The Chosen One

The Chosen One
Failed Princess, Suthea (ll)


__ADS_3

("Aku bukanlah orang bodoh yang akan dengan senang hati masuk ke permainan bodohmu,Rivas").


Aku bergumam didalam hati,tersenyum menghadap langit senja.Leviathan yang melihat itu kebingungan.Ia sama sekali tidak mengerti apa arti dibalik senyumku.


Aku sudah mengetahui rencana licik milik Rivas.Ia akan membiarkan ku menyelamatkan putrinya,Suthea dan mencoba untuk menghadangku untuk kembali ke Agrethe dengan mengirim orang yang berjubah hitam dengan tudung kepala itu.Hanya saja,aku tidak mengetahui siapa orang itu sebenarnya.


("Hmm..ini aneh.Kalau perkataan Gabriel benar,mengapa aku tidak mengetahui orang dibalik jubah itu?Aku bahkan sampai bertanya kepada Kuvia apa yang telah terjadi di negeri ini.Ya sudahlah,setidaknya aku dapat informasi yang aku inginkan").


"Leviathan,aku butuh dua orang dari kalian untuk menemaniku mencari Putri Suthea.Sebutkanlah nama yang pantas!".


Aku berfikir didalam hati kemudian memberikan perintah kepada Leviathan untuk menyebut dua nama yang pantas menemaniku.


"Kalau begitu,Tuan Raja Iblis..dengan senang hati saya mengajukan diri saya dan Lucifer untuk menemani Tuanku mencari si Putri itu".


Terhadap perintahku,Leviathan mengajukan dirinya dan Lucifer dengan nada dan tata bicara yang sopan.


"Baiklah..Lucifer!".


Aku memanggil Lucifer dalam wujud cincinnya.Ia keluar dan berdiri di samping Leviathan.


"Saya disini,Tuan Raja Iblis!".


Lucifer menjawabku dengan cara yang tidak kalah sopan.Ia menundukkan badannya,meletakkan tangan kirinya di atas dada kanannya sembari menutup mata.


"Lucifer,besok kita akan mencari Putri Suthea.Apakah kau mau membantuku?".


Aku bertanya kepada Lucifer dengan menoleh sedikit kearah belakang,tempat Lucifer dan Leviathan berdiri.


"Tentu saja,Tuanku.Saya bersedia membantu anda".


Ah,tentu saja,bukan?Habisnya Lucifer sudah pernah bersumpah dengan para Ratu Neraka yang lain untuk menuruti perintah ku dan mengikutiku kemanapun aku pergi serta menghargai keputusanku.


"Shadow Clone!".


Aku mengarahkan tangan kananku kearah depan yang dimana itu adalah ujung dari bukit.Tidak ada tempat berpijak lagi setelah tempat ku berdiri.Aku menciptakan kloninganku dengan Shadow Clone.Ia yang tidak menapakkan kakinya ketanah itu terbang tepat di depan ku.Aku sedikit mundur untuk memberinya ruang untuk berdiri.Lucifer dan Leviathan yang melihatku mundur pun mengerti dan ikut mundur ke arah belakang agar aku tidak merasa sempit.


"Yo,Kuro!".


Aku memanggil kloninganku sendiri dengan namaku.Ia mendaratkan dirinya di depan ku untuk memulai pembicaraan.


"Ada apa,diriku?".


Kloninganku yang sudah mendaratkan dirinya di ujung bukit itu pun melontarkan pertanyaan pertamanya kepadaku.


"Lah,memangnya kau belum tahu?".


Aku bertanya kepada kloninganku sendiri.Dia seharusnya sudah tau apa yang akan aku lakukan.Ini aneh.


"Tidak,sama sekali tidak tahu".


Aku yang mendengar itu sedikit terkejut karena diluar dugaan ku.Aku memiliki Sense of The World,aku bahkan sampai bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan saat masih di Marchedist.Aku mengetahui semua realita di dunia yang rumit ini.Aku mempelajari banyak teknik sihir dan bertarung dalam waktu singkat berkat Sense of The World dan Infinity Memory ini.Aku juga berhasil menciptakan Connected Heart berkat Sense of The World ini.Sunggu,semua ini diluar dugaanku.


Aku menjelaskan semuanya ke Kloninganku tentang rencana membawa Putri Suthea kembali dari pedagang budak.Aku menciptakan dirinya untuk menjaga kota selagi aku tidak ada,karena aku sudah tau rencana busuk dari Rivas.

__ADS_1


"Dan begitulah.Apakah kau siap,Kuro?".


Aku bertanya kepada kloninganku dengan senyuman lebar dan kepala yang sedikit kurendahkan,matakupun tertutup oleh rambut ku yang hitam karenanya.


"Hahahaha!begitu ya,begitu ya.Akhirnya kau mengambil langkah besar,Diriku.Tentu,aku siap!".


Dia tertawa dan berkat bahwa dirinya siap.Tentu saja,mau seberapa banyak kloningan yang akan kuciptakan.Mereka akan tetap kuat seperti diriku.


"Kalau begitu,urusan ini kuresahkan padamu,Kuro!".


"Ya!serahkan padaku,Diriku!".


Aku mengarahkan lengan kanan ku kedadanya.Ia pun bertindak demikian.Tangan kami bersatu,mengatakan suatu kesepakatan dengan senyuman.Ya,ini akan menjadi sangat menyenangkan.


ーKeesokan harinya,di kota Wesgerdia..


Ini adalah Kota perbudakan,Wesgerdia.Kota dimana perbudakan tersebar dari gerbang masuk kota hingga sampai ke gerbang menuju kota selanjutnya.Kota yang menganggap wajar perbudakan.Alih-alih membantu pekerjaan,budak disini digunakan untuk kepuasan diri,kesenangan duniawi,dan kekejaman dari sang majikan itu sendiri.


Hujan membasahi kota Wesgerdia.Satu kota menjadi sangat sepi karena perbuatannya.Jauh di dalam kota,di gang yang sempit,di suatu rumah yang terpencil,kelam dan tidak ada penerangan sama sekali.Seorang gadis yang berambut kuning,mata biru,tubuh yang tidak terlalu tinggi dijadikan budak disana.Ya,dialah Si Putri Gagal,Suthea.Ia di paksa untuk memasak yang majikan nya sendiri pun tahu bahwa ia tidak bisa memasak sama sekali.Majikannya hanya mengambil dalih menyuruhnya memasak untuk menyiksanya saja.


"Suthea,Makananku!".


Teriak sang majikan yang berjenis kelamin laki-laki,berbadan gemuk dan pendek,berkumis tebal dengan rambut yang tidak terlalu panjang.Ia berteriak dari ruangan tamunya yang suaranya menggema ke dapur,tempat sang Putri memasak.


"I-ini saya sudah bawa makanannya,Tuan".


Seorang gadis muncul dengan membawakan makanan.Tubuhnya kurus,penuh luka cambuk,bau karena tidak pernah diizinkan mandi oleh tuannya,menggunakan baju yang sudah tidak layak pakai.Wajahnya menunjukkan keputusasaan akan kehidupan,telapak tangan yang kasar karena di paksa melakukan hal-hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya,tangan yang membawa makanan dengan gemetaran,kaki yang sudah sangat kering karena jarang di beri jatah makan.


Ketika makanan itu sampai di hadapannya,sang majikan yang tengah duduk di ruang tamu itu menyicipinya.Ya,itu adalah sup yang pernah di buat oleh Kuvia untuk dimakan oleh Kuro.Tetapi yang ini berbeda,bau nya aneh,warna sup nya lebih buruk,terlebih lagi rasanya.Suthea berniat ingin membuat makanan khas yang ada di penginapan milik Kuvia,namun gagal.


Sang majikan yang menyicipi sup milim Suthea langsung menyingkirkan itu dari hadapannya.Sup milik Suthea tumpah dalam keadaan yang masih sangat hangat dan baru.Suthea yang mendengar teriakan penuh hinaan dari majikannya dan mangkuk yang jatuh dari atas meja itu pun terkejut sembari memejamkan matanya.


"Suthea,makanan yang kau buat sangat tidak enak.Kau harus diberi hukuman".


Sang majikan menatap kearah Suthea dengan tatapan penuh kekejaman.Tersenyum kearah Suthea dengan senyuman yang menyimpan arti kejatahan dan kebiadaban.


Suthea yang melihat itu hanya bisa terdiam,hendak menangis namun tidak sanggup.Hendak berteriak namun tidak akan ada yang peduli.Ya,karena ulah Rivas,Suthea yang menerima perlakuan kejam dari masyarakat terlebih dari majikannya sendiri.Jadi,tidak heran jika Suthea di perlakukan buruk disini.


ー20 menit kemudian..


"34..35..36..37.."


"Tidak!tidak!sakit!ampun!"


Suara cambukan terus terdengar di sebalik rumah yang tua itu,dibarengi dengan suara pak tua yang sedang menghitung dan gadis yang sedang berteriak menderita sembari meminta pengampunan.


"Oi,oi..ada apa?Jangan bilang kau sudah menyerah?Kalau kau menyerah,aku akan melakukan "itu" kepadamu,kau tidak mau,bukan?"


Pak tua itu berhenti berhitung dan mulai bertanya.Sang Putri yang menderita itu menangis sedari awal karena tidak sanggup menahan rasa sakit cambukan itu.Sakit itu semakin menular ketika sang majikan membahas perbuatan "itu".Perbuatan yang menodai martabat perempuan.Perbuatan bejat yang ditujukan untuk kepuasan diri.


Suthea yang mendengar itu pun di bawa ke masa lalu.Masa dimana ia masih tinggal di istana kerajaan.


Saat itu,Suthea sedang bermain-main di taman kerjaan bersama dengan pelayan pribadinya,May.Suthea yang tersenyum lebar itu berlari di tengah-tengah taman bunga milik kerajaan itu sambil merentangkan tangannya.May yang melihat itu tersenyum lega kearah Suthea.May telah menganggap Suthea adalah putrinya sendiri,darah dagingnya sendiri,seorang anak yang harus di lindungi oleh sang ibu.

__ADS_1


"Bibi May,bibi May!Lihat!Banyak bunga yang bermekaran,lho!".


Sang Putri berteriak kegirangan sambil terus berlari menjauh dari May.May yang melihat itu tersenyum lega,Sang Putri masih bisa tersenyum di dalam lingkungan yang buruk itu sudah lebih dari cukup untuk May.


"Tuan Putri,tolong berhati-hatilah!Nanti anda bisa terjatuh!".


Balas teriak dari May yang membuat Suthea menyatukan kedua tangannya di depan dada dan menggembungkan pipinya.Sungguh,Putri yang manis.


"Hmph..Dasar bibi May,aku bukan anak kecil lagi".


Balas sang Putri yang menghadap ke May.Bibi May yang melihatnya tertawa lepas,begitu pula sang Putri.Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan yang mereka lalui berdua.


Tetapi,tanpa di ketahui oleh sang Putri,itu adalah hari terakhirnya melihat wajah May.


Saat itu,malam telah tiba.Sang Putri Suthea sedang berjalan di lorong-lorong kerajaan.Ia terhenti di suatu kamar,itu adalah kamar milik May.Ia mendekatkan telinganya ke pintu kamar milik May.Terdengar suara wanita yang sedang di perlakukan dengan bejat dan sadis.Didalam kamar,wanita itu berteriak kesakitan.Sang Putri yang penasaran itu membuka sedikit pintu kamar agar ada celah untuk mengintip.Betapa terkejutnya sang Putri ketika melihat May sedang di perlakukan seperti "itu" oleh ayahnya sendiri,Rivas.


Tidak sampai disitu,Rivas juga membawa cambuk panjang yang dihantamkan ke tubuh belakang milik May.Tentu,May berteriak kesakitan.


"Ini adalah hukumanmu karena telah memanjakan Suthea!".


Ucap Rivas sambil terus melanjutkan perbuatannya.Suthea yang melihat kejadian itu secara langsung terdiam tak berdaya didepan pintu kamar milik May.Matanya melotot seakan tidak bisa mempercayai ini semua.Tubuhnya bergetar,bergetar lebih kencang.Tangannya yang kecil itu bergetar tak tentu arah.Ia sedang melihat "Neraka" milik ayahnya.


Ketika Rivas telah selesai dengan perbuatannya,ia memakai kembali pakaiannya dan mengeluarkan semacam belati kecil dari arah saku bajunya.Ya,Rivas hendak membunuh May.May yang sudah tidak memiliki tenaga itu tidak dapat berbuat apa-apa,ia hanya bisa terbaring pasrah di kasurnya sendiri.Rivas mengangkat belati itu ke udara dan menancapkannya tepat di kepala belakang milik May.May pun tewas seketika.Rivas merasa sangat lega dengan kejadian itu.


Putri Suthea yang melihat itu dengan mata kepalanya sendiri tidak percaya akan hal itu.Ia yang terbelalak akan perlakuan ayahnya terhadap May pun mundur secara perlahan dari arah pintu,yang tanpa ia sadari,dibelakang itu ada vas bunga yang diletakkan di atas sebuah meja tinggi.Suthea yang terus mundur,pada akhirnya menabrak meja itu.Dikarenakan bidang yang tidak rata karena getaran dari tabrakan sang Putri,vas bunga itu terjatuh kelantai dan membuat suara yang cukup untuk menyadarkan Rivas.


Suthea yang panik pun tidak tahu harus berbuat apa,sedangkan Rivas yang menyadari itu mengambil kembali belati yang ia tancapkan di belakang kepala May dan berjalan secara perlahan ke luar kamar.Suthea berlari sekencang yang ia bisa menjauh dari kamar milik May itu.Rivas yang telah berada diluar kamar itupun melihat ke sekeliling lorong istana,dan tidak mendapati siapapun disana.


Suthea yang sudah tiba di kamarnya memeluk bantal nya dengan erat,tidak bisa mempercayai ini semua.Apa yang dilakukan ayahnya sudah sangat diluar batas kemanusiaan.Suthea menangis dalam keheningan,menderita dalam kegelapan,dan sakit dalam kesendirian.Malam itu adalah malam yang mencekam dan panjang seumur hidup Suthea.


Keesokan harinya,kabar tewasnya May sudah diketahui oleh seluruh anggota kerajaan,mulai dari para selir,para pelayan,para pengawal,para penjaga,anak-anak selir lainnya,Rivas dan tentu saja Suthea.May dianggap telah di bunuh oleh pemburu anggota kerajaan,Suthea yang melihat langsung kejadian semalam itu tidak bisa berkata yang sejujurnya.Ia takut,ketakutan telah mendasar dan mengikat erat jauh di dalam hatinya.Ia takut untuk menceritakan hal yang sebenarnya,ia takut kepada ayahnya,ia takut tidak ada yang mempercayainya.Dan ujung-ujungnya,itu membuatnya untuk diam tanpa memberitahukan satu kata pun kepada para penghuni istana.


Suthea kembali ke masa kini setelah dibawa ke pengalaman masa lalu.Ia masih di cambuk oleh seorang majikan tua.Menahan rasa sakit,menahan untuk tidak menangis,menahan derita yang ia pendam sendirian.Ia hanya bisa pasrah kepada takdir yang mengikat nya sedari lahir.Ia tidak bisa berbuat apa-apa.Ia tidak bisa mengubah masa depan.Ia berfikir bahwa seperti inilah harinya,dan hari-hari seperti ini akan terus berlanjut sampai ia mati.


Tidak semudah itu,karena kita memiliki protagonis yang tidak terkalahkan.Protagonis tampan yang akan menyelamatkan hidup Suthea.Romeo yang akan membawa pulang Juliet.Ya,Kuro Isshiki telah menemukan tempat Suthea.Bersama dengan Lucifer dan Leviathan,ia terbang menuju ke kota Wesgerdia ini.Berkat Sense of The World miliknya,ia dapat dengan mudah menemukan tempat Suthea di perbudak.Kini,ia telah sampai di atas atap rumah tua milik Om-om yang menyiksa Suthea.


"Kau terlihat bersenang-senang ya,Pak tua".


Suara Kuro menggema seisi rumah itu,pak tua dan Suthea yang mendengar itupun terkejut dan mencari-cari dari mana asal suara tersebut.


"Si-siapa kau?!Darimana suara itu?!".


Tanya pak tua yang kebingungan mencari suara Kuro.Kuro tersenyum sebelum membalas pertanyaan pak tua itu.


"Disini."


Setelah mengatakan seperti itu,Kuro memukul atap rumah milik pak tua itu kearah bawah,tiba tepat di hadapan pak tua dan Suthea.Terlihatlah oleh mata Kuro seorang gadis yang di siksa oleh pak tua durjana.Pak tua yang melihat itu terkejut karena tidak meyakini apa yang ia lihat dengan matanya.


"Mau apa kau?!Disini bukan tempat untuk bermain-main!".


Tanya pak itu sembari terus menatap Kuro dengan keringat yang bercucuran.Kuro berdiri tegak setelah memukul atap itu.Menatap kearah pak tua itu dengan tatapan penuh keyakinan dan keberanian


"Bermain?Engga engga engga.Tidak mungkin aku akan bermain bersamamu,kau itu lemah,pak tua.Tujuanku adalah orang yang sedang kau siksa itu,Putri Suthea."

__ADS_1


__ADS_2