Tetangga Merawatku Dari Kecil

Tetangga Merawatku Dari Kecil
BAB 4 kecewa


__ADS_3

"A-ada apa. "Ulan dengan ekspresi wajahnya kebingungan.


Zhean semakin mendekat. Ulan ketika bertatapan mata dengan Zhean, ia terjatuh tidur di sofa karena saking dekatnya dengan Zhean.


"Bagaimana supaya kamu bisa menganggapku dewasa. "Tatapan mata serius kepada Ulan yang terjatuh tertidur di sofa. Zhean semakin dekat dengan tubuh Ulan yang tertidur di sofa, semakin dekat sehingga Ulan kebingungan dengan perilaku tiba-tiba nya.


Ulan hanya bisa terdiam ketika tubuh nya berada di bawah Zhean, dengan ekspresi wajah malu. semakin mendekat sehingga Ulan nampak tambah bingung,


"Kenapa Bibik hanya diam pasrah, apa Bibik masih menganggapku anak kecil, walaupun aku ingin melakukan hal seperti itu kepada mu. "Ucap Zhean dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sangat kesal.


Terdengar dari ucapan Zhean, Ulan sebenarnya tidak menganggap nya anak kecil seperti dulu.


"Iyah...! aku masih menganggap kamu anak kecil, dan aku suka perilaku kamu yang nakal seperti dulu, dan sekarang kamu juga masih nakal kepada Bibik kamu. "Ulan membalas ucapan dari Zhean, yang katanya masih menganggap nya anak kecil


Nampak kesal ketika Ulan menganggap nya anak kecil.

__ADS_1


"Apa aku masih terlihat anak kecil meskipun seperti ini kepada Bibik. "Ucap Zhean dengan nada kuat kesal nya


"Bibik tidak masalah meskipun kamu seperti itu kepada Bibik. emang kamu mau apaean Bibik ketika aku di bawah kamu hanya berdua di rumah ini. "Ucap Ulan memegang pipi zhean yang berada di atas tubuh nya dengan ekspresi wajah tersenyum, seolah tidak menganggap nya serius. meksipun Zhean seperti itu kepada nya


"Cih...! sudah lah aku membenci Bibik. "Ucap Zhean kesal kepada Bibik nya. yang tidak menganggap serius walaupun Zhean berprilaku kurang ajar.


Zhean menjauh dari atas tubuh Ulan, karena kesal.


Ulan hanya terdiam tersenyum menatap Zhean yang sedang terlihat kesal. karena menurut nya itu terlihat manis ketika sedang marah kepada nya


"Tidak usah aku masak sendiri. dan sekarang aku tidak nafsu makan. "Zhean kembali fokus menonton tv.


...........


jam terus berputar hingga pukul 12:22 siang. Zhean sepertinya masih kesal kepada Ulan karena masih tidak membicarakan nya..

__ADS_1


"Bibik mau pulang dulu yah. "Ucap Ulan berdiri dari sofa tempat duduk nya


"Tidak biasanya Bibik pulang di jam siang seperti ini, bisanya Bibik pulang rumah pasti sampai sore hari hanya untuk menemani ku. "Ucap Zhean dengan senyuman palsu nya kepada Ulan, karena tidak biasanya ia pulang di siang hari.


Ulan tidak bicara ketika di tanya oleh Zhean. ia langsung keluar dari pintu rumah Zhean, tanpa sepatah kata pun


Ketika Ulan keluar dari rumah pintunya, terlihat Zhean kecewa kepada diri nya sendiri yang tidak bisa apa apa.


"Aku hanya takut.."Gumam Zhean terlihat kesal


............


Ulan ketika keluar dari lift, tiba tiba Ia mendapatkan panggilan telepon dari nomor tidak di kenal. Ulan mematikan panggilan telepon itu, dengan ekspres sedih wajahnya.


Ia langsung menuju ke tempat yang akan ia datangi sediri berdasarkan alamat yang di kirim oleh seseorang.

__ADS_1


Satu jam sampai nya di sana, Ulan bertemu dengan ibunya yang sedang duduk di bangku lestoran. terlihat ibunya tidak sendirian, ia bersama laki laki yang lebih mudah dari ibunya.


__ADS_2