
"Loh, kamu kok disini Reh?" sambung laki-laki yang sudah tidak muda lagi juga, laki-laki itu duduk di sebelah wanita yang tadi menyapa Rehan.
"Mmm...."
Kira-kira siapa ya yang manggil Rehan?
"Kalian saling mengenal?" tanya Ambar pada Sari yang tidak lain adalah istri dari Siwon rekan bisnis sang suami.
Rehan memastikan pandangan dan benar itu adalah Ibunya dan Ayahnya yang ada di meja makan keluarganya Yona, sedang apa Ibu dan Ayah disini?
"Jeng Ambar, Rehan itu putra kami satu-satunya," ujar Sari pada Ambar.
Yona langsung melotot antara kaget dan juga tidak percaya, aduh kenapa bisa jadi seperti ini?
"Kemarilah Nak duduk, makan malam bersama!" ajak Ambar pada Rehan dan Yona, kedua sejoli itupun duduk di kursi meja makan dengan posisi bersebelahan.
"Ternyata Rehan anaknya Jeng Sari dan Pak Siwon, sungguh suatu keajaiban ternyata mereka sudah saling dekat," Ambar berceloteh bag burung beo.
"Tidak di sangka ya Jeng, kita sudah susah payah mengatur sebuah perjodohan dan hampir saja gagal, eh ternyata anak-anak kita sudah menjalin hubungan tanpa sepengetahuan kita," kata Sari dengan senyuman yang sangat bahagia.
Dalam hati Yona, aduh kenapa jadi seperti ini? Aku tidak tahu kalau Rehan anaknya rekan bisnis Papi, lagian Rehan juga tidak pernah menunjukkan kalau dirinya itu anak orang kaya. Dia hidup sangat biasa, bahkan aku lihat dia laki-laki yang cukup sederhana.
Dulu aku berusaha mendapatkan Endi, tapi mengapa jadi Rehan? Aku saja bingung, waktu sering kali mempertemukan aku dan Rehan tanpa sengaja. Jika dengan Endi, entahlah aku dengan Endi lebih banyak diam dan harus menjadi gadis manis di hadapan Endi sedangkan aku tidak bisa seperti itu.
"Perjodohan!"
__ADS_1
"Ayah, Ibu, aku dan Yona...."
"Paman, Bibi, aku dan Rehan saling bertetangga dan sungguh tidak tahu kalau Rehan anaknya Bibi Sari," dengan cepat Yona memotong kata-kata Rehan.
Yona mengenal Sari dan suaminya yang tidak lain adalah kedua orang tuanya Rehan. Karena saat itu Yona pernah bertemu dengan mereka di sebuah acara hanya saja saat itu tidak ada Rehan.
"Rehan memang bandel Yona, dia suka hidup di luar padahal rumahnya saja mewah tapi dia lebih suka tinggal di sebuah perumahan sederhana," ujar Sari pada Yona.
"Sama saja dengan Yona, Jeng. Dia saja lebih suka tinggal di perumahan sederhana, ya itu rumahnya dekat dengan Rehan," sambung Ambar dan itu membuat suaminya tersenyum. "Yona, akhirnya kamu bertemu dengan jodohmu, Nak," batin Shimin dalam hatinya.
"Baguslah kalau mereka sudah saling mengenal jadi tidak perlu perjodohan lagi, lagian mereka juga sudah menjalin hubungan lebih," timpal Siwon yang tidak lain adalah Ayahnya Rehan.
Rehan dan Yona sama-sama diam, kini keduanya tidak tahu harus berbuat apa? Niatnya menghindar dari masalah perjodohan, lah ini kok jadinya seperti ini. Haruskah aku jodoh beneran dengan Rehan yang sangat menyebalkan ini?
"Haruskah kita berjodoh beneran?" bisik Yona di telinganya Rehan.
Dalam hati Rehan, aku terlalu lelah di jodohkan sana-sini daripada aku harus pusing ya sudahlah aku pasrah jika harus berakhir dengan gadis menyebalkan ini.
Kutu kupret! Sialan, dia malah mau memanfaatkan keadaan. Sungguh aku salah, aturan aku bawa Endi tapi kenapa aku malah bawa Rehan ke depan kedua orang tuaku?
"Jeng Ambar, kita atur tanggal baik saja!" saran Sari penuh semangat.
"Tunggu! Maksudnya Ibu tanggal baik untuk apa?" tanya Rehan, hatinya mulai tidak tenang.
"Tanggal baik untuk acara pernikahan kamu dengan Yona, lagian Rehan pacaran terlalu lama itu tidak baik nanti kalau ada apa-apa bagaimana? Lebih baik segera menikah," ujar Sari antusias.
__ADS_1
"Benar apa kata Ibumu, Nak Rehan. Bibi juga sangat setuju jika kamu menikah dengan Yona," timpal Ambar dengan senang hati.
Shimin dan Siwon saling menatap mereka sama-sama tersenyum bahagia, dulu mereka semangat sekali menjodohkan anak-anak mereka dan jika tahu akhirnya seperti ini pasti dulu tidak perlu repot-repot melakukan pemaksaan pada anak-anak mereka, sehingga anak-anak mereka memilih pindah dari rumah selain tidak tahan dengan perjodohan, mereka juga tidak suka menjadi anak Mami.
Yona dan Rehan itu bisa di bilang punya nasib yang sama, mereka terlahir dari keluarga kaya raya tapi bisa di bilang tidak nyaman dan lebih baik hidup sederhana seperti sekarang ini.
"Hahh menikah!" Yona kaget, sedikitpun aku tidak memikirkan tentang pernikahan dengan Rehan.
"Iya menikah, lagian kan kalian sudah pacaran juga. Tujuan pacar ya untuk menikah," ujar Ambar pada Yona dan Rehan.
Dalam hati Yona, asal Mami tahu aku dan Rehan yang menyebalkan ini hanya pacaran bohongan. Jika harus benar-benar menikah, entah akan seperti apa rumah tangga aku dengannya nanti?
"Ibu, Ayah, aku..."
"Rehan, Ibu dan Ayah akan atur semuanya untuk pernikahanmu dengan Yona. Kamu tidak usah pikirkan apa-apa lagi!" Sari sengaja memotong kata-kata Rehan, aku tahu sekali pasti Rehan akan banyak alasan untuk menikah, tapi aku yakin jika dengan Yona pasti Rehan akan bahagia.
"Segera tentukan saja tanggalnya!" timpal Sihmin, Yona jika kamu sudah menikah maka Papi akan tenang, biarpun kamu hidup di luar sana kan jadi ada yang menjaganya.
Rehan dan Yona tak bisa berkutik, sungguh semuanya tidak sesuai dengan rencana mereka dan malah pernikahan nyata yang akhirnya mereka harus terima.
Akhirnya hari ini juga kedua keluarga ini menentukan tanggal pernikahan dan pernikahan Rehan dan Yona akan di gelar bulan depan.
Entah mimpi apa aku ini? Kenapa semuanya menjadi seperti ini? Sungguh menyebalkan tapi aku tidak bisa berbuat banyak, Yona hanya bisa menyesal dalam hatinya kenapa bukan Endi yang aku kenalkan pada kedua orang tuaku, pasti akhirnya tidak akan seperti ini. Tuhan, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi?
Rehan dan Yona hanya bisa pasrah dan menerima tanggal pernikahan mereka saja.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia