Tetangga Sebelah

Tetangga Sebelah
Fitting Baju Pengantin


__ADS_3

Sesampainya di Butik mewah ini kedua sejoli malah tampak kebingungan, apalagi saat mereka melihat berbagai macam model gaun pengantin, sungguh pasti semua ini tidak murah. Ya Yona tahu, tapi ia sedikit tidak senang apalagi ia harus menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak ia cintai, baginya untuk apa gaun pengantin mewah dan mahal? Tapi kembali lagi saat memikirkan kedua orang tuanya dan calon mertuanya, Yona tidak bisa berbuat banyak dan mau tidak mau ia harus memilih salah satu gaun pengantin yang ada di Butik pilihan Ibu mertuanya ini.


"Gaun pengantin seperti ini saja harganya 500 juta," ujar Rehan, biarpun laki-laki tampan ini terlahir dari rahim orang kaya raya tapi dia itu tidak pernah membeli apa-apa dengan harga yang mahal. Dia lebih suka beli barang yang biasa saja sesuai dengan kantong dirinya.


"Tuan Rehan, tadi Nyonya Sari sudah menelpon ke Butik saya dan gaun pengantin ini katanya untuk calon menantunya," ujar sang pemilik lembut dengan nada lembut.


Yona hanya diam, ia tahu Rehan terlihat tidak suka dengan gaun pengantin yang menurutnya mahal ini.


"Iya Nona, biarkan calon istri saya mencobanya," kata Rehan dengan nada lembut juga.


Yona pun di ajak ke ruang ganti untuk mencoba gaun pengantinnya, Rehan juga melakukan hal yang sama mereka di bantu oleh para pelayan Butik ini.


Setelah 15 menit telah berlalu, akhirnya Yona dan sudah sama-sama selesai mencoba baju pengantin mereka masing-masing. Dan saat tirai sama-sama terbuka kini kedua sejoli yang selalu seperti tikus dan kucing itu bisa saling menatap satu sama lain, apalagi ruang ganti mereka saling berhadapan.

__ADS_1


Yona tampak cantik dengan gaun pengantin berwarna putih bersih dan ada hiasan mahkota kecil di atas kepalanya, sungguh sangat cantik nan elegan.


Rehan juga sangat tampan dengan setelan jas berwarna putih bersihnya warnanya senada dengan gaun pengantin milik Yona.


Saat melihat Yona, cukup lama Rehan menatapnya tanpa berkedip sama sekali. "Sungguh cantik sekali," pujinya dalam hati, terlalu gengsi untuk bicara langsung.


"Bagaimana Tuan, Nona Yona cantik kan?" kata sang pelayan yang membantu Yona.


"Biasa saja, sudahlah lepaskan gaun pengantin itu, aku sudah sangat lapar ingin pergi makan," jawab Rehan begitu ketus. Padahal dalam hatinya mah takut jatuh cinta karena melihat Yona yang begitu cantik.


***


Setelah selesai fitting gaun pengantin, Sari sebenarnya menyuruh Rehan mengurus dekorasi dan catring tapi Rehan menolak dan menyerahkan semuanya pada sang Mama.

__ADS_1


Kini setelah dari Butik, Rehan mengajak Yona untuk makan lebih dulu. Mereka makan ramen, Yona juga lapar jadi nurut saja hari ini Yona tidak terlalu galak. Tidak seperti biasanya yang selalu seperti macan betina.


"Setelah menikah, kamu tinggal di rumahku saja!" kata Rehan tiba-tiba, membuat Yona menatapnya dengan serius.


"Aku kan juga ada rumah, kita tinggal di rumahku saja!" sahut Yona, malas sekali jika harus tinggal di rumah Rehan.


"Kamu itu..."


"Di rumahmu ada Win, apa harus ada laki-laki lain setelah kita menikah nanti? Ya tapi bagus juga sih, jadi aku bisa dekati Win juga," potong Yona sengaja membuat Rehan panas.


Rehan terdiam, benar juga di rumahnya ada Win. Jadi mau tidak mau aku harus pindah ke rumah Yona, hanya ini yang bisa aku lakukan.


Entahlah pada akhirnya mereka akan tinggal dimana?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2