
hari ini begitu penting bagiku, mungkin bagi sebagian siswa lain juga demikian hari ini adalah waktu yang di tunggu-tunggu bagi para siswa baru, tak sabar sebentar lagi bakal jadi siswa SMA tentunya sudah bukan anak remaja lagi tapi harus belajar menjadi lebih dewasa dari sebelumnya,
pagi ini aku sudah siap dengan seragam ospek ku lengkap dengan papan nama dan topi di kepalaku, tak lupa pula rambutku kepang sesuai dengan persyaratan ospek yang di berikan..
di meja makan..
rambutmu lucu banget nak, *ucap ayah ku padaku*
iya ta yah jangan ngomong gitu aku jadi gak PD nanti, *balasku kesal di ikuti dengan ayah yang cengengesan*
sudah sudah ayo sarapan nanti telat, *timpal bunda, sambil meletakkan piring berisi nasi goreng plus telur dadar untuk ku
siap bunda, *balasku semangat*
ingat nak kamu harus masuk kelas IPA jangan IPS anak anak IPS itu nakal nakal loh, kamu jangan sampai bergaul sama mereka yaa *ucap ayah mengingat kan*
iya yah *balasku*
sebenarnya aku senang berteman dengan siapa saja muda tua nakal atau baik bagiku semuanya sama tergantung bagaimana kita membawa diri saja, tapi begitulah ayahku sekali peraturan tetaplah peraturan.
sesampainya aku di sekolah ternyata sekolah masih sunyi hanya ada suara burung berkicau dan suara hentakan kakiku, hah rupanya belum ada orang disini, *pekik ku dalam hati* tiba tiba terdengar suara motor dari balik dinding, syukurlah aku ada teman setidaknya tidak sendirian *pikirku dalam hati* akupun datang menghampiri nya terlihat dari belakang dia sedang melepaskan helm dan jaket di badannya, dia terlihat tidak asing
hey kita bertemu lagi,
hey hello *sapa pria tersebut sambil melambaikan tangan di depan mukaku*
aa eemm hallo ka kamu juga sekolah disini *balasku*, yaa rupanya kau juga murid baru disini kita bisa berteman kan, *ucap pria tersebut sambil mengarahkan tangannya padaku* aah iya kita teman sekarang, aku Aulia, aku Farhan..
mulai dari perkenalan itu Aulia dan Farhan menjadi teman yang baik, tak lupa juga dengan Dinda dan Mira mereka berempat bersahabat bahkan mereka melalui ospek dengan baik.
pada hari ketiga ospek mereka di berikan kelompok oleh kakak kelas masing masing kelompok terdiri atas 7 orang beruntung mira Dinda dan Farhan bisa satu kelompok sedangkan Aulia dia sendiri harus pisah dengan teman temannya,
disaat pembagian kelompok mereka akan di pandu oleh masing masing kakak kelas untuk mengadakan lomba antar kelompok
lombanya bervariasi ada menyanyi membaca puisi serta adu dance,
tak berselang lama kakak kelas yang memandu kelompok aulia pun menunjuknya untuk mengikuti lomba menyanyi,
"hey kau! kau yang akan menyanyi di kelompok ini" *tegas kakak kelas itu*
"a aku kak" *ucap Aulia bingung* "iya kamu! bapen kifli Raju firman dan Safa kalian yang akan masuk grup dance, serta Ningsih kamu yang membaca puisi" *ucap kakak kelas itu lagi*
"kak biar aku saja yang membaca puisi" bantah Aulia, "hey kalau saya sudah tentukan jangan ada yang melawan mau kalian di hukum" bentak kakak kelas itu,
kakak kelas itu bernama oji dia tinggi berkulit hitam manis dan senyumnya sangat manis hanya saja sekali galak wajahnya sangat seram membuat kami takut dan patuh kepadanya,
selang beberapa lama latihan akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu pun tiba lomba pertama yang di mulai adalah membaca puisi dan kelompok pertama kedua ketiga dan tibalah kelompok Mira Dinda dan Farhan ternyata Mira di tunjuk untuk membaca puisi, puisinya indah seindah wajahnya, begini bunyinya...
("Jantung di rerumputan
dari mana hidup ini bermula
ia berjalan tanpa awalan
dan berakhir semena-mena tanpa pengumuman
beberapa waktu dalam hidup sering kuhabiskan memandang rumput
__ADS_1
mencari jantung yang belum kutemukan sejak lahir
berapa detik lagi
suaranya terdengar, tapi apa benar ada?
kuharap waktu bisa disimpan dalam toples
agar kalau lapar aku bisa menelannya
sebagai cemilan anti tua
agar aku punya tenaga
menyembunyikan dosa-dosa
dan merekatkan kertas amal yang kusobek ketika mabuk
Tuhan pembuat peta yang baik sampai
tak tampak di mana kutub nyawa
sementara aku berlomba dengan uban
memburu jantung yang jatuh di rerumputan
waktu…
perlahan,
tanpa disadari
menjelma serupa Raqib dan ‘Atid
atau pembantunya, mungkin
mengiring manusia tanpa suara
menghidupi, meski
tanpa detak jantung
tanpa desah nafas
terkadang menyesakkan
atau melapangkan…
terkadang melukis senyum
atau menggores kesedihan…
Tuhan sang pemilik nyawa berpisah dengannya
waktu…
yang perlahan mengiringi
__ADS_1
gemetar kala Izrail datang
mengabarkan bahwa
tangisnya sia-sia
bahkan sebelum ia sempat menuliskan sebuah pesan
atau sekedar menawar…
“tunggulah Izrail, dia belum selesai menulis…”
waktu…
tanpa jarum panjang-pendek dan detak detik
mengakhiri titah Tuhan, kembali ke peraduannya
Tuhan tersenyum,
“tak perlu kau risau. Aku telah menitipkan amal dan do’a-do’a
seribu malaikat untuknya.”)
puisi yang indah tentu saja itu bukan karyanya, Mira hanya menjiplak
dari sebuah buku. puisi tersebut merupakan karya dari inung imtihani
mana bisa Mira merangkai puisi dengan kata kata indah seperti itu
lomba membaca puisi telah selesai sekarang giliran lomba menyanyi Aulia begitu degdegan karena dia adalah kelompok pertama yang akan memulai lomba
"huh semoga aku bisa yah" kata Aulia dalam hati
ketika namanya di panggil ia langsung beranjak dari kursi duduknya dengan kegugupan nya dia mencoba memberanikan diri untuk maju tak lama kak oji memanggilnya dan memberikan dia arahan bahwa dia harus bisa dan tidak boleh gugup, harus percaya diri, semuanya akan baik baik saja, kak oji memberikan dukungan penuh untuk kelompoknya benar benar kakak kelas idaman, Aulia pun memiliki keberanian dan tampil dengan sangat baik,
" waoww hebat, sudah kuduga pilihan ku tidak akan salah, kau hebat Lia suaramu merdu sekali" puji kak oji pada Lia, diikuti dengan ucapan selamat dari teman temannya yang lain..
selesai semua lomba mereka anak anak baru yang kelelahan di ijinkan pulang hari ini pengumuman juara akan di umumkan besok,
"hah akhirnya pulang juga" ucap Dinda,
"iya yaampun gue capek banget loh" balas Farhan dan Mira, eeh ayo kita samperin Aulia yuk.
"heyy guyss" teriak Aulia sambil menggenggam empat bungkus es tea di tangannya, keempat es tersebut tentu saja untuk teman temannya tercinta,
"yaampun Lia sini sini biar gue pegangin" teriak Farhan,
"nih gue traktir kalian minum es biar seger kalian capek kan, ini sebagai tanda kalau gue tadi berhasil tampil dengan baik"
"aaaaaaaaaa makasih liaa" teriak Mira dan Dinda bersamaan, diiringi dengan pelukan manja ala ciwi ciwi
Farhan hanya bisa tersenyum geli sambil memandangi ketiga teman wanitanya itu.
******
hey part ini sudah selesai yuk lanjut ke part selanjutnya...
__ADS_1