
Waktu terus berlalu, yang artinya Zhean akan pulang ke Palembang jika sudah satu minggu tidak bertemu Ulan.
Ada perasan sesak dan penyesalan tapi tidak tahu harus berbuat apa.
"Sudah cukup lama aku di Jakarta, tujuan aku ke Jakarta hanyalah ingin bertemu Bibik dan mengajaknya pulang dan itu jika Bibik mau pulang bersama ku, sebenernya apa yang aku harapkan jika di pikir pikir sepertinya aku di sini hanyalah membuang waktu ku saja. "Ucap Zhean memandang rumah kontrak nya dari kejauhan,
Zhean ingin pulang ke Jakarta tapi tidak tahu tujuan selanjutnya, karena jika ia pulang juga tidak ada siapa siapa yang menunggu, tapi jika tidak pulang maka ia akan terpikir Ulan terus menerus.
..........
"Sebenernya apa yang akan aku lakukan selanjutnya? ..tidak memiliki orang tua tidak memiliki kekasih, sungguh kehidupan yang membosankan. "Ucap Batin Zhean sambil berjalan menuju bandara
Tuuu📞
tuuuu
Suara telepon dari Linda
"Halo..."Suara Linda
"Apa lagi,. "Jawab Zhean lelah
"Bagaimana, kamu jadi pulang ke Palembang kan kalo jadi nanti aku jemput. "Suara Linda terdengar bahagia.
"Iya jadi, makasih jemputanya tapi tidak usah. "Ucap Zhean merasa tidak enak.
"Okeh aku jemput. "Ucap Linda langsung mematikan telepon nya, agar tidak ingin dengar kata lain.
__ADS_1
"He tunggu aku belum selesai bicara.. ahh sudah lah emang seperti itulah dia. "Ucap Zhean tersenyum bahagia, karena masih ada yang peduli kepada nya yang hidup sendiri.
Zhean berjalan melewati taman sembari mengenang-ngenang kenangan yang telah berlalu, karena tempat taman adalah penenang pikiran nya jika sedang merasakan sedih.
Walaupun tidak terlalu mengenang tempat itu tapi tempat itulah yang membuat Zhean selalu Tenang pikiran nya.
.........
Ketika Zhean Berjalan melewati taman itu, ia melihat mobil berjenis Alphard terpakir di pinggir jalan, terpikir kenangan ketika ia melihat gadis kecil.
"Ehh.. itu sepertinya mobil gadis kecil sultan itu, sedang apa dia di taman. "Ucapnya Zhean memasuki taman untuk melihat gadis kecil itu terakhir kali.
Zhean berjalan menuju kursi yang ia biasa duduk di taman. Zhean berhenti ketika melihat kursi itu dari jarak yang lumayan jauh.
"Sepertinya itu adalah ibu gadis kecil itu,...? ehh bentar bukan kah itu Bibik! "Zhean menatap kembali dengan tatapan tajam dari kejauhan untuk memastikan jika ia tidak salah lihat. "Iyah..! ternyata dia adalah Bibik! jika itu Bibik terus gadis kecil yang dia elus rambutnya itu siapa,? apa jangan-jangan. tidak itu tidak mungkin. "Zhean melangkah maju untuk bertanya dengan Bibik nya, karena sudah sekian lama tidak bertemu dengan nya.
Terlihat tatapan mata Zhean begitu bahagia dan senyumannya menggambarkan bahwa ia sangat senang sehingga tidak ingin kembali ke Palembang.
"Ibu... bagaimana jika kita beri tahu ayah. "Obrolan gadis kecil itu dengan Ulah terdengar dari kejauhan.
Zhean terhenti dari langkah kakinya ketika mendengar kata ibu dari gadis kecil.
"I-Ibu?. apa.. itu tidak mungkin,. "Ucap Zhean tatapan takut, mundur dari jarak mereka berdua
Ketika Zhean melangkah mundur, gadis itu memanggil Zhean, karena ia melihat nya dari kejauhan.
"Kaka... kenapa dengan kamu, Kaka terlihat sangat kaget syok, seolah Kaka melihat kekasih lama dan bertemu kembali saja. "Ucapnya gadis kecil itu melihat Zhean berjalan mundur.
__ADS_1
Zhean terhenti dari langkah kakinya, karena ketahuan ia pun berjalan maju.
Ketika mendekat ke arah mereka berdua, Ulan seperti tidak mengenal Zhean, terlihat tatapan Ulan biasa saja tidak ada reaksi apapun seolah Zhean adalah orang asing yang tidak sengaja bertemu dengan anaknya.
"Kaka, namanya siapa? terima kasih sudah berbuat baik kepada putriku di Minggu yang lalu. "Ucap Ulan tersenyum dan tidak mengenal sama sekali dengan Zhean.
"Ha-ah tidak apa-apa, lagi pula aku tidak melakukan apa-apa. "Senyum palsu Zhean menghindar dari pandangan Ulan. "Bagaimana anda tahu jika aku pernah bertemu dengan putri anda. "Zhean bertanya
"Sebenarnya putriku memberi tahu, yang katanya ada Kaka yang baik tapi lucu, karena di sangkah nya kalo ia tersesat. "Ucap Ulan tersenyum mengingat cerita anak nya
"Haha seperti itu yah haha. "Zhean tidak bisa berkata apa-apa, karena perasan hatinya tiba-tiba hancur seketika.
"Kaka! ada apa dengan kamu, Kaka terlihat seperti kecewa. "Kata Gadis kecil itu heran.
"Hah...Ibu kamu namanya siapa. "Ucap Zhean, mendekat gadis kecil itu den bertanya nama ibu nya
"Ulan!. nama ibuku Ulan. "Tatapan bingung gadis kecil itu
Zhen menatap mata Ulan dengan tajam dan melangkah maju mendekat di depan nya untuk memastikan.
"Ulan.."Tanya Zhean, gemetar
"Iy-iyh, ada apa dengan kamu. "Ulan menghindari tatapan mata Zhean
"Apa kamu kenal aku siapa. "Gerogi Zhean perasan takut jika tidak mengenal nya
"Emang kamu siapa, aku saja baru pertama kali bertemu dengan kamu. "Jawab Ulan dengan serius
__ADS_1
"kamu sungguh tidak mengenal ku sedikit pun.
"Maeaf, aku sungguh tidak mengenalmu. "Ucap Ulan