
"aku baru saja pindah ke kompleks sini 3 bulan yang lalu, aku sering melihat mu saat berangkat sekolah jadi aku tau kamu juga tinggal sekompleks denganku" ucap kak oji, "ooh gitu kak, terus wanita yang di rumah kak oji itu juga mamanya kak oji?" tanya Aulia, "stop panggil aku oji, namaku bukan oji" tegas kak oji, Aulia hanya memandang heran ke arah kak oji seperti ada sesuatu yang ingin di tanyakan tetapi ia tak mampu mengutarakan nya.. "namaku Fauzan kau bisa memanggilku ojan, aku tau wajahku mirip dengannya tapi aku sama sekali tidak mengenalinya, orang yang kau sebut oji itu bukan aku" balas nya lagi, sontak Aulia melotot kan matanya hampir mau terlepas dia pun merasa sedikit malu dengan perlakuan nya selama ini, ternyata dugaan dia dan teman-temannya benar lelaki ini bukan kak oji wajah dan parasnya memang mirip tetapi yang ini sangat berbeda, sikapnya lebih dingin dan lembut cara bicaranya, tidak seperti kak oji yang penampilannya berantakan tapi keren bersuara Maco kelakuannya pun acak Adul.
"maaf ya kak selama ini aku udah salah paham aku pikir kakak adalah kak oji, benar benar memalukan kelakuanku kemarin" ucap Aulia merunduk kan wajah nya, "iya gapapa aku sudah sampai, sampai bertemu besok Lia" balas Fauzan dengan melambaikan tangan dan memasuki pagar rumah berwarna cream tersebut, aulia tak sadar mereka bercerita terlalu lama sampai Aulia pun lupa kalau jarak rumah mereka lumayan dekat dari caffe kenangan, tak berjalan lama dari rumah Fauzan Aulia telah sampai di depan rumahnya, tampaknya ibu dan ayahnya sudah pulang Aulia pun bergegas masuk,
di dalam rumah hening tidak terdengar siapapun "sial jam berapa niih" ucap Aulia dalam hati sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 08:53 pm "tumben ayah sama bunda udah pulang jam segini, Aulia pun berjalan masuk ke arah ruang tamu, dan *cklekkk* suara lampu di nyalakan disana sudah ramai sekali orang ada ayah bunda Mira Dinda dan Farhan tak lupa juga sepupunya Dodi ternyata semua sudah di rencanakan dari beberapa hari terakhir *selamat ulang tahun selamat ulang tahun selamat ulang tahun Auliaaaa selamat ulang tahun* mereka menyanyikan lagu bersama sama dan Aulia meniup lilinnya dengan perasaan yang bahagia "selamat ulang tahun ya anak bunda" "selamat ulang tahun kesayangan ayah" "selamat ulang tahun Lia" begitu banyak ucapan selamat untuk Aulia di malam ini, saking banyaknya hal hal yang tak terduga selama ini Aulia sampai lupa kalau hari ini adalah ulang tahun nya tepat pada tanggal 25 April Aulia telah memasuki usia yang ke 16 tahun, Aulia mendapatkan banyak ucapan selamat dari teman temannya dan keluarganya, malam itu menjadi malam terspesial untuk Aulia karena dia berhasil mencari tahu siapa pria yang di sangkanya kak oji juga acara ulang tahun nya kali ini sangat ramai.
selesai pesta ulang tahun malam ini mereka teman teman Aulia pun bergegas pulang karena sudah terlalu malam takutnya besok mereka bangun kesiangan untuk ke sekolah,
"Om Tante Lia kita pamit yaah" ucap ketiga teman temannya itu Dinda dan Mira hanya berjalan kaki karena jarak rumah mereka tidak begitu jauh sedangkan Farhan pulang naik motor miliknya,
keesokan harinya di sekolah, Aulia duduk di tempat biasanya ia sedang menunggu Fauzan, rupanya sudah sampai jam segini Fauzan tak kunjung datang, "kenapa dia tidak kesekolag hari ini" ucap Aulia dalam hati, semenjak kejadian kemarin, Aulia jadi semakin penasaran dengan sosok Fauzan kenapa dia mirip dengan kak oji namanya pun tak berbeda jauh.
__ADS_1
hari demi hari telah di lalui sudah setahun lamanya Aulia mencari kak Fauzan rupanya dia benar benar sudah menghilang bagai di telan bumi bahkan rumah mereka yang saling bertetanggaan pun tak pernah sekali ia jumpai Fauzan disana, "benar benar dia sudah pergi" ucap Aulia dalam hati,
"selamat pagi sayang ku yang manis, kenapa wajahmu berkerut seperti itu?" ucap kak oji sambil menggandeng tangan Aulia, rupanya Aulia dan kak oji sudah menjalin hubungan selama sebulan, karena awalnya kak oji tau bahwa Aulia naksir padanya dan dia menembaknya, Aulia memang naksir dengan kak oji tapi itu dulu waktu awal masuk sekolah, lagian dengan pesona kak oji waktu itu wanita mana yang tidak terpesona dengannya, mendengar ucapan dari sang pacar Aulia mencoba mengalihkan pembicaraan "perut aku sakit dari semalam sayang makanya aku sedikit nggak mood kesekolag hari ini" ucap Aulia ngelak, "yaudah kamu tunggu disini aku ambil obat dulu ke UKS yaa" ucap kak oji, "a aah gausah gapapa kok aku cuma butuh istirahat sedikit" balas Aulia, "yaudah aku antar kamu pulang yaah" "gausah di rumah nggak ada siapa siapa aku istirahat aja di perpustakaan sambil baca buku disana" balas Aulia, kak oji pun mengantarkan Aulia ke perpustakaan disana Aulia meminta kak oji untuk jangan mengganggunya dulu karena dia ingin istirahat sendiri, kak oji pun menuruti perintah Aulia dan meninggalkan Aulia sendiri di perpustakaan,
di perpustakaan Aulia mengambil buku sejarah yang selalu dia baca, Aulia membacanya lembar per lembar hinggal di lembaran selanjutnya terlihat sangat tebal, seperti ada sesuatu, Aulia membukanya dan itu adalah sebuah surat untuknya,
"halo Aulia apa kabar, senang akhirnya aku bisa berkenalan dan bercerita denganmu, awalnya aku tidak berani menyapa mu, aku hanya bisa melihat mu dari kejauhan, jika kau membaca surat ini, bisakah kau pergi ke rak buku di paling belakang disana ada sebuah surat untuk mu aku merekatkannya di antara buku buku sastra, surat dengan kertas biru itu untuk mu.
O,K*
setelah membaca surat tersebut aulia lalu berjalan ke rak buku di bagian belakang sesuai dengan arahan surat, ia mencari cari dimana surat tersebut, dan ia menemukan nya,
__ADS_1
"hai Aulia sudah baca surat sebelumnya, lihatlah ke kiri bawah, ini adalah tempat membaca favorit ku aku biasa membaca buku sastra disini mungkin ini akan menjadi tempat mu juga karena aku mengijinkan mu membaca disini, disini sangat nyaman kau dapat membaca dengan tenang tanpa ada yang menemukanmu disini, aku tau kau pasti penasaran siapa aku, jika kau ingin tau siapa aku silahkan kau cari surat berwarna merah di sekitar sini, didalam surat itu aku menuliskan nomor handphone ku untuk mu juga foto dan namaku, aku harap kau dapat menemukan nya,
salam
O,K*
"siapa dia sebenarnya" ucap aulia dalam hati, "dimana surat merah itu" Aulia mencarinya disela sela buku dan di sekitar tempat tersebut tetapi ia tidak menemukan surat itu,
mulai dari saat itu Aulia selalu pergi ke perpustakaan untuk membaca buku di tempat itu dan juga mencari keberadaan surat yang terakhir tersebut,
hayy episode ini sudah selesai yuk ke episode selanjutnya..
__ADS_1