
Satu minggu telah berlalu, tidak terasa hari berlalu sangat cepat.
Yona dan Elis baru saja sampai di rumahnya, Yona kaget melihat Rehan sudah duduk di saung depan rumahnya, tidak biasanya kan. Kira-kira ada apa ya? Yona yang baru saja turun dari dalam mobil Elis, ia langsung pulang ke rumahnya.
"Ada apa?" tanya Yona ketus. Wajar masih belum tumbuh benih-benih cinta.
"Kita ngobrol di dalam saja!" ajak Rehan, tanpa permisi ia menarik tangan Yona. Membuat Yona kaget tapi tetap santai.
"Buka pintunya!" titah Rehan.
Yona membuka kunci rumahnya, lalu kedua sejoli itupun masuk bersama-sama dan tidak lupa Rehan kembali menutup pintu rumahnya Yona, lalu ia menguncinya rapat-rapat, sungguh Yona kelihatan sekali sangat ketakutan.
"Kenapa di kunci? Apa kamu mau berbuat mesum padaku? Aku akan berteriak sekuat mungkin," ujar Yona dengan tatapan penuh ancaman.
Elis turun dari dalam mobilnya sambil geleng-geleng kepala, Mudah-mudahan Rehan dan Yona tidak bertengkar, harapan dalam hatinya.
Sebagai sahabat dekat Yona, Elis sangat paham akan Yona dan Rehan.
***
"Singkirkan otak mesummu itu!" omel Rehan, sedikitpun aku tidak tertarik pada tubuh mulusmu gadis menyebalkan.
Ya mungkin untuk saat ini tidak tertarik tapi untuk ke depannya ya siapa yang tahu?
"Katakan ada apa?" tanya Yona, menjauh dari samping Rehan.
"Ibu dan Ayahku ingin bertemu dengan kita, kamu cepatlah ganti baju!" titah Rehan, tanpa memikirkan Yona yang masih capek karena baru saja pulang kerja.
"Sekarang!"
"Apa tidak bisa nanti saja? Aku ingin istirahat sebentar," ujar Yona pada Rehan.
__ADS_1
"Sekarang!"
"Kamu mau ganti baju sendiri, apa aku yang gantiin?" tatapan Rehan sangat dalam, sungguh membuat Yona takut.
Dalam hati Yona, dasar menyebalkan! Apa dia tidak tahu orang capek, baru pulang kerja dan harus pergi sekarang. Mami, Papi, calon mantu kalian tega menindasku dengan kejam.
"Tidak perlu, aku bisa ganti sendiri," dengan kesal Yona beranjak dari tempat duduknya dan langsung berlalu pergi masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar Yona tidak mandi, ia langsung berganti pakaian saja. Lalu berdandan dan tidak lupa memakai minyak wangi agar selalu wangi.
Setelah beberapa menit menunggu Rehan tampak kesal, menurutnya Yona ini terlalu lama.
"Sungguh menyebalkan, apa dia ganti c d secara belapis-lapis? Kenapa sangat lama sekali?" tanya Rehan dalam hatinya.
Saat ada telpon dari sang Ibu, ia langsung mengangkatnya dan menaruh ponselnya tepat di telinganya.
"Rehan, kamu kok belum datang juga?" suara sang Ibu bag petir di tengah-tengah hujan, membuat gendang telinga Rehan agak nyeri.
"Ibu, pelankan suara Ibu! Yona sedang bersiap-siap, setelah Yona siap nanti kita berdua langsung jalan," jawab Rehan dengan nada lembut tidak seperti Ibunya yang suaranya bag petir.
Setelah panggilan terputus Rehan menghela nafasnya dengan kasar, Ibu itu selalu saja tidak sabaran.
Rehan mengarahkan pandangannya ke arah pintu kamarnya Yona, tapi Yona tak kunjung keluar juga dari dalam kamarnya.
"Lama sekali sih," kata Rehan yang diiringi dengusan kesal.
"Gadis menyebalkan...!"
"Cepatlah! Apa perlu aku bantu untuk memakaikan bajumu?" teriak Rehan, ya jelas terdengar oleh Yona karena Rehan saat ini sudah berdiri tepat di depan pintu kamarnya Yona.
Yona baru saja selesai dandan, wajarkan kalau perempuan dandannya itu lama. Terlebih lagi mau ketemu dengan calon mertua jadi harus cantik ya biarpun aku sudah cantik dari lahir, tapikan perlu di poles riasan sedikit.
__ADS_1
"Iya ini sudah...!"
"Sabar, tidak sabar sekalian..!"
Yona berteriak dari dalam kamarnya, rasanya semakin kesal pada Rehan.
Akhirnya Yona keluar juga dengan dress cantik berwarna pink dan rambut yang di cepol ke atas agak berantakan, riasan yang cukup natural itu membuatnya kecantikannya semakin terpancar..
Saat melihat Yona sedikitpun Rehan tidak berkedip sama sekali, mungkin Rehan mulai tertarik pada Yona. Ini yang di sebut cinta itu dari mata turun ke hati kali ya, "Cantik sekali gadis menyebalkan ini," gumamnya dalam hati. Tanpa sadar Rehan sudah mulai memuji kecantikan Yona.
"Kenapa? Kamu terpesona akan kecantikanku sejak lahir ini," cibir Yona dengan bangga, kan memang aku cantik, rambutku yang panjang, tubuhku yang langsing, kulitku yang putih bersih dan senyumku yang manis bag madu, aku bisa saja menaklukkan para kaum adam dimana pun berada tapi aku tidak mau menjajakan sembarangan tubuh suciku pada laki-laki yang bukan suamiku, karena kehormatan dan kesucian seorang perempuan itu hanya boleh di nikmati oleh suaminya saja.
Ralat ya, jika yang menjadi suamiku Rehan, apa aku bisa bercinta dengannya? Melihatnya saja aku sudah kesal duluan, cobaan yang sangat berat. Aku tidak tahu akan seperti apa nantinya?
"Cantik dari sedotan, cepetan berangkat! Ibu dan Ayahku sudah menunggu," ajak Rehan dan tangan Yona di tarik lagi tapi tidak kasar sih.
Rehan dan Yona langsung menuju ke rumahnya kedua orang tuanya Rehan, di perjalanan menuju ke rumahnya kedua orang tuanya Rehan, kedua sejoli itu hanya diam saja.
Sampai di depan rumahnya kedua orang tua Rehan, dua sejoli itu tetap saling diam.
Rehan turun lebih dulu dari dalam mobilnya, lalu membukakan pintu mobilnya untuk Yona. Ternyata Rehan bisa sedikit perhatian juga, saat masuk ke dalam rumah kedua orang tuanya Rehan juga terus mengandeng tangan Yona dengan mesra.
"Akhirnya calon mantu Ibu datang juga," dengan hangat Sari menyambut calon menantunya, ia mencium kedua pipi calon menantunya dengan senang hati, lalu memeluknya.
Rehan yang anaknya sendiri malah di abaikan, kasian Rehan di anak tirikan oleh Ibunya sendiri.
Rehan menyalami tangan Ayah nya, setelah pelukannya di lepaskan oleh calon Ibu mertuanya Yona bergantian menyalami tangan calon Ayah mertuanya.
Lagi-lagi Yona yang di perhatikan oleh Ibunya, makan saja di ambilkan sedangkan dari tadi Rehan di cuekin.
Entah apa yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia