Tetangga Sebelah

Tetangga Sebelah
Kerja Dengan Musuh


__ADS_3

Yona terdiam sendirian di dalam kamar, tidak terasa aku sudah menempati rumah baru ini selama beberapa bulan.


Di sini aku mendapatkan semuanya, aku mendapatkan banyak pengalaman baru dan punya tetangga yang super menyebalkan, ya siapa lagi? Kalau bukan Rehan sih dedemit itu.


Yona cukup kaget saat mendengar ponselnya berbunyi dan ternyata itu telpon dari Maminya, entah ada apa Maminya menelpon malam-malam seperti ini? Mudah-mudahan semuanya baik-baik saja, harapan Yona dalam hatinya sembari menggeser tombol hijau yang ada di dalam ponsel.


"Hallo Yona, ini gawaatt....!!"


Suara yang cukup melengking terdengar di gendang telinga Yona, sungguh Mami ini untung saja gendang telinga aku tidak pecah.


"Mami, pelankan suara Mami! Mami bisa membuat gendang telinga Yona pecah," oceh Yona pada Maminya.


"Tapi ini gawat sekali Yona," suara Maminya kini malah semakin panik.


Yona sangat kawatir, ada apa ini?


"Katakan ada apa Mi?" tanyanya dengan nada lembut.


"Papimu, akan menjodohkanmu dengan anak rekan bisnis Papi, Yon!" Ujarnya dengan suara sudah bergetar.


Ambar tahu di jodohkan itu pasti akan sulit untuk Yona, apalagi Yona tidak suka perjodohan yang menurutnya itu konyol.


"Apa Mi?! Yona tidak mau!" tolaknya dengan tegas.


"Makanya, kamu harus cepat-cepat mencari kekasih! Jika tidak maka Papimu akan segera melangsungkan perjodohan ini," ujar Ambar pada siang putri, kini bicaranya mulai tenang.


Yona malah terdiam sejenak, tengah malam seperti ini kemana aku harus mencari pacara? Aduh aku juga tidak mau di jodohkan, ini bukan jaman Siti Nurbaya, tapi masih ada aja jodoh-jodohan sungguh terlalu dunia ini.


Padahal Shimin duduk di sebelahnya Ambar, ia malah sedang menahan tawanya. Lagian kalau tidak seperti ini, maka entah kapan Yona akan menikah? Apa nunggu dia menjadi prawan tua dulu? Kan tidak lucu, amit-amit jangan sampai!


"Katakan pada Papi, jangan langsungkan perjodohan ini Mi! Yona, sebenarnya sudah punya kekasih Mi, tapi belum siap untuk membawanya ke rumah," kata Yona dengan nada hati-hati.


Padahal Yona saja masih bingung, siapa laki-laki yang akan dia jadikan kekasihnya nanti? Tapi cari aman dulu saja daripada harus di jodohkan.


"Baiklah, bawa kekasihmu ke rumah minggu ini!" suara Shimin terdengar tegas, membuat Yona takut.

__ADS_1


"Iya Pi," jawab Yona dan buru-buru mematikan saluran telponnya.


Dalam hati Yona, aduh Mami kenapa telponnya pakai di kasih Papi segala sih? Sungguh, aku tahu Papiku sayang padaku, dia juga dulu tidak suka menjodohkan aku dengan siapapun, apa jangan-jangan ini akal-akalannya dengan Mami juga? Yona mulai curiga dalam hatinya, tapi ia buru-buru menepisnya, tadi saja Papi bicaranya sangat tegas.


***


Ambar dan suaminya saling tos penuh kemenangan, mereka sama-sama yakin kalau Yona akan membawa kekasihnya dalam minggu ini, lihat saja!


"Akting Mami sangat bagus," puji Shimin sambil mengacungkan dua jempol. Sebagai seorang Papi, aku juga ingin segera menimang cucu yang lucu.


"Akting Papi juga sangat bagus," kata Ambar balik memuji.


"Tapi Pi, memangnya Papi sungguh mau menjodohkan Yona dengan anaknya rekan bisnisnya Papi?" tanya Ambar penasaran, ia menatap kedua mata suaminya dengan lekat.


"Sungguh, anak rekan bisnis Papi juga sama seperti Yona, dia sangat sulit di suruh menikah dan sekarang katanya malah kabur dari rumah," jawab Shimin dengan jujur.


"Tapi Mami tenang saja! Kan Yona sudah punya kekasih, jadi Papi tidak akan menjodohkan Yona dengan anak rekan bisnis Papi itu," lanjut Shimin dan Ambar tersenyum kecil.


Dalam hati Ambar, maaf Mami ya Yona. Mami dan Papi hanya ingin kamu segera menikah Nak. Mami dan Papi ingin melihat kamu bahagia, lagian kamu juga sudah cukup umur untuk menikah Nak.


***


Hari ini Yona pun izin tidak masuk kerja karena pikirannya sangat kacau, untung saja Elis adalah sahabat yang baik. Ia tidak mau kalau sampai kerjaan Yona acak kadut karena mood Yona yang sedang tidak baik jadi ia mengizinkan Yona untuk libur hari ini.


"Siapa yang mau aku jadikan kekasih bohongan?" tanyanya pada dirinya sendiri, sudah cukup lelah dari tadi berpikir.


Mencari kekasih dadakan sangatlah sulit, sungguh itu membuat kepalaku rasanya akan pecah.


"Hey, gadis menyebalkan kamu mau kemana?" tanya Rehan saat melihat Yona berjalan sendirian di tepi jalan.


"Mau mencari kekasih," jawabnya singkat.


"Kok kita sama," kata Rehan membuat Yona mengarahkan tatapannya ke arah Rehan.


"Apa kamu juga sedang mencari kekasih?" Yona memastikan dengan kedua sorot mata serius.

__ADS_1


"Iya, karena aku terlalu bosan di jodohkan sana-sini oleh kedua orang tuaku," ujar Rehan tampak sekali frustasi, mungkin jika bunuh diri itu tidak dosa lebih baik aku bunuh diri saja daripada harus mikirin beban hidup.


Tanpa sadar Rehan curhat akan masalahnya pada Yona, aduh lucu sekali sih mereka ini.


Yona tersenyum, aku rasa aku sudah menemukan laki-laki yang tepat untuk menjadi kekasih bohongan di depan Mami dan Papi. Iya laki-laki itu adalah Rehan, mari kita bekerja sama dengan musuh!


"Bagaimana kalau kita bekerja sama, kamu ingatkan dulu pernah melakukan akting di depan Mami aku, dan dulu aku bilang kalau kamu adalah tetangga sebelah yang sedang aku taksir, kita kembali berakting lagi aja Reh!" ajak Yona begitu penuh semangat, ya walaupun hati ini sebenarnya malas tapi aku juga tidak mau kalau sampai di jodohkan oleh kedua orang tuaku.


Rehan terdiam sejenak, iya dia sedang berpikir keras tentang tawaran Yona. Tapi ada untungnya juga sih, kan kedua orang tuaku juga terus-terusan menyuruh aku untuk segera menikah.


"Aku terima tawaranmu, lagian aku juga butuh kamu sebagai kekasih bohongan aku juga," kata Rehan menyetujui tawaran Yona.


Yona hanya mengangguk, iya di sini kita saling membutuhkan satu sama lain jadi harus bekerja sama dengan baik, hanya itu yang ada di dalam otaknya.


"Baiklah, kita sepakat," kata Yona sambil mengulurkan tangannya ke Rehan, ya dengan terpaksa Rehan membalas uluran tangan Yona itu, mereka bersalaman yang tandanya sudah sama-sama setuju.


Setelah bersalaman beberapa detik, kedua manusia itu saling melepaskan tangan mereka masing-masing. Ya biarpun terlihat jelas di kedua sorot mata mereka menunjukkan ketidak sukaan tapi mau bagaimana lagi? "Semua ini terpaksa," batin Rehan dalam hatinya.


"Hari minggu nanti aku mau kenalin kamu sama kedua orang tuaku," ujar Yona tetap saja sinis seperti biasanya, padahal saat ini dirinya yang membutuhkan Rehan.


"Baiklah," sahut Rehan yang cuek seperti biasanya.


Aduh manusia es bertemu dengan kulkasnya cocoklah kalian.


"Ayo pulang!" ajak Rehan, lelah jalan tanpa tujuan.


Akhirnya mereka pulang bersama, bahkan mereka berjalan berdampingan. Sungguh pemandangan yang sangat langkah.


Sesampainya di depan rumah Yona, Yona berlalu masuk dan sebelum masuk ia memberikan peringatan pada Rehan.


"Ingat hari minggu besok ya!" ujarnya pada Rehan dan Rehan hanya mengangguk pelan.


Dalam hati Rehan, sudahlah Reh! Lagian kalau Yona menjadi kekasih bohonganmu, gadis itu juga sangat cantik dan tentunya dia itu menarik hanya saja hatimu yang belum terbuka untuknya.


Rehan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, rasanya sangat kesal tapi hanya ini yang bisa di lakukan. Daripada harus di jodohkan dengan para gadis matre di luaran sana!

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2