Tetangga Merawatku Dari Kecil

Tetangga Merawatku Dari Kecil
BAB 7 kedatangan tamu tak diinginkan


__ADS_3

"Yaudh.. cepat masakin aku makanan cepat, aku sangat lapar. "Zhean yang menahan lapar


"Iyah iyh..! "Tersenyum Ulan kepada Zhean


"Mereka terlihat sangat akrab, dan aku juga baru tau. kalo Zhean memiliki Bibik. "Gumam Linda bingung.


"Ohh iya, Bibik mau ngomong sesuatu sama kamu, tapi kamu jangan salah paham. "Ucapnya Ulan kepada Zhean


Zhean yang tadinya sedang melamun menonton tv, dia langsung menoleh kearah Ulan yang sedang memasak.


Berjalan kearahnya Ulan dengan tatapan tajam.


"....... "Merasa takut Ulan ketika didekati Zhean dengan tatapan matanya yang menakutkan.


"Bibik...! katanya mau ngomong sesuatu, cepat katakan. "Ucap Zhean penasaran.


Zhean sangat dekat dengan Ulan, sehingga Ulan sulit untuk membicarakan nya.


............


"Tadi Bibik bertemu dengan orangtua ku. "Kata Ulan dengan suara pelan


Zhean mendengar ucapan itu ia langsung kaget, dan langsung memegang tangan Ulan dengan kuat.


"Apa yang mereka bicarakan. "Ucap Zhean penasaran


"Mereka hanya ingin aku pulang. "Tatapan menyipit Ulan kepada Zhean


"Oh.. seperti itu! jadi apa jawaban Bibik. apa Bibik setuju dan Bibik akan pulang. "Ucap Zhean sedih, melepaskan tangan nya dari Ulan


"Bibik tidak tahu, tapi Bibik tidak ingin pulang, meksipun mereka memaksa. "Kata Ulan dengan tatapan mata serius


"Terserah Bibik..! tapi aku tidak ingin Jika Bibik pulang begitu saja. "Ucap kirito bingung.

__ADS_1


Suasana tiba tiba menjadi canggung. Mereka berdua pun saling menghindari pandangan.


"Hoi ada apa dengan kamu dan Bibik kamu. tadi terlihat sangat akrab.! sekarang tiba tiba aku merasakan suasana yang begitu canggung."Ucap Linda merasakan


"Tidak apa apa..! itu sudah biasa. "Ucap Zhean menghindar pandangan Ulan


..........


Waktu sudah sore. Pukul 17:33


"Dahh ...! kapan kapan aku berkunjung lagi. "Ucap Linda tersenyum kepada Zhean.


"Tidak perlu sialan..."Zhean dengan tatapan dingin.


Ketika Linda pulang, suasana di ruangan itu kembali canggung, mereka terlihat seperti baru berkenalan sehingga tidak berani bicara.


"Ak..."Ulan yang hendak ingin bicara tidak jadi.


Zhean ketika menatap Ulan ia tidak memalingkan wajahnya kearah lain. fokus menatap wajah Ulan begitu serius, sehingga Ulan merasa malu.


Ketika Ulan hendak ingin menghindar tatapan itu, Zhean mendekat, Ulan mundur perlahan ketika Zhean mendekat.


Ulan terus mundur dengan perlahan, karena mundur perlahan. ia pun berdekatan dengan Zhean, sehingga sulit untuk menatap kearah lain.


"A-ada apa dengan wajah ku. "Kata Ulan memandang sedikit kewajah Zhean.


"..... ! Bibik...! kamu tau tidak dengan perasaanku terhadap mu. "Zhean begitu dekat dengan wajahnya Ulan


"Ti-tidak tahu..? "Ulan menyipitkan matanya ketika bertatapan dengan Zhean.


Zhean begitu dekat dengan bibir Ulan sehingga merasakan nafas dari bibir satu ke satunya.


Jantung begitu kuat bersuara sehingga terdengar, telinga ke telinga

__ADS_1


"Bibik......!


"......!


Tok


tok


tok


Suara pintu mengetok dari luar.


Mendengar suara pintu itu, mereka sontak kaget dan langsung menjauh.


"Sial..... "Ucap kirito kesal.


Ulan menuju pintu untuk membukanya.


"Sebentar. "Ulan berjalan menuju pintu.


"Ternyata benar. "


Ulan ketika membuka pintu, terlihat ia sangat kaget sehingga tidak bergerak sedikit pun dari pintu, bahkan tidak mengucapkan sedikit kalimat hanya diam dan kaget. mematung


"Siapa itu Bibik, kenapa hanya diam. "Ucap Zhean bingung


Zhean karena penasaran ia berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.


...*...


...*...


...Makasih buat pembaca Novel ini 😇. masih pemula like yh kalo suka.....

__ADS_1


__ADS_2