
Malam yang begitu dingin telah datang, Yona yang merasa jenuh di rumah sendirian, ia pun beranjak dari tempat tidur dan pergi ke rumahnya Elis. Ya sekalian mau curhat dengan Elis.
Yona memakai baju tidur lengan panjang berwarna pink, ia melangkahkan kakinya menuju ke rumahnya Elis.
Sesampainya di depan rumahnya Elis, gadis cantik itupun mengetuk pintu rumahnya Elis.
"Tok...tok..."
"Masuk! Pintunya tidak di kunci," sahut Elis dari dalam rumahnya. Kedua matanya tertuju ke film drama yang sedang di tontonnya.
Yona membuka pintu rumahnya Elis, ia masuk lalu kembali menutup pintu rumah Elis.
"Elisss...." Yona langsung mendaratkan pantatnya dengan kasar ke sofa, wajahnya kelihatan sekali sangat penuh beban.
"Iya Yona, kenapa? Apa kamu belum makan? Makan sana! Tadi aku masak," sahut Elis tanpa melihat kearah Yona dan terus fokus dengan film drama yang sedang di tontonnya.
Film drama kesukaannya, sehingga tatapan Elis tidak mau lepas. Ceritanya yang buat gregetan sering kali membuat Elis merasa jengkel, aduh Elis kalau sudah menonton film drama tidak bisa di ganggu, sudah seperti emak-emak rempong saja.
"Aku tidak lapar, aku pinginnya makan orang," jawab Yona dengan tidak semangat dan hati yang tidak bahagia.
Akhirnya Elis mengalihkan pandangannya ke Yona, karena drama kesukaannya juga telah bersambung. "Yona ingin makan orang, apa dia sudah tidak waras lagi?" batin Elis dalam hatinya.
"Yon, kamu kenapa? Apa ada masalah? Kok pingin makan orang segala, bukannya tadi pagi habis kencan dengan Rehan tetangga sebelah," ujar Elis dengan nada lembut, aku tahu saat ini Yona sedang tidak baik-baik saja. Entah Rehan telah membuat masalah apa dengannya?
Rehan dan Yona itu bag tikus dan kucing, mereka bisa pergi bersama ya itu suatu keajaiban atau mungkin ada yang kepepet jadi terpaksa pergi bersama, tahulah mereka itu tidak pernah bisa akur sama sekali.
"Aku dan tetangga sebelah akan menikah," ujar Yona tidak semangat sekali.
Elis menajamkan pendengaran, iya aku tidak salah dengar kalau Yona akan menikah dengan tetangga sebelah tapi tetangga yang mana? Kan banyak tetangga laki-laki di komplek ini.
__ADS_1
"Endi?" tebak Elis, karena tahunya Yona menyukai Endi dari awal pindah kesini.
"Kalau sama Endi aku bahagia El, tapi ini menikah dengan Rehan," sahut Yona dan berhasil membuat Elis ternganga tidak percaya.
"Rehan...!" pekiknya kaget.
"Iya Rehan, Rehan yang menyebalkan itu," kata Yona pada Elis.
"Kok bisa Yon?" tanya Elis, tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba tikus dan kucing ini akan menikah. Siapa yang tidak kaget coba? Tikus dan kucing saja kalau mendengar kabar ini pasti mereka akan kaget.
Yona menceritakan semuanya pada Elis, Elis mendengarkan dengan baik cerita Yona padanya.
"Ya sudah, berati ini memang takdir kalian," kata Elis dengan santai dan senyum kecil.
"El, tapi aku tidak mencintai Rehan. Ini semua tidak sesuai rencana," protes Yona menggebu-gebu.
"Berati ini semua takdir ya," kata Yona pasrah dengan hembusan nafas kasar.
"Iya anggap saja begitu, lagian Rehan juga sangat tampan jauh lebih tampan dari Endi," sahut Elis yang diiringi senyum jail.
Yona mencebik kesal, ternyata curhat dengan Elis bukanlah solusi. Dia malah terlihat bahagia sekali, sungguh Elisa dan Rehan itu sama-sama menyebalkan.
"Tapi aku sukanya dengan Endi. Jika aku menikah dengan Rehan, apa aku bisa mencintainya?" ujar Yona tidak yakin.
"Cinta itu bisa datang kapan saja, kalian akan selalu bersama setiap hari, aku yakin cinta kalian akan segera muncul," ujar Elis pada Yona.
Lagi-lagi Yona menyalakan dirinya sendiri karena telah salah berbagi cerita dengan Elis.
Akhirnya Yona memilih untuk pulang saja, daripada kesal dengan Elis. Menurutnya Elis itu berpihak pada Rehan.
__ADS_1
Setelah Yona pulang, Elis kembali fokus pada televisinya. Dan belum lama Yona pergi, tiba-tiba Rehan datang ke rumahnya dengan wajah yang kusut bag kain lap belum di cuci.
Tanpa permisi Rehan langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan kasar, terdengar juga hembusan nafas kesal Rehan oleh Elis.
"Yona baru pulang, kini kamu datang. Kalau kamu datang untuk mencari Yona, cari saja di rumahnya! Karena dia baru saja pulang," ujar Elis pada Rehan.
"Aku tidak mencari gadis menyebalkan itu, lagian tidak penting juga," sahut Rehan malas.
Elis mengalihkan pandangannya ke Rehan, ia pun memilih untuk mematikan saluran televisinya. Dan memilih fokus pada Rehan, karena ingin ada yang di obrolkan.
"Lalu kamu datang ke rumahku untuk apa?" tanya Elis dengan nada lembut.
"El, aku harus menikahi sahabatmu yang menyebalkan itu, tapi aku tidak ada rasa padanya," kata Rehan pada Elis, Elis malah tersenyum.
"Reh, Yona itu sebenarnya gadis yang sangat baik dan dia itu sangat manja, hanya saja dia belum menemukan laki-laki yang tepat untuknya. Mungkin untuk saat ini kamu tidak ada rasa, tapi cobalah untuk membuka hatimu!" Elis menatap Rehan dengan tatapan sangat lembut, beda sekali dengan Yona yang selalu galak padanya.
Rehan terdiam, ia tidak percaya pada dirinya sendiri, apakah aku bisa jatuh cinta pada Yona? Aku saja saat ini sangat membencinya, sedikit rasa atau kagum padanya itu sama sekali tidak ada.
"Tidak usah di pikirkan! Biarkan saja semuanya mengalir bagaikan air, kamu cukup jalanin saja semuanya dengan baik! Dan aku minta jangan pernah sakiti hatinya Yona." Elis menatap Rehan semakin serius, ia tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Rehan.
Yona bukan gadis sembarangan, untuk laki-laki yang mendapatkan hati dan cintanya itu bisa di bilang laki-laki yang sangat beruntung. Karena Yona selama ini tidak pernah pacaran, ia pernah menyukai seseorang di masa lalu tapi sampai sekarang tak pernah di ungkapan perasaannya itu pada orang yang di sukainya, saat ini ia menyukai Endi pun tidak pernah mengungkapkan perasaan yang ada dalam hatinya pada Endi. Yona, sungguh sangat malang di saat gadis cantik ini mulai jatuh cinta tapi ternyata kenyataan dan takdir tidak seperti yang diinginkan, bahkan dia harus menikah dengan seorang laki-laki yang ia benci.
"Baiklah El, aku janji aku tidak akan pernah menyakiti hati Yona." Rehan berjanji di hadapan Elis dengan mantap.
Elis tersenyum kecil, dalam hati kecilnya sangat yakin kalau Rehan adalah laki-laki yang baik dan bisa membuat Yona bahagia untuk selamanya. Ya mudah-mudahan saja Rehan akan menepati janji itu pada Yona.
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1