The Chosen One

The Chosen One
The Ruined City of Peace


__ADS_3

"Baiklah..Selamat tinggal".


Ucap Kuro yang berada di belakang Asgerda sembari menepuk pundaknya.


Ketiga Ancient Dragon yang mengetahui keberadaanku pun terkejut bukan main setelahnya.


"Guchtnoven!".


Aku merapalkan Guchtnoven untuk menghapus keberadaan serta julukan dari Asgerda, The Hell Flame Dragon. Ia langsung menghilang setelahnya tanpa jejak. Acghulta dan Arcesta pun tidak bisa berbuat apa-apa.


Mereka yang tersisa menjauh dariku dan memasang ancang-ancang untuk bertempur.


"Oi kau. Kau harusnya sudah lenyap,namun mengapa? Kau bahkan bisa menggunakan Guchtnoven milik Asgerda!".


Ucap Arcesta yang terkejut sembari mengeluarkan keringat dingin.Tangan dan kakinya tidak dapat berhenti gemetar.


"Oi oi..Jangan bilang kalian berfikir kalau menghilangkan julukanku saja dapat membunuhku? Karena inilah kalian itu sampah".


Aku menjawab pertanyaan Arcesta yang dilontarkan kepadaku tanpa berbohong sedikitpun.


Memang benar, seharusnya Kuro telah menghilang dari dunia ini beserta julukannya. Tetapi, Kuro bukanlah makhluk atau entitas biasa. Ia adalah makhluk yg berada di luar The World Logic*. Ia ketidaktepatan, ketidakseimbangan, dan keterbalikan hukum dunia. Kuro bukanlah makhluk yang terikat takdir. Ia mampu meniadakan realita dan menyambungkan seluruh realita yang ada.


"Bagaimana aku bisa menggunakan Guchtnoven?Penasaran?..Baiklah,akan ku beritahu".


Aku yang berada diatas tanah pun terbang ke langit untuk memulai penjelasanku.


"Aku mewakili 7 perwakilan perasaan buruk yang dimiliki manusia.. Kebanggaan,Iri hati,Kerakusan,Ketamakan,Hawa nafsu,Kemalasan,dan Kemarahan.Setiap perasaan mempunyai keistimewaan nya tersendiri.Aku menggunakan perasaan Kerakusan untuk 'melahap' apapun yang kulihat termasuk sihir.Dengan Kerakusan pula aku dapat menggunakan sihir yang sama dengan dampak yang sama pula tanpa cacat sedikitpun.Aku bahkan dapat menghilangkan setiap kemungkinan efek samping yang timbul kepada tubuhku.Seberapa kecilpun kemungkinan itu,aku dapat mengadakan dan meniadakannya".


Aku memberitahukan caraku kepada mereka dengan tubuh yang melayang di udara.Mereka yang mendengarnya pun terbelalak,tidak bisa mempercayai dan menerima kenyataan yang telah terjadi di depan mata mereka.


"Masih mau bertarung?Aah\~,padahal aku berharap kalian mau jadi bawahanku".


Melihat mereka yang masih menggunakan kuda-kuda untuk bertarung,aku pun menghadapkan wajah ku kearah kanan bawah,menutup mata dan meletakkan tangan di wajahku.


"Bawahan,katamu!setelah yang kau lakukan kepada Asgerda dan kau ingin kami menjadi bawahanmu?!JANGAN BERCANDA!".


Acghulta menjawab pertanyaanku dengan teriakannya.Amarahnya menggelegar yang membuat angin di sekitar areanya menjadi tidak beraturan,walaupun dalam beberapa detik itu kembali normal.


"Hmm..kalau begitu,mari kita buat kesepakatan".


Aku memikirkan suatu kesepakatan untuk bisa menjadikan mereka bawahanku.


"Kesepakatan..?".


Ucap Acghulta dan Arcesta secara bersamaan dan dengan wajah yang kebingungan.


"Iya..kesepakatan.Kalau aku bisa membawa kembali Asgerda ke dunia ini,maka kalian akan menjadi bawahanku,bagaimana?".


Aku mengutarakan kesepakatan yang ku bicarakan.Mereka menjadi tambah kebingungan dari sebelumnya.


"Tch!Banyak omong sekali.Kalau benar kau bisa maka cepatlah lakukan!".


Acghulta menyuruhku untuk mencoba untuk mengembalikan Asgerda dengan nada yang kasar.Sifatnya sangat mirip dengan Asgerda.


"Oh,kau tidak menyadarinya?dia sudah ada di tengah-tengah kalian sejak tadi,lho".


Mereka berdua yang mendengar ucapanku itu pun langsung mengalihkan pandangan mereka ke Asgerda.Betapa terkejutnya mereka setelah melihat Asgerda kembali ke dunia ini.


"Tidak..mungkin.."


"Ini bohong,kan?".


Begitulah perkataan Arcesta dan Acghulta secara berturut-turut.Asgerda sendiri berada dalam kondisi normal dengan wajah yang ketakutan.


"Ini kenyataan.Aku mengatur kenyataan untuk membuat Asgerda tetap ada,ia seperti itu karena efek dari Sihir Kuno itu".


Mereka segera mendekat kearah Asgerda yang ketakutan dan terdiam itu.Berdua mereka memanggil nama Asgerda untuk menyadarkannya,namun ia tidak menjawab sama sekali dan tetap mematung.


"Tidak perlu khawatir dengannya.Seperti itulah efek dari seseorang yang terkena Sihir Kuno.Ia hanya akan seperti itu dalam beberapa saat,setelah itu ia akan kembali seperti semula".


Aku menenangkan mereka berdua yang berusaha menyadarkan Asgerda.


"Bagaimana?apakah kalian mau menjadi bawahan yang setia kepadaku?".


Aku bertanya ditengah kekhawatiran mereka terhadap saudara tertuanya itu.


"Ya,kami mau.Tapi sebelum itu bagaimana semua ini bisa terjadi?".


Ascerta bertanya kepadaku tentang kebenaran yang terjadi atas Asgerda.


"Gampang saja.Aku membengkokkan realita.Memutuskan benang realita milik Asgerda dan menyatukannya kembali dengan benang realita yang baru."


Ascerta pun kebingungan dengan jawaban itu.Wajahnya mengatakan bahwa Hal yang seperti itu mana mungkin bisa terjadi.Tetapi hatinya masih berusaha untuk mempercayai kenyataan di depan matanya.


"Benang realita?apa maksudmu?"

__ADS_1


"Benang realita adalah realita itu sendiri. Aku yang bertemu kalian adalah kenyataan. Aku yang bertarung melawan Asgerda adalah kenyataan. Serta, aku yang menghapus Asgerda juga kenyataan."


Ascerta semakin tidak memahami apa yang telah terjadi, ia hanya bisa terbelalak atas apa yang telah aku jelaskan.


ーBeberapa waktu kemudian..


Dan begitulah,kesadaraan Asgerda telah kembali.Para Ancient Dragon telah menjadi bawahanku,mereka meminum setetes darahku.Tubuh mereka bersinar,sama seperti waktu aku memberi minum 7 Ratu Neraka.Mereka juga telah sumpah setia kepada ku.Mereka pun berubah menjadi cincin dan terpasang di sisa-sisa jariku.Dengan ini aku mendapatkan bidak yang bagus.


[! ! !]


Aku mendengar teriakan seseorang yang sedang meminta pertolongan.Suarannya tidaklah asing,aku seperti mengenalnya.Aku khawatir terhadap kota Agrethe.


Aku pun terbang dengan cepat menuju ke arah kota Agrethe yang berjarak 10km dari tempatku bertarung tadi.


ーKota Agrethe..


Betapa terkejutnya aku ketika sampai di kota Agrethe.Mayat bergelimpangan.Aku berusaha mencari yang selamat untuk bertanya apa yang tengah terjadi,namun tidak bisa ku temukan satupun yang bernyawa.


Aku teringat akan Kuvia dan yang lainnya. Mencoba untuk berlari ke arah penginapan milik Kuvia dengan kecepatan rata-rata manusia. Cuaca berubah menjadi mendung dan petir.


("Apa yang terjadi disini? Mengapa aku tidak mengetahui apapun..?")


Aku terus berlari, hingga kini akhirnya aku telah sampai di depan penginapan milik Kuvia. Aku membuka pintu penginapan.


Aku terkejut melihat tubuh Kuvia, Suthea dan Keena di tengah penginapan dalam keadaan tidak memakai apapun. Mereka telah tewas dengan bermacam luka di tubuh. Kuvia tewas dengan luka sayatan yang dalam di leher, Suthea tewas dengan luka tusukan di perut, dan Keena tewas dengan kepala yang berlubang bekas tusukan pedang. Petir pun menyambar menambah suasana menjadi lebih suram.


Aku berjalan perlahan menuju ke tempat mayat mereka bertiga. Aku tidak bisa mempercayai ini semua. Padahal beberapa waktu yang lalu keadaan kota Agrethe masih baik-baik saja.Namun,apa yang ada di depan mataku?.


Aku tersungkur tidak berdaya dihadapan mereka. Mataku terus melototi keadaan yang ada di hadapanku.


"Apa yang..sebenarnya terjadi? Apa ini semua? Mengapa? Bagaimana bisa?"


Pertanyaan itu terus ku lontarkan tanpa arah. Aku terus bertanya seperti itu berulang-ulang kali.


"AAAAAARGH!!".


("Aku gagal.. menjadi pelindung dari kedamaian..)"


ーBeberapa waktu yang lalu,Istana Kerajaan Nochtshield..


"Yang Mulia,sepertinya bocah yang mengaku sebagai Raja Iblis(Kegelapan) itu tidak sedang berada di kota.Bagaimana perintah anda,Yang Mulia".


Tanya Komandan dari Pasukan siap tempur milik Kerajaan Nochtshield kepada Sang Raja.


"Hmm..begitu ya.Kalau begitu laksanakan rencananya.Bunuh semuanya tanpa terkecuali,lakukan sesuka hati kalian terhadap warga itu.Perkosa,tusuk,gantung mereka pun tidak masalah.Ini adalah hukuman surga karena telah berpaling dari cahaya ke kegelapan!".


"Nah..sekarang bagaimana caramu menyelamatkan kota itu,Wahai Raja Iblis?.AHAHAHA..AHAHAHA..AHAHAHAHA!!".


Sang Raja Rivas pun berkata demikian dan tersenyum sebelum akhirnya tertawa lepas.


Pasukan yang di siapkan Rivas berjumlah 500.000 orang.Termasuk 300.000 pasukan berpedang dan 200.000 penyihir kelas atas.


Mereka yang bergerak menuju ke kota Agrethe terdiri dari 10.000 pasukan berpedang dan 10.000 penyihir.Sedangkan mereka yang tinggal bertugas untuk menjaga istana.


"MARI KITA BERIKAN HUKUMAN KEPADA MEREKA YANG TELAH BERPALING KE ARAH KEGELAPAN!".


Teriak dari sang Komandan pasukan dari depan yang memecah suasana keheningan.Ini membuat para pasukan yang berangkat menjadi bersorak-sorai.


Kota Agrethe sedang di ambang kematian.


ーBeberapa jam kemudian,di luar Kota Agrethe..


Sang Komandan mengangkat tangan kirinya untuk memberi tanda pemberhentian.


"Apa yang akan kita lakukan,Komandan?".


Tanya salah seorang prajurit yang berada tepat di samping Komandan pasukan tersebut.


"Ini untuk berjaga-jaga saja,mungkin kita harus memasang penghalang sihir dan ilusi untuk mengelabui si Raja Iblis.Karena sebagian rumor mengatakan bahwa dia dapat mengetahui apa saja yang terjadi di kota ini,Wakil Komandan".


Balas sang Komandan pasukan dengan tangan kiri yang memegang dagu.


"Oh..begitu ya.Komandan memang hebat".


Sang prajurit yang mendapat gelar Wakil Komandan itu pun merespon dengan memujinya.


"Para penyihir,gunakanlah penghalang sihir tingkat tinggi dan ciptakan ilusi yang dapat membuat kota ini terlihat tetap tenang!".


Komandan itu memberikan perintah kepada para penyihir kelas atas itu sembari merentangkan tangan kirinya dan mengarahkan pandangannya dengan arah yang sama.


"Siap,Komandan!".


10.000 penyihir kelas atas itupun menjawab perintah Komandannya dengan serentak.


"Erlasd Laqia,Bigudrien!".

__ADS_1


Para penyihir itu melepaskan sihir yang bernama Erlasd Laqia dan Bigudrien secara bersamaan.


Erlasd Laqia adalah sihir tingkat tinggi yang dapat menciptakan sebuah penghalang sihir yang tak kasat mata.Penghalang ini dapat mencakupi tempat,desa,bahkan kota sekalipun.Sedangkan Bigudrien adalah sihir yang sama tingkatannya.Sihir ini diperuntukkan demi menciptakan ilusi yang menutupi suatu wilayah yang telah ditargetkan.Wilayah manapun yang telah diselimuti oleh sihir ini,maka akan tetap terlihat baik-baik saja dari luar walaupun terjadi kerusuhan di dalam kota.


"Baiklah..SEMUA PASUKAN,MAJU!".


Komando tegas dari sang pemimpin pasukan di keluarkan.Membuat para pasukan itu menjawabnya dengan berteriak.Mereka memasuki kota.


Pembantaian,pemerkosaan,dan hal keji lainnya di lakukan di setiap kota tanpa tersisa sudut sekecil apapun.Ras Human,Semi-Human,anak kecil,orang dewasa,wanita yang hamil,tanpa belas kasih mereka membantai dan melakukan hal bejat kepada mereka.


Hingga tibalah akhirnya didepan penginapan milik Kuvia.


7 orang prajurit memaksa masuk kedalam penginapan tersebut.Kuvia,Keena,dan Suthea yang sedang beristirahat pun terkejut mendengar teriakan di tengah penginapan.Kuvia pun memutuskan untuk keluar kamar dan mengeceknya sendiri.


"Ada apa,pak pelanggan?".


Kuvia yang baru saja terbangun dari tidur itu melihat pasukan yang memakai armor lengkap dan membawa pedang itu pun bertanya.Kuvia menduga bahwa mereka adalah pelanggan yang akan menginap di penginapannya.


Para prajurit yang melihat itupun mengeluarkan senyuman mengerikan di wajahnya.Itu membuat Kuvia ketakutan karenanya dan berteriak.


"TIDAAAK!".


Suara teriakan Kuvia terdengar sampai kepada Kuvia dan Suthea.Mereka berdua yang masih berada di kamar itupun mencoba untuk mengecek ke tengah penginapan apa yang terjadi hingga membuat Kuvia berteriak.


"Ada apa,bu?Sampai berteriak di penginap-.."


Tanya Keena yang terhenti ketika melihat ibunya di leher sang ibu tersayat dan meninggal itu.Terkejutnya lagi,bahwa sang ibu tengah di perlakukan seperti itu 'tepat' dihadapan mereka berdua.


Suthea dan Kuvia yang melihat itupun terkejut bukan main setelah melihatnya.Hal yang paling tidak disenangi oleh Suthea terjadi kembali didepan matanya,dan sebentar lagi ia juga akan mengalami itu.


Mayat Kuvia,Suthea,dan Keena itu di gilir oleh 7 orang prajurit yang lebih buruk perilaku dan moralnya daripada hewan.Mereka masih saja menikmati mayad yang sudah tak bernyawa itu.


ーBeberapa menit kemudian..


Mayat mereka bertiga ditinggalkan ditengah penginapan dengan keadaan yang sangat buruk.Para Prajurit mendapat perintah dari sang Komandan untuk kembali ke istana kerajaan.Beberapa dari mereka merasa kurang senang karena ingin 'mencicipi' beberapa mayat lagi.Sungguh,perilaku yang kejamnya sudah tidak masuk akal.


Para prajurit itu meninggalkan kota Agrethe jauh sebelum Kuro tiba dikota.Mereka tidak meninggalkan jejak sama sekali.Cukup pintar untuk ukuran manusia tak bermoral.


Begitulah yang terjadi sampai dengan Kuro tiba dikota ini.Ia yang sedih pun mengeluarkan air matanya.Wajah keputusasaan tampak dengan jelas.Air mata yang menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa melindungi kota inipun mengalir deras.Langit ikut menangis melihat ini.Gemuruh petir seakan tengah marah atas apa yang terjadi,menambah suasana menjadi sangat sedih untuk Kuro.


"Maafkan aku,Semuanya..Maafkan aku..Aku terlalu sibuk di luar kota sehingga menyebabkan kalian seperti ini.."


Ia meminta maaf dihadapan mayat Kuvia,Keena dan Suthea.


"Maafkan aku,Suthea..aku tidak bisa melindungimu..Maafkan aku.."


Kuro memegang tangan kiri Suthea yang dingin dan tak bernyawa itu dengan sangat erat.Ia menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi kepada Suthea.


"Lucifer"


Kuro memanggil Lucifer dengan nada yang sangat lemas,seakan tidak pernah makan beberapa hari.


"Saya disini,Tuan Raja Iblis".


Lucifer pun keluar dalam bentuk cincinnya dan memberikan hormat kepada Kuro.


"Bagaimana ini bisa terjadi?".


Tanya Kuro yang ditujukan kepada Lucifer.


"Maafkan saya,Yang Mulia Tuan Raja Iblis.Namun saya tidak mengetahuinya."


Jawab Lucifer dengan penuh hormat atas pertanyaan itu.Kuro pun yang mendengar itu tidak bisa berkata apapun.Ia hanyut didalam keputusasaan.Ia tenggelam dalam kesedihan.Ia terbawa oleh arus penyesalan yang mendalam.


ーIstana Kerajaan Nochtshield..


Setelah menerima informasi dari Komandan pasukan,Rivas tersenyum lebar.


"Bagaimana,Raja Iblis?apakah kau menyukai Neraka ciptaanku?".


Ia bertanya dan kemudian tertawa.Ia mengaggap bahwa Neraka tersebut telah membuat Kuro takut untuk berurusan dengannya.Ia mengira bahwa Kuro akan menjadi tidak berdaya karena Nerakanya.


...Akan tetapi,ada satu hal yang tidak diketahui oleh Rivas bahwa.....


...'Neraka' yang Sesungguhnya akan dimulai.....



Ilustrasi Kuro yang menangis


______________________________________________________________________________________________________________________________


*[¹] The World Logic: Everything in this universe is truly filled with diversity. Starting from the most common things such as life, living things, et cetera. To things so complicated like the framework of the world, destiny, laws, cause and effect, future and past, and all sorts of other complex things.


The World Logic (or it can be called The Logic of The World) is something that includes all of these things. The World Logic is really hard to understand due to the brain and human memory capacity is so limited compared to all the facts from The World Logic.

__ADS_1


The World Logic is a thing that has really encompasses the universe. The World Logic is not a concept, or whatever. It is not exist to conceptualize things.


__ADS_2