
ーKeesokan harinya,Kota Agrethe..
Waktu yang kulalui kemarin bersama Suthea sangatlah menyenangkan.Kami tertawa,curhat, bercerita dan masih banyak hal lainnya yang sangat menyenangkan.Sedangkan hari ini---hari dimana Aku akan melawan Rivas dan para bawahannya.Aku bersantai di kota Agrethe yang damai ini.Matahari mulai menampakkan wujudnya dari balik bukit.
[! ! !]
("Hmm..Sebaiknya aku pindahkan saja mereka..").
Gumamku dalam hati.Aku kemudian berjalan ke tengah kota.
"Semuanya,perhatikan aku!".
Ucapku ditengah kota dengan suara yang cukup untuk menyadarkan satu kota.Mereka yang menyadari itupun memberikan perhatiannya kepadaku.
"Rivas dan 7 malaikat bawahannya telah beranjak dari kerajaan dan menuju kemari.Mulai sekarang aku akan membuka portal dimensi pribadiku,setelah itu maka masuklah kedalamnya!".
Para warga yang mendengar pun terkejut mendengar berita bahwa Rivas telah menuju ke kota ini.Masing-masing dari mereka berbisik satu sama lain untuk meyakinkan bahwa yang mereka dengar adalah nyata.
"Semuanya,jika kita ingin selamat maka kita harus mengikuti apa yang dikatakan oleh Kur-maksudku,Tuan Raja Iblis!".
Salah seorang gadis bernama Suthea muncul dari tengah kerumunan warga dan berdiri depanku sembari menghadap ke arah warga.Ia memecah suasana yang menegang karena kewas-wasan para warga.Mereka pun terdiam sementara.
"Bukankah kita telah mendapatkan naungan dari Tuan Raja Iblis?"
"Kalau begitu untuk apa kita masuk ke dalam portal nya?".
"Itu benar,itu benar!".
Para warga membantah perkataan Suthea dan tidak acuh terhadap perintahku.Suasana dikota yang tadinya dipenuhi kecemasan berubah menjadi ricuh karena banyak yang menentang untuk memasuki portal dimensiku.
Suthea terlihat sedang terpojok karena tentangan itu.Aku yang berada di belakangnya secara bertahap berjalan kearahnya.Setelah tiba di jangkauan tanganku,aku menyentuh pundak kanannya dengan tangan kananku.Ia yang terkejut oleh itu menoleh dengan segera.Aku meyakinkan kepadanya bahwa yang seperti ini serahkan saja kepadaku dengan tatapan yang menjanjikan dan senyuman.
Sedikit berjalan dan kemudian berada didepan Suthea dengan menghadap kearah bawah.
"Kalau begitu,Lihatlah ini!".
[TAK!]
Aku menjentikkan jariku.Membuat semacam layar besar yang menunjukkan 7 Pengawal Surga yang terbang serta 480.000 pasukan yang tersisa.Mereka bergerak di bawah komando langsung dari Rivas,Sang Raja Pahlawan sekaligus manusia yang mendapat berkah dari Dewa Cahaya yang membuatnya menjadi Lord of Lightness.Para warga yang melihat itupun kembali terkejut dengannya.
"Aku akan bertarung dengan mereka semua,dan akan lebih efektif apabila aku fokus dalam pertarungan daripada aku juga berfokus untuk melindungi kalian.Oleh sebab itu,aku ingin kalian memasuki portal dimensiku ini."
Aku menjelaskan semuanya.Para warga mulai menyadari itu.
"Akan tetapi,mereka ada banyak,Tuan.Tuan tidak perlu sampai membahayakan diri tuan untuk kami."
Ucap salah satu pedagang kota yangenyela perkataanku.
"Tenang saja,Aku ini kuat,lho!".
Aku meyakinkan mereka dengan pose yang sering kulihat di tv saat masih di jepang dulu.
"....."
Para warga kota terdiam mendengar perkataanku.
"Selain itu,aku juga punya 7 Ratu Neraka yang akan terus setia kepadaku".
Aku melanjutkan pembicaraan tadi dengan nada yang sama.
"Lah,tung-Ratu Neraka katamu!?Selain itu,ada 7!?"
Suthea yang terkejut menghadapkan badannya ke arahku,menarik kerah bajuku dan berkata demikian sembari melotot.Nafasnya mengenai wajahku,keluar seperti banteng yang yang melihat benda berwarna merah dalam festival San Fermin di Spanyol.
("..Terlalu dekat..Wajahmu terlalu dekat,Suthea..")
"Tidak,tunggu,dengerin aku dulu".
Aku berkata dalam hati dan diiringi dengan perkataanku yang demikian kepada Suthea.Ia yang mendengar itu melepaskan tangannya dari kerah bajuku dengan segera dan mengeluarkan wajah yang memerah karena malu.Aku yakin yang tadi itu hanya refleknya semata.
Aku merapihkan kembali kerah baju dan meluruskan jubah hitamku.Aku mengangkat kedua tanganku setinggi perut.
"Muncullah,Para Ratu Neraka-ku!".
Tujuh cincin yang berada di tanganku berubah menjadi wanita cantik,nan seksi.Tak heran para pria yang ada dan melihat itu mengeluarkan air liur dan wajah yang memerah.
"Uwaah...."
Ucap para warga yang berjenis kelamin pria
Suthea yang melihat itu melotot tak percaya.
"Oi,Kur-tidak,Raja Iblis!Ini apa maksudnya?".
Ia kembali menarik kerahku dan bahkan kali ini wajahnya lebih dekat dibanding dengan sebelumnya.Saking dekatnya,mulutku dan mulutnya hampir bersentuhan.
Aku yang menyadari itu menjauhkan wajahnya dariku karena terlalu dekat.
"Mereka ini adalah Ketujuh Ratu Neraka.Para bawahanku yang selalu membantuku.Dengan adanya mereka,aku tidak perlu khawatir akan kekalahan dalam perang nanti".
Ucapku dengan nada yang santai.Suthea pun menghela nafas lega yang bisa kudengar.
"Intinya,tidak akan terjadi apa-apa padaku.Jika kalian ingin membantuku,maka dengan kalian masuk kedalam portal dimensi ini saja sudah sangat membantuku".
Aku berkata demikian dengan mata yang tertutup dan kepala yang mengarah ke tanah.Bukan untuk memohon ataupun semacamnya,hanya saja aku ingin sedikit lebih rileks.
ーBeberapa menit kemudian..
"Dengan ini selesai."
Aku telah berhasil mengevakuasi seluruh warga kota kedalam dimensi pribadiku ini.Mereka menjadi tahan terhadap oksigen berkat meminum darahku.
"Kak Kuro..Apakah kak Kuro akan baik-baik saja?".
Keena mendatangiku dengan wajah yang cemberut karena khawatir.Aku yang melihatnya tersenyum dan merendahkan tubuhku agar wajahku dan wajahnya berada di tinggi yang setara.
"Gapapa,kok.Kakak kuat soalnya".
Dengan posisi seperti ini,aku mengelus kepalanya.Memberikan senyuman yang memiliki nilai sempurna di dalamnya.
"Serius?".
Keena yang melihat reaksiku menjadi semakin cemberut dan bertanya akan keseriusan dalam perkataanku.
"Serius.Kalau kakak lemah,waktu itu mungkin kakak ga bisa menyelamatkan kamu,kan?".
Aku mencoba untuk membuatnya yakin dengan membahas waktu pertama kali aku menyelamatkannya dari 2 berandalan kota.
Aku ingin memberinya sesuatu yang setidaknya dapat membuatnya menjadi tenang dan kemudian aku teringat oleh sesuatu---Boneka.Aku bisa menciptakan boneka yang mirip dengan boneka yang ada di Jepang dari segala tipe yang ada mulai dari yang paling mahal,yang paling terkenal dan sebagainya.
Bagaimana aku bisa?Aku hanya membuatnya dari ingatanku yang masih utuh akibat Infinity Memory yang diberikan oleh Gabriel saat masih di Marchedist.
Hanya dengan memikirkan sesuatu yang ada di Jepang,memanipulasi informasi yang ada dari benda itu dan membuatnya menggunakan energi sihir dan..Tada!Sesuatu yang sesuai dengan pikiranku pun telah berhasil dibuat.
Aku memulainya.Aku memikirkan sebuah boneka yang paling indah yang pernah kutemui.Mencoba untuk mengingatnya.
("Aku menemukannya..Tunggu..Bukankah ini...?")
Aku bergumam dalam hati karena mendapatkan sesuatu yang kuinginkan.Namun tanpa diduga boneka yang paling indah di Jepang dalam ingatanku adalah boneka milik Otosaka Rin,gadis yang ku selamatkan sebelum ajal menjemput ku.
("Tidak,tunggu..akan ku coba sekali lagi").
Aku mencoba untuk mengingat boneka paling indah yang pernah ada di Jepang.Seharusnya ada banyak seperti Annabelle---tidak,Annabelle bukan dari Jepang.Lagipula Annabelle menyeramkan,bukan?.Aku yakin para pembaca sepemikiran denganku.
Seharusnya ada banyak boneka yang cantik namun mengapa yang ada di ingatan ku hanya Boneka milik Otosaka Rin?.
Tiga kali induk ayam mengeram,yang keluar akan tetap anak ayam.Begitulah perumpamaan yang cocok dengan yang kualami saat ini.
__ADS_1
Karena tidak memiliki pilihan lain,aku membuat boneka milik Rin.Namun bedanya,boneka ini ku aliri sihir yang membuatnya menjadi suatu entitas asli beserta keberadaan dan julukannya.Aku dapat menulis dan menulis ulang julukan milik entitas yang memiliki energi jiwa dari tingkat rendah hingga ke tingkat tidak ada/Zero,dan aku juga bisa menulis ulang julukanku sendiri jika suatu hari kembali di hapus oleh sesuatu secara tidak kusadari.
Boneka itu telah berada di atas tanganku,bergerak dan menyentuh kulit Keena.
"Nih,hadiah dari kakak".
Ucapku kepada Keena sembari memberikan Boneka berbentuk beruang yang hidup dan memiliki julukan itu kepada Keena.
"Waah..Imutnyaa!Ini apa,Kak Kuro?".
Balas tanya Keena kepadaku sembari menerima dan menggendong boneka beruang yang desain nya mirip dengan boneka milik Rin.
"Ini namanya boneka.The Brown Bear,Kuma".
(Kuma [くま],Adalah bahasa jepangnya Beruang.Kuro memberi nama Kuma hanya dengan satu tujuan tidak berguna,yaitu tidak ingin repot.Padahal ia bisa menemukan nama yang bagus.)
Aku memberitahukan tentang benda yang dipegangnya itu.Walau begitu,ia tidak begitu senang ketika telah melihat boneka lebih detail.
"Hmm..Ada apa,Keena?Kamu tidak menyukai Kuma?".
Tidak,kok.Aku suka.Hanya saja.."
Aku bertanya,dia merespon dengan jawabannya yang terhenti.Kuma yang melihat kami kebingungan.
"Hanya saja?".
"Hanya saja...aku merasakan bahwa aku mempunyai kenangan yang begitu dalam dengan boneka ini,padahal aku baru saja melihatnya.."
Aku terdiam mendengar jawaban dari Keena.
"Sudah,sudah,Keena.Kamu terlalu banyak berfikir.Sekarang bahagia dan tunjukkan Kuma kepada Ibumu,ya?Lihat,Kuma begitu senang berada di dekatmu".
Aku mencoba untuk menenangkan dan membuat Keena tersenyum lagi.Kuma yang melihat Keena murung pun ikut murung,lantas memeluk lengan Keena.Untuk memeluk satu tubuh ukuran manusia sangatlah mustahil bagi Kuma dikarenakan ia hanya memiliki panjang 20 sentimeter dan lebar 15 sentimeter.Tidak berat untuk dipegang dengan satu tangan saja.
"Ayo,tersenyumlah!".
Aku menyuruhnya untuk kembali tersenyum dan bahagia.
Ia pun tersenyum.Senyuman lebar itu hanya diperuntukkan kepadaku.
"Kak Kuro,terimakasih.Kalau begitu,aku mau ke tempat ibu dulu,ya!".
Ia berkata demikian dengan yang makin menjauh disebabkan ia sembari berlari.Aku yang melihatnya hanya bisa tersenyum.
Aku kembali ke posisi berdiri.Mengepalkan tangan kanan di pinggang sebelah kanan.
("Nah..Akhirnya hal yang ditunggu-tunggu akan dimulai..").
ーDisisi Lain,Raja Pahlawan(Yuusha),Rivas..
Pasukan yang berjumlah 480.000 itu bergerak dari istana menuju ke kota Agrethe.Rivas yang tengah duduk di singgasana berjalan yang diangkut oleh beberapa ratus orang itu tengah menikmati minuman.Ia terlihat cukup santai bahkan ketika ia tahu bahwa sebentar lagi ia akan bertarung.
Salah satu dari Malaikat terkuat yang menjalin kontrak kepada Rivas,Argus telah tiba.Ia langsung memberi hormat dengan kaki kanan yang bertumpu di lutut,kaki kiri yang dilipat kearah depan,kepala yang menunduk,tangan kanan yang diletakkan di bahu bawah kiri,dan mata yang tertutup.
"Saya tiba untuk memberikan Informasi yang saya dapatkan,Tuan Raja Pahlawan."
Begitulah kata Argus kepada Rivas.
"Beritahukan langsung kepadaku,Argus."
"Siap,Tuan Raja Pahlawan.Ketika saya melakukan pemeriksaan ke kota Agrethe,saya tidak menemukan satupun warga kota.Saya tid-.."
"Apa..katamu!?"
Rivas yang sedang memegang gelas berisi minuman itupun dibuat terkejut.
"Seperti yang saya katakan,Tuan Raja Pahlawan."
"Tch!'
Rivas merasa kurang puas atas informasi yang diberikan oleh Argus kepadanya.
Ya,apa yang sedang berada di pikiran Rivas adalah kebenaran yang terjadi.
"Argus,perintahkan seluruh prajurit untuk mempercepat gerakan!Aku ingin kita telah berada di gerbang kota Agrethe dalam kurun waktu 2 menit".
Lagi-lagi perintah tidak masuk akal milik Rivas pun keluar dari mulutnya.Ia sadar,bahkan sangat sadar untuk mengetahui jarak antara ia dan kota Agrethe sekarang masih bisa di bilang sangat jauh.
"Seperti yang anda harapkan,Tuan Raja Pahlawan."
Bukannya membantah,Argus mengikuti perintah Rajanya.Bagi para entitas yang telah menjalin kontrak dengan makhluk yang lebih tinggi diatasnya,perintah mereka adalah mutlak.
Argus keluar dari singgasana berjalan yang tertutup itu dan mulai kembali terbang,namun kini ia menyeimbangkan posisinya,tidak maju tidak pula mundur.Menghadap kearah para prajurit yang ada di belakang.
"Oi,Kalian!Tuan Raja Rivas ingin sampai ke kota Agrethe dalam waktu 2 menit!Apapun caranya,kita harus sampai dengan waktu yang diperintahkan!".
Argus berteriak kearah para prajurit.Merekapun berhenti untuk mendengarkan apa yang diteriakkan oleh Argus.
"A-Akan tetapi,Tuan Argus..kami sedari tadi belum makan dan minum.Lagipula sinar matahari terlalu panas buat kami.Beberapa dari kami telah kehilangan tenaga bahkan sebelum peperangan ini dimulai."
Salah satu prajurit memberikan keluhannya.
"Siapa yang memberimu perintah untuk berbicara,huh!?".
Argus mengeluarkan nada dan pandangan yang menyeramkan kearah prajurit itu.Ia yang melihat menjadi gemetaran karenanya.
"Dengarkan aku!.Apapun yang terjadi pastikan untuk sampai dalam waktu 2 menit!"
Argus memerintahkan mereka dengan perintah yang sama.Para prajurit yang tidak punya pilihan lain hanya bisa mengikuti perintah dari Rivas yang disampaikan oleh Argus.
Para prajurit ini saling memberikan tenaga melalui energi sihir mereka untuk mengisi tenaga mereka,tidak terkecuali dengan para penyihir.Mereka melakukannya dengan kompak dan setara.Dengan ini mereka bisa sampai ke kota dengan cepat karena merasa memiliki tenaga yang tidak ada habisnya.
ー2 menit kemudian..
Pasukan itu telah berada di gerbang kota Agrethe.Kuro telah menunggu mereka semua.Rivas menjadi sangat bersemangat setelah melihat wujud Kuro secara langsung.Ia keluar dan turun dengan niat berbicara sebentar sebelum dilakukannya pertarungan.Ia berjalan kearah Kuro,diiringi dengan para malaikat yang berada di belakangnya.
"Oi,bocah..kalau tidak mau mati dimedan perang mending pulang saja.Kau itu kekurangan jumlah,kau bahkan hanya menjalin kontrak dengan Leviathan saja,setelah semuanya kau masih berfikir dapat memenangkan ini..AHAHAHA!".
Rivas membuka percakapan antara ia dan Kuro.Percakapan antar 2 makhluk yang memiliki keberadaan paling penting di dunia pun dimulai.
Rivas yang umurnya sekitar 26 itu memanggil Kuro sebagai bocah,walau sebenarnya Kuro sudah tidak terikat oleh umur,angka matematika,dan fisika semenjak ia membuka segel Sense of The World.Umurnya tidak dapat diaplikasikan dalam bentuk 1,2,3 dan selebihnya.
"Hee..jadi kau kira dengan kau menang jumlah,dapat mengalahkanku?".
Kuro menundukkan pandangannya yang membuat matanya menjadi tertutupi oleh rambutnya yang hitam.
[! ! !]
Kuro mencoba untuk memukul perut Rivas dengan kecepatan yabg melebihi kecepatan cahaya,namun dihadang oleh para malaikat yang menjaga perut Rivas dan menahan pukulan tangan Kuro.
Rivas yang melihat itu tidak berkutik sedikitpun.Bukan karena ia kalah cepat,namun itu karena ia tidak akan mati hanya dengan pukulan.
"Apa maumu,Raja Iblis!".
Ucap Marakh,salah satu malaikat yang menjalin kontrak dengan Rivas.
Kuro yang menyadari itu menarik kembali tangannya kepada keadaan semula.
"Ahahaha tidak,tidak.Aku hanya menilai seberapa cocok kalian untuk melawan bawahanku dan hasilnya sudah kuduga."
Kuro menjelaskan tentang itu,para malaikat dan Rivas pun terdiam seketika.
"Apa maksudnya itu,bocah?".
Rivas bertanya tentang arti sebenarnya dari perkataan Kuro.
"Hmm?..Jangan bilang kau tidak mengetahuinya?!Ah~,padahal aku berniat untuk memberitahumu nanti agar dapat adegan yang keren."
__ADS_1
[? ? ?]
Mereka yang medengar hanya bisa mengeluarkan wajah penuh tanda tanya.
"Datanglah kehadapan ku,Para Ratu Neraka!".
Kuro mengangkat tangannya sejajar dengan perut.Para Ratu Neraka pun berubah wujud menjadi manusia dan berdiri dibelakang Kuro.
Para Malaikat dan Rivas pun dibuat sedikit terkejut olehnya.Itu karena mereka mengira bahwa Kuro hanya membawa Leviathan,namun kenyataannya Kuro masih mempunyai 6 Ratu Neraka lainnya.
"Hooo..ternyata kau lumayan juga ya,bocah.Ku akui dirimu."
Rivas tersenyum kepada Kuro dengan senyuman yang tidak normal,seakan tengah merendahkan Kuro.
"Aku tidak butuh pujian dari makhluk lemah sepertimu,Rivas."
Kuro membalas senyuman tidak normal milik Rivas dengan senyuman mengerikan yang biasa Kuro keluarkan apabila ia ingin menyiksa lawannya secara brutal dan sadis.
Rivas yang hanya melihat itu mulai merasa sedikit gugup dan ragu untuk melawannya.Namun harga dirinya memaksa untuk tetap bertahan di sini dan bertarung melawan Kuro.
"Selain itu,apakah bisa kita mulai pertarungan ini?"
Kuro bertanya demikian.Para malaikat,Ratu Neraka,serta Rivas memasuki mode pertempuran dengan memakai kuda-kuda.Kuro?Kuro masih seperti biasa,tidak mengeluarkan tangannya dari saku.
Peperangan pun dimulai,para Malaikat mendapatkan lawan yang menjadi musuh mereka selama di The Great Gudou War.
...The Angel of Justice,Argus...
...Vs...
...The Queen of Pride,Lucifer...
...The Ange of Holiness,Samael...
...Vs...
...The Queen of Envy,Leviathan...
...The Angel of Purity,Marakh...
...Vs...
...The Queen of Wrath,Satan...
...The Angel of Covenant,Zenith...
...Vs...
...The Queen of Lust,Asmodeus...
...The Angel of Hope,Akriel...
...Vs...
...The Queen of Sloth,Belphegor...
...The Angel of Wisdom,Filas...
...Vs...
...The Queen of Gluttony,Beelzebub...
Dan yang terakhir..
...The Angel of Patience,Luviah...
...Vs...
...The Angel of Greed,Mammon....
Mereka sudah memulai pertarungannya.Bertarung dengan sangat semanngat.Tetapi,ini tidak akan berfokus kepada mereka dahulu.
Pertarungan antar 2 kubu yang saling bertolakbelakang akan dimulai.Pertarungan yang membawa kedamaian sejati dipundaknya dan yang membawa hasrat duniawi di hatinya.
Ya,inilah yang ditunggu.
...Sang Raja Pahlawan (Yuusha),Lord of Lightness...
...Rivas von Nochtshield...
...Vs...
...Sang Raja Iblis(Maou),Lord of Darkness...
...Kuro Isshiki....
Kuro dan Rivas.Suasana di kedua kubu sangat sunyi.Kedua entitas yang mempunyai keberadaan terpenting saat ini menunggu lawannya untuk mengeluarkan sihir atau serangan dahulu.Sampai pada beberapa saat..
"Oi,sampai kapan kau mau diam?Jangan bilang kalau kau takut dan berusaha untuk melarikan diri?".
Rivas yang merasa bosan itu kembali merendahkan Kuro.Namun,ia tidaklah gentar sedikitpun atau terpancing oleh perkataan rendahan semacam itu.Kuro sedang merencanakan sesuatu.
"Ya,sudahlah.Biar aku saja yang memulainya."
Sesuatu muncul dari hadapan Rivas.Berbentuk garis dan memiliki cahaya yang sangat terang.
"Keluarlah,Pedang Cahaya-ku.. <> !!".
Rivas berteriak.Dari sebalik garis cahaya itu keluar pedang dengan cahaya emas yang bersinar sangat terang.
( <> adalah pedang yang tercipta dari cahaya murni surga.Memiliki 2 sisi yang tajam.Ini memudahkan pemilik untuk mendominasi dalam pertarungan karena bisa menyerang dari 2 arah.Pedang ini termasuk True Magic dengan kepemilikan Rivas von Nochtshield. <> memiliki daya tebas yang dapat menghancurkan seluruh alam semesta beserta kontinum ruang waktu apabila penggunanya tidak bisa mengontrol kekuatan dari <> itu sendiri.)
Kuro yang melihat itu,mendapatkan informasinya.Ia akan menciptakan sebuah pedang juga,namun bukan dari cahaya melainkan kegelapan.
"Eeeh..ternyata kau punya True Magic yang lumayan juga.Tetapi.."
Kuro memberhentikan perkataan nya,mengangkat kedua tangannya dan seketika tubuhnya terbang keudara.Angin yang berada di sekitar Kuro jauh dari kata seimbang.Angin itu terus menekan udara yang membuat Para pasukan yang melihat itu termasuk Rivas menjadi sangat terkejut.
Dari tangan kirinya muncul sebuah kekuatan.Itu berasal dari kekosongan yang tak berujung.Biasa di sebut Zeroness/Nothingness.Sedangkan dari tangan kanannya muncul kekuatan yang tak kalah kuat dan hebatnya dari yang ada di tangan kiri.Kekuatan yang berasal dari Kegelapan yang tak terhingga.Mereka inilah yang akan menjadi True Magic milik Kuro.
Kuro menyatukan kedua tangannya di depan dada yang otomatis membuat kedua kekuatan itu memaksa untuk bersatu.Udara di sekitar menjadi tidak stabil,oksigen menjadi hilang timbul,air laut mengalami sebuah pergerakan besar,gunung-gunung yang menjulang tinggi terbelah menjadi dua,dan tanah menjadi retak.
Kedua kekuatan itu berhasil menyatu.Angin,udara,air laut,dan tanah berhenti melakukan pergerakan.Beberapa pasukan tersungkur akibat kehilangan kestabilan nya dalam berdiri.
Kuro berhasil menciptakan sebuah garis dihadapannya,mirip dengan yang dimiliki oleh Rivas.Hanya saja,yang Kuro miliki ini warnanya gelap.
"Datanglah..Pedang Kegelapan-ku... <>!!".
Dari balik garis kegelapan itu muncul sebuah pedang yang berwarna gelap.Kedatangannya ke dunia membuat langit cerah menjadi menjadi gelap,lebih gelap dari malam,lebih gelap dari hitam.
( <> merupakan pedang yang tercipta dari Zeroness,Darkness,dan kehendak dari Kuro.Seharusnya untuk menggabungkan Zeroness dan Darkness adalah hal yang mustahil,bahkan dewa sekalipun masih terbilang belum yakin untuk bisa menggabungkannya,oleh sebab itu Kuro menggunakan kehendaknya agar penggabungan itu berhasil.Pedang yang memiliki satu sisi tajam ini dapat membelah dimensi dan 1 tebasannya dapat menghancurkan semua yang ada,mulai dari yang lebih besar dari kumpulan alam semesta beserta kontinum ruang waktu dengan jumlah yang tak terhingga didalamnya,sampai kepada hal yang lebih kecil dari atom dan membuatnya menjadi kehampaan.Pedang ini pula dapat meresap kehampaan itu sendiri.Pedang ini telah bersatu dengan Kuro sejak penciptaannya mulai dari jiwa,fisik,pikiran,keinginan,hasrat,dan seluruh indra tubuh Kuro.Ini membuat Kuro tidak perlu memanggil <>.Apabila Kuro merasa terancam,Pedang ini akan muncul dengan sendirinya.)
<> pun keluar dari hadapan Kuro dan melayang dengan posisi gagangnya yang berada di atas dan ujung yang menghadap kebawah.
Kuro memegang gagang dari <> dan menghadapkannya ke arah Rivas.Kegelapan di langit menjadi sangat jelas dan menghantui hati para pasukan.
"Nah..Mari kita mulai adegan serunya,Rivas!".
Kuro berteriak demikian dengan semangat yang membara.Itu terlihat dengan sangat jelas dari raut wajahnya yang sudah tidak sabar untuk 'bersenang-senang' dengan Rivas.
"Ya!".
Rivas membalas teriakan itu.Mereka berlari sambil memegang pedang untuk mendekat ke satu sama lain.
Ilustrasi bentuk dari << Chaos La Ghuriazht >>.Hanya saja, << Chaos La Ghuriazht >> lebih panjang dari yang ada digambar.
__ADS_1
Ilustrasi pedang << Averthine >> milik Rivas von Nochtshield.