
lima tahun kemudian, kini umur Zhean sudah delapan belas tahun.
..........
Aku memilih seorang yang aku sayang dan orang yang akan aku jaga apapun itu yang terjadi, meksipun itu masalah keluarga. atau pun itu harus merenggut nyawaku
karena dialah satu-satunya yang menyayangi ku dengan kasih sayang penuh ketulusan, meksipun aku selalu berperilaku nakal dan selalu mengucapkan kata-kata yang bisa menyakiti hatinya. tapi itu hanya masa kecilku, kini tidak lagi.
yang membuatku heran adalah? kenapa meskipun aku berperilaku jahat terhadap nya, ia tidak pernah memarahiku sedikit pun. bahkan aku pernah menendang atau melempar benda sesuatu kepadanya.
aku sangat menyayangi nya karena dialah aku bisa hidup bahagia, dengan penuh kehangatan kasih sayang Pelukan.
orang tuaku saja tidak pernah memelukku sedikit pun, bahkan ketika ia melirik ku. itu penuh dengan tatapan kebencian.
mereka membenciku ketika aku berumur delapan tahun, aku sadar ketika mereka membenciku walaupun aku masih kecil. yah itu hanyalah perasaan aku saja, seolah aku itu dijauhi orang tua ku sendiri. yang seharusnya orang tua menyayangi anak nya dengan kasih sayang mereka. tapi itu tidak berlaku terhadapku.
tapi itu hanyalah Kisa lama yang seharusnya di lupakan, itu pun aku masih berusaha untuk meluapkan hingga kini.
...............
__ADS_1
"Aku membuat nasi goreng telur kesukaan kamu hehe. " Senyuman Ulan ketika memasakkan makanan kesukaan Zhean.
tidak tau kenapa ketika Ulan memasakkan makanan kesukaan Zhean ia selalu tersenyum, manis. menerima masakan yang ia buat membuat Zhean menyukai tanpa rasa bosan hingga dewasa.
Zhean tingggal di rumah kos yang berada di lantai empat, sedangkan Ulan berada di lantai dua. Ketika Zhean bisa mencari uang sendiri ia pun mencari rumah kos sendiri dengan hasil kerjanya.
Ulan tidak mempermasalahkan ketika Zhean berada di rumah nya bersama. tapi mau bagaimana pun Zhean merasa tidak enak menumpang terus menerus hingga dewasa.
"Huwa...! makasih Bibik, maeaf selalu merepotkan kamu. "Ucap Zhean merasa tidak enak
"Ah..! aku tidak maslah ko, justru itu kemauan ku hehe. "Ucap Ulan tersenyum tidak mempermasalahkan hal itu.
"Aku makan yah. "Zhean mengambil makanan yang Ulan buat
"Iyah. "Balas Ulan dengan tatapan bahagia.
"Aku merasa tidak enak, jika hanya aku yang makan makanan ini. Bibik harus makan bersama ku, aku ambil sendok satu lagi. " Ucap Zhean dengan perasan tidak enak jika hanya ia yang makan.
"Ti-tidak usah, kamu saja yang makan Bibik sudah kenyang makan tadi. "Balas Ulan dengan wajah menginginkan sesuatu dari makan.
__ADS_1
"Ohh tidak mau, kalo seperti itu harus kah aku menyuapimu. "Ucap Zhean
"Ti-tidak usah. "Ucap Ulan menolak.
meksipun Ulan menolak, Zhean tetap melakukan. walaupun tadinya Ulan menolak, sekarang ia mau jika di paksa.
.............
waktu sudah sore begitu cepat
"Mau ku antar pulang. "Ucap Zhean dengan ekspresi wajah seperti kecewa.
"Tidak usah, aku pulang sendiri aja. "Ucap Ulan menolak.
Walaupun mereka terlihat seperti sepasang kekasih tapi mereka tidak memiliki hubungan seperti itu, Zhean merasa Ulan hanya khawatir terhadap nya yang hidup sendiri.
"Hati hati ketika berada di jalan. "Ucap Zhean khawatir
"hahaha.. ! kan hanya dekat di sinilah tidak jauh yang harus keluar rumah. "Ucap Ulan tertawa karena terlalu menghawatirkan nya
__ADS_1