
"tapi lumayan coklatnya di kembalikan",
ucap Aulia dalam hati,
setelah kejadian itu Aulia terus menyelidiki siapa pria tersebut, tanpa sepengetahuan teman temannya,
kelas di mulai hari ini jam pelajaran pertama nya adalah kimia, ibu guru menjelaskan dengan teliti setiap materinya, auliapun karena dia merupakan anak yang pintar dia tidak begitu risau karena menurut nya ini sangat mudah di kerjakan,
" baik anak anak ada yang bisa menyelesaikan soal diatas?", ucap ibu guru, sontak Aulia pun berdiri dan menyelesaikan soal tersebut dengan mudahnya..
selesai pelajaran pertama di lanjut dengan pelajaran kedua bahasa Indonesia,
seperti biasa Aulia selalu yang jadi unggulan dalam kelas semua pelajaran dia cerna dengan baik tak terkecuali.
kring kring kring.....
lonceng istirahat berbunyi, semua siswa keluar dari kelas dan melakukan aktivitas nya masing-masing ada yang ke kantin ada ngerumpi ada juga yang pergi ke perpustakaan,
karena hari ini Aulia tidak begitu lapar dia hanya pergi membeli teh botol di kantin dan langsung pergi ke perpustakaan..
"Dinda lihat Aulia gak?", tanya Farhan
"gatau di kelas kali sama Mira" balas Dinda,
sedang asik berbincang tiba tiba mereka di kagetkan oleh Mira
"duaaarrr"
"astaga miraa, bikin kaget aja", ucap Dinda
"Lia di mana mir, kok gak bareng sama Lo?" tanya Farhan.
"loh gue dari tadi nggak bareng Lia" ucap Mira.
__ADS_1
sedangkan di perpustakaan
Aulia duduk di meja paling belakang sambil membaca buku sejarah favoritnya yaitu kepulauan rempah-rempah, di tengah tengah membaca dia merasa seperti ada yang memperhatikan nya dari tadi, karena di perpustakaan hanya ada dia dan dua anak lainnya tetapi mereka duduk di bagian depan,
kali ini dia tidak bisa diam saja, Aulia pun bergegas berdiri dan pindah ke meja bagian depan, disini dia masih merasa aman tapi lagi lagi aulia merasa ada yang memperhatikan nya dari kejauhan,
"ah sialan siapasih yang memperhatiin gue dari tadi" ucap Aulia dalam hati. tiba tiba Aulia melihat sepasang mata di sudut rak buku bagian tengah, mata itu sedang melihat kearahnya, dengan hati yang marah Aulia pun teriak "woyyy" sontak membuat ruangan perpustakaan bising dan dia di tegur oleh penjaga perpustakaan "sssssttt siapa tadi, jangan berisik disini ada aturannya" tegas penjaga perpustakaan,
setelah cukup lama membaca di perpustakaan Aulia pun keluar dan menemui ketiga temannya itu, mereka sedang duduk di bawah pohon sambil menikmati es serut yang mereka beli di kantin tadi,
"hello guyss" ucap Aulia..
"dari mana aja sih Lo Lia dari tadi di cariin juga" tegas Farhan,
"gue di perpustakaan tadi habis baca buku" balas Aulia
"yaelah bukannya bilang kek kalau mau pergi kan kita nyariin dari tadi" sambung Dinda,
"yaudah nih Lia gue beliin Lo es serut, udah cair dikit sih tapi masih enak kok" timpal Mira sambil memberikan cup es serut untuk nya,
tak lama berbincang lonceng pun berbunyi tandanya mereka akan segera masuk kelas dan memulai pelajaran lagi,
"Din lu tau gak kalo kita merasa ada memperhatikan kita itu artinya apaan yaa?" tanya Aulia, "emang siapa yang memperhatiin lu" balas Dinda, " gak tau gue cuma merasa akhir akhir ini kayak ada yang memperhatiin gue, tapi gue gak tau siapa, apa firasat gue aja yaah? ucap Aulia
"alah gausah di pikirin, lagian mungkin itu penggemar Lo kali" balas Dinda becanda..
hmm tapi mata yang tadi ini nyata, siapa dia, kenapa dia mengikutiku? "ucap Aulia dalam hati"
sesampainya mereka di kelas masing-masing, Aulia mengambil buku pelajarannya untuk memulai pelajaran, pelajaran kali ini adalah matematika, yup di siang hari dengan cuaca yang tepat mereka belajar matematika, tentu bukan hal yang sulit untuk siswa kelas IPA, mereka terkenal dengan kepintaran yang HQQ,
selesai pelajaran bel berbunyi menandakan waktu pulang sekolah,
hari ini Mira numpang sama Farhan karena dia tidak enak badan katanya, sedangkan Dinda sudah di jemput sama kakaknya tinggal lah Aulia sendiri berjalan kaki ke rumah,
__ADS_1
"eeh itu kan kak oji, kok jalan kaki ke arah kompleks ku sih", tanya aulia dalam hati
Aulia terus mengikuti kak oji dari belakang sampai dia melihat kak oji masuk ke sebuah rumah minimalis yang terletak tak jauh dari rumahnya, Yap hanya berbeda 3 rumah dari rumah nya,
rumah minimalis bercat cream dengan teras kecil dan taman kecil di samping, rumah itu terlihat asri karena banyak bunga..
"kenapa kak oji masuk ke rumah itu", tanya Aulia lagi penasaran,
terlepas dari rasa penasaran itu Aulia langsung bergegas pulang ke rumah, di rumah hanya dia sendiri, ibunya kerja di kantor begitu pula ayahnya, Aulia ke dapur dan hanya melihat selebar kertas yang di tempelkan di pintu kulkas
"anak bunda sayang makan siangnya nya udah bunda siapin di kulkas, kalau mau makan di panasin dulu yaa sayang"
begitu isi tulisan tersebut, aulia langsung membuka kulkas dan memanaskan opor ayam yang sudah di siapkan ibunya, selesai makan Aulia langsung ganti baju seragam dan bersih bersih, begitu lah kegiatan Aulia sehari hari di rumah sendirian dan tidak ada teman bermain,
hari ini pukul jam 4 sore, karena bosan sendirian di rumah Aulia pergi ke caffe kenangan milik spupunya,
kali ini ia hanya pergi sendiri, auliapun melewati depan rumah kak oji tak sengaja dia melihat ada seorang wanita yang kurang lebih berumur 40 tahunan sedang menyiram tanaman di samping rumah kak oji, Aulia pun menyapa dengan memberikan senyum ramah,
sesampainya di caffe kenangan Aulia tidak memesan apapun ia hanya mau membantu spupunya di caffe, "ini daftar menunya kak, silahkan di pesan", ucap Aulia kepada pelanggan, "saya ingin cappucino dingin satu" ucap pelanggan tersebut, betapa kagetnya ternyata pelanggan tersebut adalah kak oji, tanpa berpikir panjang Aulia pun langsung bertanya pada kak oji apa maksud nya bicara seperti itu dan kenapa coklatnya di kembalikan,
lelaki tersebut pun senyum, "saya tidak suka makan coklat, dan kamu salah lain kali jangan seperti itu lagi yaah" ucap kak oji lembut, "yaampun kak maaf, habisnya aku nggak tau kalo kak oji nggak suka coklat" balas Aulia.
"hehe gapapa" balas kak oji lagi, "yaudah kalau gitu pesanan kak oji biar Lia yang bayarin yaah, sebagai tanda terima kasih Lia kemarin kak oji udah bantu nyemangatin Lia" ucap Aulia lagi, "gausah uangnya kamu simpan aja, atau itu kamu masukin ke kotak amal, itu sudah cukup kok" balas kak oji lembut, sambil menunjuk kotak di atas meja pelayanan, "yaudah deh, kalau gitu aku buatin dulu yaa pesanannya" ucap Aulia,
Aulia pun bergegas ke dapur dan membuat kan pesanan kak oji
"seperti ada yang aneh sama kak oji, kak oji tidak selembut ini kalau bicara" ucap Aulia dalam hati,
"ini kak pesanan kakak, cappucino dingin kan" tanya Aulia pada kak oji, kak oji hanya mengangguk dan tersenyum kecil, terlihat sangat manis di tambah ada lesung kecil di pipi kanannya menambah nilai plush pada Aulia, setelah itu Aulia pun lanjut membantu spupunya melayani tamu tamu yang lain sampai tibalah malam Aulia hendak pulang, ternyata ia pulang bersama dengan kak oji,
"Lia mau pulang? bareng yaa" ucap kak oji, " e eh iya kak, tapi aku biasanya jalan kaki soalnya Deket dari rumah" balas Aulia, " iya gapapa kok aku juga jalan kaki, kita kan tetanggaan jadi biar searah" balas kak oji, " hah sejak kapan dia tau kalau kita tetanggaan" bisik Aulia dalam hati,
Hay episode 4 sampai disini lanjut lagi di episode berikutnya yaa...
__ADS_1