Tetangga Merawatku Dari Kecil

Tetangga Merawatku Dari Kecil
BAB 19 villa


__ADS_3

"Haha... gimana kerjanya, lancar kan. "tanya Linda membukukan tumbuh dengan perlahan, dengan menatap Zhean penuh penasaran.


"Biasa saja, kamu kemari ada apa. "jawab Zhean tatapan biasa saja kepada Linda. "apa kamu sedang menunggu seseorang..


"Aku... "jawab Linda belum selesai menjawab


"Biyar ku tebak, hum.. pasti pacar kamu, Iya kan?"ucap Zhean memegang dagu dan menjawab dengan percaya diri.


"... tidak, aku sedang menunggu seseorang tapi orang itu sedikit bodoh. "ucap Linda menatap Zhean dengan tatapan kesal.


"Katanya tidak, tapi menunggu seseorang. "tanya Zhean bingung. "terus siapa orang bodoh yang kamu tunggu itu. "Zhean penasaran.


"Ahh sudah lh, kamu pasti lapar. "tanya Linda, menarik tangan Zhean tiba-tiba. "ayo cari makan di pinggir jalan. "ucap Linda membawa Zhean kemobil nya yang sedang terparkir di pinggir jalan


"Ta-tapi.."tidak sempat Zhean melontarkan kata-kata tersebut.


Zhean ditarik oleh Linda kedalam mobil dengan buru-buru sehingga Bingung, yang membuat Zhean bingung iyalah.


"Enaknya makam apa yh.."tanya Linda sambil memegang setir nya menenggak nengok kanan kiri

__ADS_1


"He.. ini kan sudah malam, emang ada yang masih buka di malam hari. "ucap Zhean


"Eug.."terhenti Linda menengok nengok kanan kiri tersebut, karena baru sadar jika ini telah larut malam, dan tidak ada satupun warung atau lestoran yang masih buka. "Mau aku masakin saja hehe. "ucap Linda menahan malu karena tadinya begitu semangat untuk mencari makan di restoran


"Tidak usah, ini sudah larut malam aku makan pagi saja."ucap Zheng menggelengkan kepala. "kamu sebaiknya pulang saja, ini sudah malam tidak baik perempuan begadang, nanti pertumbuhan kamu terhambat. "ucap Zhean mengecek handphone untuk melihat pesan masuk.


"Ha.. terhambat, maksudnya? "tanya Linda


"Tidak, aku tadi hanya bicara sendiri.


Jalan raya begitu sepi, hanya ada satu atau dua kendaraan yang lewat akan tetapi, itulah suasana yang terlihat begitu damai dan nyaman.


Karena ketika siang hari, jalan raya ini begitu ramai orang lewat, sehingga kadang jalan ini sering mengalami kemacetan.


"Lah.. kenapa kerumah kamu. "ucap Zhean menatap Linda dengan tatapan bingung. "apa kamu menyuruh aku untuk berjalan kaki kerumah kosan dengan sendiri. "ucap Zhean bertanya


"ini malam jadi sebaiknya kamu tidur disini saja, lagi pula kamu belum makan malam. "Linda seperti menunggu gerbang rumahnya dibuka oleh satpam.


"Ha? kamu kan membawa mobil dan mobil kamu juga ada lampu kenapa nggak sekalian antar aku saja, aku jadi merasa merepotkan kamu jika membiarkan laki-laki sepertiku tinggal bersama kamu. "ucap Zheng merasa tidak enak

__ADS_1


"Sudah aku bilang, aku tidak masalah. "ucap Linda menatap tersenyum tanpa beban. "jika itu kamu. "nada pelan Linda mengeluarkan kata-kata tersebut


"Yah.. yasudah jika kamu memaksa. "zhean pasrah terhadap tawaran Linda. "apa aku tadi tidak salah dengar, ah.. pasti hanya salah dengar tadi "kata Zhean dalam batin berfikir mengingat kata-kata tersebut.


Dalam rumah yaitu dapur.


Zhean awalnya ingin tidur langsung karena kelelahan, akan tetapi Linda justru membawanya kedapur untuk makan bersama, meksipun Zhean sebenarnya tidak lapar.!


..........


Disisi lain.. yaitu Jakarta



Rumah begitu megah, dengan warnanya yang cerah seperti susu, akan tetapi rumah begitu besarnya penghuni hanya ada 3 siapa saja itu?.


...*...


...*...

__ADS_1


...Makasih buat pembaca Novel ini 😇 Maeaf jika ada salah ketik atau bahasa yang sulit di pahami....


...jangan lupa like...


__ADS_2