seperti ada sesuatu yang ingin di bicarakan oleh Ulan.
Zhean menatap mata Ulan dengan tatapan serius, karena Zhean terlalu lama menatap dengan serius. tiba tiba saja wajah Ulan menjadi malu dengan menghindari tatapan.
"Ke-kenapa kamu menatap ku begitu serius? apakah ada sesuatu di wajah aku..! "Ulan dengan nada suara gugup, dengan ekspresi wajah seperti ada sesuatu yang ia tutupi.
__ADS_1
"kalo ada sesuatu. bicarakan saja tidak perlu untuk di tutup tutup. "Zhean yang menyadari bahwa Ulan menyimpan rahasia. tapi sepertinya Zhean menyadari hanya melihat ekspresi wajah nya yang seperti kebingungan.
........
Ulan ketika sedang menutupi masalah ny kepada Zhean, ia selalu menyadari akan hal itu, meksipun Ulan hanya diam dan berprilaku seperti biasanya,
Kenapa Zhean bisa mengetahui hal-hal yang dirahasiakan oleh Ulan, meksipun Ulan tidak memberi tahunya.
"ahh..! sepertinya memang tidak bisa di sembunyikan, walaupun aku berperilaku seperti biasanya dengan senyuman. tapi sepertinya tidak bisa ditutupi. "Ulan dengan ekspresi wajah tiba-tiba terlihat sedih, karena tadinya tersenyum..
"Jelas tidak bisa kamu sembunyikan, karena kamu tahu sendiri kita sudah lama bersama. meksipun kamu menyembunyikannya dengan usaha seperti apapun itu tidak akan bisa membodohi ku dengan senyuman palsu mu "Ucap Zhean dengan ekspresi wajah dingin
"Beri tahu aku tentang masalah apa yang kamu hadapi hari ini. kita sudah lama bersama, kenapa kamu tidak pernah mengandalkan aku sedikit pun, apa kamu masih menganggap ku sebagai anak kecil..? "Ucap Zhean memegang tangan Ulan untuk meminta memberi tahu masalahnya. dengan tatapan mata terlihat sedih' karena Ulah tidak pernah mengandalkan nya.
Ulan ketika tangan nya di pegang, ia menghindari tatapan mata dari Zhean .
Terlihat bahwa Ulan masih menganggap Zhean sebagai anak kecil. karena perlakuan seperti itu membuat Zhean sangat tidak menyukai nya seolah bahwa Zhean tidak bisa di andalkan.
Tapi Ulan tidak bermaksud seperti itu sedikit pun, ia hanya tidak mau masalah nya terbawa bawa Zhean.
__ADS_1
...........
"Bagaimana agar Bibik bisa mengandalkan aku.? Bibik seperti masih menganggap ku anak kecil. aku sangat tidak menyukai nya. "Ucap Zhean dalam batin dengan tatapan mata bingung.
Tatapan mata Zhean begitu fokus, dengan ekspresi wajah seperti kebingungan. dengan tatapan mata Zhean begitu fokus dengan, Ulan.
Ulan melepaskan tangan nya dari pegangan Zhean. dan mendorong tumbuh Zhean dengan pelan hingga termundur sedikit dari nya.
Dorongan dari Ulan membuat Zhean tambah bingung., Zhean semakin mendekat ke arah Ulan ketika ia sedang menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan mata Zhean.
"Bagaimana agar Bibik bisa mengandalkan ku? apakah aku harus membuat hal Korang ajar terhadap tumbuh Bibik..!!!? "Ucap Zhean dengan tatapan mata serius
...*...
...*...
...*...
...makasih buat pembaca Novel ini 😇, maeaf jika ada kata bahasa yang susah di pahami atau ketikan yang salah (: ...
__ADS_1
...like jika kalian suka, komen kalo penasaran kelanjutan dari cerita ny 😊...