
"Apakah ini.. yang dinamakan kedamaian sejati?".
Malam itu berlalu dengan meriah, pesta di tengah kota, dan banyak hal-hal menarik yang terjadi. Namun aku tidak memutuskan untuk ikut serta, walaupun pesta ini ditujukan untukku.
Suthea berada di penginapan milik Kuvia. Semenjak ia tertidur dari pelukanku,ia belum pernah bangun. Mungkin,ia kelelahan.
ーKeesokan harinya, kota Agrethe..
Aku duduk di samping Suthea dengan sebuah kursi. Sang Putri tertidur pulas,aku menatap ke arahnya. Wajahnya yang cantik ini terus mengisi kepalaku, seakan aku tidak bisa melupakannya.
Aku menggerakkan tanganku menuju rambutnya dengan perlahan, bertujuan untuk mengusapnya saja. Hampir sedikit lagi tanganku menyentuh rambut kuning nan bersinar itu, Suthea tersadar.
"Pagi, Suthea".
Aku berkata seperti itu kepada ia yang masih setengah sadar. Tanganku telah menyentuh rambutnya.
"Pagi juga.. Lah,kau siapa woi!?".
Suthea yang telah sadar itu terkejut melihatku dan menepis tanganku dari kepalanya dengan tangannya sendiri.
"Aku? aku Kuro, orang yang membawamu ke kota ini".
Aku menjawab pertanyaan Suthea dan menarik kembali tanganku.
"Eh.. Rambut hitam.. baju hitam.. mata hitam.. jangan-jangan..?!".
Suthea melirikku dari ujung kaki hingga ke ujung kepala. Melihat ciri-ciri ku dan terkejut setelahnya.
"Iya,seperti yang kau lihat. Aku adalah Raja Iblis (Kegelapan)".
Aku membalas lirikannya dengan mengungkap identitas ku. Ia pun terkejut mendengarnya. Sedikit menjauh dariku karena ketakutan.
"Kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak akan menyanderamu. Aku membawamu kemari sebagai janjiku kepada Kuvia".
Aku mencoba menenangkannya, ia pun merasa sedikit lega.
"Te-terima kasih..".
Dia berterima kasih kepadaku. Wajahnya memerah, menundukkan pandangannya karena malu. Ah.. Manisnya.
"Oh iya, ngomong-ngomong jubah yang kamu pakai itu adalah jubahku. Kamu menyukainya?".
Aku memberitahukan tentang kepemilikan ku terhadap jubah itu. Habisnya, sejak bangun dari tidurnya ia selalu memegang erat bagian tengah atas dada dari jubah itu. Entah itu karena malu atau suka aku pun tidak tahu. Wajahnya yang tadi memerah, kini lebih pekat.
"Kalau kamu suka, kamu boleh memilikinya. Itu jubah anti serangan fisik dan sihir tingkat tinggi. Aku bisa membuatnya lagi".
Aku berkata demikian dan berdiri dari kursiku. Dia yang melihat pun terheran.
"Kamu lapar, bukan? Aku akan membawakan makanan untukmu. Tunggulah sebentar ya,Suthea".
Aku berkata demikian dan beranjak keluar dari kamar Suthea. Ia yang melihatku hanya bisa terdiam dan berfikir dua kata dalam hati.
("Tampan.. Baik hati..")
Aku berjalan menuju ke dapur yang jaraknya cukup dekat dari kamar Suthea untuk membawa semacam roti atau mungkin sup milik Kuvia.
"Oh.. Tuan Raja Iblis, ada apa gerangan yang membawa anda sampai repot-repot ke dapur?".
Kuvia yang tengah memasak untuk para tamu yang menginap pun menanyakan tujuanku setelah ia melihatku.
"Suthea baru saja sadar, mungkin ia lapar. Aku ingin membuatkan sesuatu untuknya".
Aku membalas pertanyaan Kuvia.
"Oh begitu ya?kalau begitu saya sudah buatkan sup khas buata-.."
Kuvia berkata demikian, membalas perkataanku dengan senyuman dan terdiam.
"..Eh?.."
Dia terkejut, senyumannya berubah menjadi wajah yang penuh tanda tanya.
"Eh..?".
Aku membalas 'eh' miliknya. Habisnya, aku juga terkejut melihat reaksinya yang seperti itu.
"Tadi Tuan Raja Iblis berkata apa?".
Kuvia bertanya. Wajahnya menandakan rasa keingintahuan dan penasaran.
("Terlalu dekat..").
Gumamku sembari mencondongkan kepalaku kebelakang sementara Suthea mencondongkan kepalanya ke arahku. Wajahnya sangat dekat denganku.
"Yah,sudah ku bilang aku mau membuat sesuatu yang bisa di makan untuk Suthea".
Aku membalas pertanyaan Kuvia dengan jawaban yang sama.
"Ah..begitu ya..Tuan Putri Suthea telah sadar ya. Syukurlah.."
Kuvia mengembalikan posisinya ke posisi semula dan sedikit menangis. Mungkin berita akan sadarnya Suthea membuat ia terlalu bahagia sampai-sampai menangis.
"Oleh sebab itu,aku kemari untuk membuat sesuatu yang bisa dimakan".
Aku kembali mengatakan tujuan ku dapur ini.
"Kalau begitu, saya sudah menyiapkan sup khas penginapan ini, Tuan Raja Iblis".
"Uwooh! Terima kasih, Kuvia!".
__ADS_1
"Kami juga berterima kasih Tuan Raja Iblis karena telah membawa kembali Putri Suthea".
Aku menerima sup itu dengan kedua tanganku. Dengan bersemangat aku berterimakasih kepada Kuvia, ia pun demikian.
"Kalau begitu, aku kembali ke kamar Suthea dulu ya".
"Baik"
Aku kembali ke kamar Suthea dengan penuh semangat.
Sesampainya di depan pintu kamar milik Suthea, aku mengetuknya tiga kali berturut-turut.
"Ini aku, Kuro".
Ucapku setelah mengetuk pintu Suthea untuk memberi tanda bahwa aku telah kembali,dan juga agar sopan.
"Silahkan".
Suthea yang mendengar suaraku pun membalasnya dengan demikian. Aku membuka pintu kamar Suthea.
"Aku sudah bawakan sup khas milik penginapan ini".
ーBeberapa menit kemudian..
Sup yang ku bawakan telah habis dimakan oleh Suthea dan aku yang menyuapinya. Aku masih ragu kalau ia bisa makan sendiri. Aku meletakkan mangkuk itu ke meja di samping ranjang.
"Suthea, boleh aku tahu rahasia dan kebenaran tentang kerajaan serta dunia ini?".
"Iya, boleh kok".
Aku bertanya kepada Suthea dan dia membalasnya.
Dengan begitulah, aku akhirnya tahu apa yang telah di sembunyikan di balik kerajaan serta dunia ini. Mulai dari nama asli Suthea adalah Suthea von Nochtshield,nama kerajaan ini adalah Nochtshield, dan juga seluruh dunia ini didasari oleh Julukan (Nickname).
Ya,dunia ini didasari oleh Julukan. Julukan-lah yang menciptakan Soul Energy. Julukan adalah sumber dari segala sihir dan nasib entitas sebelum mereka terlahir.
Julukan adalah energi abstrak yang mendasari segala hal di dunia ini. Julukan juga jauh diciptakan sebelum penciptaan jiwa,tubuh,pikiran,genetik,sihir,dan lain-lain. Jukukan ada di setiap aliran waktu dan berada alam bawah sadar seseorang atau entitas. Setiap entitas yang terlahir di dunia ini mulai dari Human, Semi-Human, Dragon, bahkan Dewa sekalipun memiliki Julukan (Nickname).
Seluruh entitas di dunia ini tidak akan pernah mati, apabila Julukannnya masih tetap ada.
Suthea, secara tidak sadar memiliki Julukan yang langka, yaitu The Failed Princess. Ia tidak bisa menggunakan sihir dan nasibnya akan selalu buruk. Inilah yang membuat ia diasingkan oleh keluarga bahkan ayahnya sendiri. Karena dalam sejarah Kerajaan Nochtshield, tidak pernah ada yang mendapatkan julukan seperti itu.
Name, adalah konsep abstrak yang tercipta secara tidak sengaja oleh Julukan. Hal abstrak akan terus melahirkan hal abstrak. Name adalah konsep tetap yang ikut membangun alam semesta. Ia juga yang menentukan seberapa besar kekuatan sihir milik seseorang dan seberapa baik atau buruknya nasib seseorang. Orang yang telah mendapatkan Julukan, belum tentu akan bernasib baik atau bisa menggunakan sihir, disinilah fungsi dari Name. Ia telah terlepas oleh kenyataan di alam semesta ini.
ーSetengah jam kemudian..
Waktu berlalu,berbagai kisah masa lalu dan kelam serta kenyataan dunia telah ceritakan oleh Suthea.Ia yang telah selesai bercerita itupun menyuruhnya kembali untuk beristirahat agar tubuhnya dapat pulih dalam waktu singkat.
Aku kembali ke dimensiku.Ada suatu hal yang mengganggu benakku sejak tadi.
("..Aku kurang yakin apabila Suthea memang terlahir dengan tidak memiliki Energi sihir sedikitpun.Karena keluarga kerajaan memiliki energi yang lebih dari kata tinggi,dan itu tidak mungkin untuk di lenyapkan begitu saja.Apakah Suthea saja yang tidak menyadarinya?Ataukah Soul Energy milik Suthea hanya di segel oleh ayahnya?Aah!aku terlalu banyak berfikir!").
("Lucifer..apakah kau tahu mengapa Sense of The World ku menjadi tidak berguna?").
Aku bertanya kepada Lucifer tentang mengapa Sense of The World ku terasa sedikit aneh melalui Connected Heart.Hal yang sekecil tadi saja aku tidak bisa temukan jawaban pastinya.
Oh iya,ngomong-ngomong Connected Heart adalah salah satu True Magic milikku.Connected Heart sendiri mempunyai 2 mode,yaitu Combat Mode dan Voice Mode.
Combat mode berfungsi untuk memindahkan,mengubah,menghancurkan,menciptakan,menghilangkan,serta membuat sesuatu yang ku inginkan hanya dengan memikirkannya saja.Contohnya jika aku memikirkan sebuah panah terbang yang bisa ku kendalikan sendiri,maka itu akan terwujud.Karena pada dasarnya Combat Mode ini kuciptakan melalui keterbalikan dari hukum dunia.
Sedangkan Talk mode adalah mode yang berfungsi untuk memudahkanku berbicara melalui pikiran,menyalurkan ingatan,dan memberikan rasa takut dari setetes energi jiwaku kepada targetku tanpa harus melakukan apapun.Hal yang tidaklah besar,bukan?.
("Iya,Tuan Raja Iblis.Kekuatan Sense of The World milik anda sekarang hanya mencakupi 1 kerajaan dan hanya di masa kini saja,Tuan Raja Iblis.Kami,Para Ratu Neraka juga menyegel indra lain selain indra mata anda agar Energi jiwa milik Tuan tidak terpecah-pecah,karena Sense of The World ini memiliki efek tersendiri dan berbeda dengan kekuatan asli milik Tuan.Begitu,Yang Mulia Tuan Raja Iblis.")
Aku mendengar suara dan mencium nafas milik Lucifer dari pikiranku.Suaranya yang halus,nafasnya yang wangi.Sepertinya mereka lebih baik di sebut sebagai Ratu kecantikan daripada Ratu Neraka.
("Hmm..Pantas saja..").
[! ! !]
Aku bergumam sendirian di dalam hati.Namun setelah itu,secara tiba-tiba aku merasakan keberadaan makhluk yang mempunya energi jiwa yang sangat tinggi melalui kloninganku yang berada di kota.Ia menilai energi jiwa itu dan memberikannya kepadaku sebagai sinyal.
Setelahnya,aku menutup mata untuk melihat apa yang tengah terjadi di hadapan kloninganku.
("Aura keberadaan ini...mirip seperti yang dimiliki oleh Asceur..Apakah mereka..?").
Gumamku dalam hati.Setelah melihat apa yang terjadi melalui mata dan pikiranku.Satu pria dan dua wanita telah tiba di tempat kloninganku berjaga.Ia berjaga di luar kota,sekitar 10 kilometer dari gerbang Agrethe.Aku harus segera kesana.Mereka bukanlah makhluk hidup yang biasa-biasa saja.
*ー*10 Kilometer dari arah luar gerbang kota Agrethe..
"Siapa kau,anak kecil?".
Ucap seorang lelaki yang memiliki rambut berwarna merah,memakai pakaian yang serba merah.Cara berbicaranya tidaklah sopan.
"Tenanglah dulu,Asgerda..dia hanya anak kecil.Kau tidak perlu sampai menggertak nya seperti itu,bukan?".
Balas seorang wanita disampingnya yang berambut coklat,pakaiannya pun dipenuhi oleh warna coklat.Dia sepertinya lebih sopan daripada si lelaki itu.
"Apa yang dikatakan Ascerta benar.Kau tidak perlu memarahi anak kecil seperti dia Asgerda.Benar kan,Acghulta?".
"Tepat sekali".
Ucap sang wanita berambut putih perak dengan pakaian yang sama dengan warna rambutnya.Sang wanita yang berambut coklat itu membenarkan perkataan wanita yang berambut putih perak ini.
"Jadi..mau apa kalian kemari?".
Tanya Kloningan Kuro yang sedang berhadapan tepat dengan 3 manusia itu.Bahkan untuk seukuran kloningan,Kuro ini tidak memiliki perasaan takut sama sekali.
"Haah!?Dasar bocah ingusan!apakah kau tidak tahu siapa kami?Kami adalah ras Ancient Dragon!tujuan kami adalah untuk mencari tahu informasi tentang kematian saudara bungsu kami,Asceur!".
__ADS_1
Ucap sang lelaki yang bernama Asgerda itu dengan nada yang menyebalkan.
"Heee...Yang membunuh Asceur adalah Aku,bisa dibilang begitu".
Kloningan Kuro menjawab perkataan Asgerda dengan nada yang perlahan merendah di ujungnya.Suasana hening seketika..
"Pfft..AHAHAHAHAHA!!".
"???"
Asgerda,Acghulta serta Ascerta tertawa terbahak-bahak oleh perkataan kloningan Kuro.Tentu saja,bukan?mana mungkin ada yang mempercayai kalau manusia bisa mengalahkan ras Ancient Dragon.Tetapi kenyataannya adalah yang seperti itu.
"Kau bilang Kau yang membunuh Asceur?HAHAHAHA!!".
"Hei,Boy..kalau mau nyari lelucon yang bagus sedikit dong..AHAHAHA!".
"Mana mungkin ras manusia akan bisa membunuh salah satu dari kami.AHAHAHA!"
Mereka bertiga terus tertawa terbahak-bahak karena ucapan kloningan Kuro ini.Tapi..
Kloningan Kuro mencoba untuk mendekat ke arah mereka yang tidak bisa diukur kembali dengan kecepatan cahaya.Ia jauh-,tidak..lebih jauh-,tidak..jauh lebih cepat dari itu semua.Bahkan karena kecepatannya,ia hampir saja berpindah ke masa depan.Ini bahkan lebih cepat dari kecepatan Kuro yang sebelumnya.Mengepalkan tinjunya dan menuju ke wajah Asgerda.
Akan tetapi...
[TAK!]
Asgerda menjentikkan jarinya,seketika waktu terhenti.Burung yang masih terbang di udara terhenti,Kuro yang sedang mendekat itu ikut terhenti,bahkan dua saudari Asgerda pun ikut terhenti.Yang masih bisa bergerak di waktu yang terhenti ini hanyalah Asgerda seorang.Tinju Kuro itu sedikit lagi menyentuh wajah Asgerda.
"Tadi tu hampir saja.Kau boleh juga ya,bocah.Entah bagaimana caramu bergerak dengan secepat itu aku tidak tahu.Tapi,aku puji dirimu,Dasar bocah ingusan".
"Aku tidaklah butuh pujian dari makhluk sampah sepertimu!".
"Ap-..!"
Kuro yang asli telah tiba.Ia meninju wajah Asgerda yang tadinya sempat diberhentikan.Asgerda yang terkena pukulan itu pun terbanting hingga ke tebing tinggi yang membuat tebing itu retak.
"Oi,Kuro..Kenapa kau selalu bermain-main?.Dasar,kau malah kelihatan seperti anak kecil sungguhan".
Aku berbicara kepada kloninganku.Ia tidaklah berhenti bergerak di waktu yang terhenti ini.Ia hanya memusatkan gravitasi yang ada di sekitarnya untuk membuatnya terlihat tidak bergerak dan mematikan seluruh bukti kehidupan di dirinya seperti jantung,hati, paru-paru,dan lain-lain agar ia terlihat seperti telah terhenti di waktu yang tidak bergerak ini.
"Haaa..?kau yang datang terlalu cepat,Diriku.Padahal bagian serunya baru saja mau dimulai".
Kloningan Kuro membalas perkataan Kuro dengan nada yang tidak puas.Ah,betapa tidak jelasnya Kuro dan Kuro ini.
"Kembali ke diriku,Kuro"
"Haaah..?".
Aku menyuruh kloninganku untuk kembali kepada diriku sendiri.Ia seperti kurang puas mendengarnya.
"Sudahlah,cepat kembali!".
"Iya deh iyaaa".
Aku menyuruh kembali kloninganku untuk kembali kepada diriku,walau itu harus dengan nada yang sedikit tegas.
"Oi..Ja..ngan..mengabaikan..ku..SIALAN!".
Ia melepaskan dirinya kembali dari tebing tinggi itu dan melesat ke arahku,walaupun tidak secepat diriku.
[TAK!]
Aku juga membuat waktu terhenti ,yang bahkan ini lebih besar dari sebelumnya.Kekuatan menghentikan waktu milik Asgerda telah hancur dan diganti dengan milikku.Seluruh alam semesta terhenti,bahkan mereka yang ada di jepang dan bumi sekalipun ikut terhenti oleh hentikan jariku ini.
Wajah Asgerda sedikit dekat denganku.Aku pun melangkah maju ke arahnya dan kini tepat berada di samping telinga kanannya.
"Jangan berfikir kalau kau bisa mendekat kearahku dengan mudah,Sampah!".
Aku memukul wajah Asgerda setelah berbicara seperti itu tepat di samping telinganya.Ia terpental dan mengenai dua saudarinya itu dan berakhir tepat di tebing tinggi,tempat pertama kali Asgerda terpental.
[TAK!]
Aku menjentikkan jariku untuk yang kedua kalinya,berniat untuk mengembalikan waktu agar bejalan seperti biasa.Tiga makhluk ras Ancient Dragon itu pun kesakitan karena terhempas dengan jarak yang cukup jauh.
"Hei,ayolah!bahkan saudara bungsu kalian jauh lebih kuat daripada kalian!apakah kalian..tidak merasa malu?".
Asgerda,Ascerta serta Acghulta melepaskan diri mereka dari tebing tinggi itu.Sedikit maju kearah depan entah untuk apa tujuannya.Menatap kearahju dengan pandangan yang penuh dengan amarah.
"Kalau memang itu maumu,maka ucapkanlah selamat tinggal kepada dunia ini..Rasakanlah..GUCHTNOVEN!"
Guchtnoven adalah Sihir Kuno dan termasuk True Magic tipe gabungan kepemilikan Asgerda. Itu dapat menghapus keberadaan seseorang baik itu di masa depan, masa kini, serta masa lalu. Baik itu dari segi pikiran, energi jiwa, takdir, bahkan sampai kepada Nickname (Julukan) mereka.
Kuro yang terkena Guchtnoven milik Ascerta perlahan menghilang mulai dari kakinya,menuju ke kepalanya.
"Bagaimana,ha?apakah ini yang kau inginkan bocah?Selamat tinggal,bocah ingusan yang tidak tahu malu!".
Ascerta terus saja mengoceh kepadaku.Aku pun menutup mataku,di alam bawah sadar, terlihat jelas bahwa julukan "The Demon Lord,Lord of Darkness"milikku ikut menghilang.
...Dan pada akhirnya.....
...Aku lenyap....
"Tch,Padahal hanya seorang manusia,tapi kau sombong nya minta ampun.Dasar,pantas saja Asceur yang dulunya baik kepada ras mereka berubah menjadi dendam.Pastikan kau telah mengucapkan selamat tinggal kepada dunia ya,Bocah ingusan!".
Asgerda mengoceh terus dan terus mengoceh.Ia menyuruh Kuro untuk memberikan salam perpisahan untuk dunia.Dendam nya mungkin sangat tinggi setelah di pukul dua kali oleh Kuro.
"Baiklah..Selamat tinggal".
Ucap Kuro sambil menepuk punggung Asgerda dengan wajah yang tersenyum.
__ADS_1