The Chosen One

The Chosen One
The Proud Will Stay Alive


__ADS_3

Peperangan antara cahaya yang merusak kedamaian dan kegelapan yang mencari kedamaian sejati,DIMULAI!


《ーーーーーーーーーーーーーーーー》


Sejarah penciptaan malaikat dan Iblis.


Malaikat adalah makhluk yang tidak memiliki tubuh yang sempurna.Ini dikarenakan para malaikat diciptakan dari cahaya surgawi tiruan yang terbuat dari sisa-sisa penciptaan alam semesta oleh dewi,namun itu bukanlah Gabriel.Untuk identitas sang Dewi sendiri mungkin hanya Gabriel atau sesuatu yang lebih tinggi saja yang mengetahuinya.Untuk sekarang,kita bisa memanggilnya dengan sebutan "Goddess X".


Akibat penciptaan dari cahaya surgawi tiruan itu, tubuh para malaikat menjadi tidak tidak sempurna pada awalnya.Namun,pada beberapa kasus, mereka mengalami perubahan.Ini membuat mereka menjadi lebih kuat dari sebelumnya.Namun,dari sekitar 35% malaikat yang mengalami evolusi,hanya mereka bertujuh yang berhasil melewatinya.


Perubahan para malaikat ini membuat tubuh,jiwa,pikiran akan berubah sampai ketahap spiritual.Ini membuat mereka menjadi lebih kuat dari sebelumnya.Mereka yang telah mengalami perubahan pun di beri nama oleh Gabriel dengan nama "The True Angel".Evolusi ini terjadi sekitar 500 tahun sebelum Perang Gudou terjadi.


Iblis adalah malaikat yang unggul dalam hal kecerdasan,dan juga kekuatan.Ini membuat mereka dapat mendominasi dalam pertarungan,baik jarak dekat maupun jarak jauh.


Mereka diciptakan dari api yang berasal dari dari neraka paling dasar,Elieveme R'Mhyre.Hal ini menyebabkan mereka tahan akan seluruh elemen yang ada di dunia.Karena itu juga mereka bisa berinteraksi dengan hal yang tidak dapat disentuh oleh benda atau makhluk biasa,ini yang menyebabkan mereka bisa menjadi lawan yang pantas untuk malaikat.


Ketika mereka meminum darah Kuro,mereka mengalami beberapa perubahan antara lain memiliki hukum sebab dan akibatnya sendiri,tidak memiliki tubuh asli karena mereka telah kembali kepada julukannya,dengan kata lain mereka adalah perwujudan dari julukan,tubuh yang mereka gunakan untuk berinteraksi adalah tubuh pinjaman.Mereka akan tetap hidup,apabila julukannya masih tetap ada.Julukan mereka sendiri jauh berada di dasar hati.Ini tidak akan bisa dihancurkan karena hati mereka memiliki rantai mutlak yang tercipta saat meminum darah Kuro demi menjaga julukannya.Hal ini juga yang merepotkan dari sisi iblis.


Kembali kepada Kuro.Ia sedang bertarung dengan mengayunkan << Chaos La Ghuriazht >> kearah Rivas secara beruntun,Rivas menangkisnya dengan << Averthine >>.


Meskipun << Chaos La Ghuriazht >> memiliki daya tebas yang dapat menghancurkan kumpulan alam semesta yang tak terbatas,ini terhalang oleh << Averthine >>.Dua pedang ini saling menyerap kekuatan satu sama yang lain hingga membuat kekuatan dari masing-masing seakan tidak sepenuhnya terbuka.Sebagai gantinya,setiap kali mereka menebaskan bilah pedang dengan pedang yang lain,maka yang tercipta adalah dentuman suara yang keras serta angin yang kencang.


ーBeberapa menit kemudian..


"Ayo,ayo..!Ada apa,Rivas?Apakah kau melemah?"


Kuro terus menebaskan pedangnya kearah Rivas sambil berbicara kepada Raja Pahlawan itu.Rivas yang mendengar seakan tengah di permainkan.


Ia mundur sekitar 10 untuk mengambil jarak serta nafas.


"Huh,hanya segitu kah kekuatanmu,Rivas?lemah sekali.Sepertinya aku terlalu menilai tinggi dirimu".


"Tch.Padahal belum menang tetapi kau sudah sombong sekali!".


"Aku memang belum menang jika belum menghabisimu,tetapi setidaknya aku berada di kondisi yang memungkinkan ku untuk menang".


Kuro menyandarkan << Chaos La Ghuriazht >> ke pundak kanannya.Menghina Rivas yang mundur dan tengah kelelahan akibat serangan terus-menerus yang diberikan oleh Kuro.


Memang benar,jika begini terus posisi kemenangan dapat ditentukan..


"Kalau begitu,bagaimana dengan ini? Shogthergo Averthine!!".


Rivas menancapkan pedang << Averthine >> miliknya tepat dihadapannya.Seketika muncul cahaya emas di sekitar arena pertempuran yang berjumlah sekitar lebih dari sejuta.Cahaya itu berubah menjadi pedang,mirip dengan << Averthine >>.


Shogthergo adalah sihir asli milik Rivas.Sihir ini dapat menyalin benda apapun yang di inginkan oleh Rivas.


Rivas sendiri mengembangkan Sihir Shogthergo dengan mencampurkan nya kepada cahaya dari << Averthine>> dan menjadi sihir tetap,Shogthergo Averthine.


Sejuta lebih cahaya emas yang ada di sekeliling area itu berubah menjadi << Averthine >> dan mengarah ke Kuro.Kuro di buat kebingungan karena melihat ada banyak salinan pedang milik Rivas disekitarnya.


Rivas mengangkat tangannya ke atas langit untuk membuat semacam perintah.


"Hah..Inilah yang kau terima apabila kau sombong,Raja Iblis.EAAARH!".


Menurunkan tangannya ke arah Kuro,seketika sejuta salinan itu menyerang Kuro secara berturut-turut dan membuat tubuh Kuro menjadi penuh darah.


"HAHAHAHA!BAGAIMANA?APAKAH KAU SUKA INI?"


Selagi sejuta salinan itu masih menyerang Kuro,Rivas tertawa seperti orang yang telah kehilangan akalnya.

__ADS_1


"Masih belum selesai,kok.Kau harus lebih menikmati detik-detik kematian mu ini.."


Rivas kembali mengangkat tangan kanannya,sejuta salinan yang masih menyerang tubuh Kuro pun berhenti.


"Selamat tinggal,Raja Iblis!Semoga kehidupan mu di neraka jauh lebih baik!".


Rivas menurunkan tangannya kembali.Sejuta salinan << Averthine >> itu menusuk tubuh Kuro secara bersamaan.Tidak ada satu milimeter pun tubuh Kuro yang tidak ditutupi oleh salinan pedang milik Rivas itu.


"AHAHAHAHAHA..AHAHAHAHA!!".


Rivas tertawa keras melihat sihir Shogthergo Averthine miliknya menghujam tubuh Kuro.Tidak heran jiwa dari sela-sela antar pedang itu mengeluarkan darah.


Para Ratu Neraka yang sedang bertarung dan menyadari akan hal itu terkejut bukan main.Mereka tidak akan mengira bahwa tuan mereka akan mati.


Berbeda dengan Para Malaikat yang tersenyum karena kematian sang Raja Iblis.Mereka terlihat bahagia karena kepergian Kuro.


Para pasukan yang masih utuh itu berteriak kencan yang menandakan bahwa mereka Raja mereka telah memenangkan pertarungan.Tidak sedikit juga dari mereka yang merendahkan Kuro dengan "Hee..kukira Raja Iblis itu sangatlah kuat,ternyata cuma segini saja,ya?" dan semacamnya.


"Haaah..setidaknya kau harus lihat kemampuan musuhmu dulu sebelum sombong,Raja Iblis".


Rivas berkata demikian sembari mengepalkan tangannya di depan untuk menghilangkan sihir miliknya itu.


Dari sana terlihat tubuh yang banyak sudah banyak tertembus oleh tusukan pedang.Benar,itu adalah tubuh Kuro yang masih dalam keadaan berdiri.


Rivas membalikkan tubuhnya membelakangi Kuro dengan tujuan meninggalkannya karena pertarungan sudah berakhir.


Ia berjalan ke arah pasukannya,berniat untuk menarik mundur mereka.480.001 orang yang melihat itu kembali tenang untuk menghormati Raja mereka.


"Pasukan,kita kembali ke istana!Kemenangan telah kita raih!".


Pasukan siap tempur milik Kerajaan itu berteriak kembali setelah mendengar perintah dan informasi dari Rivas.


Komandan pasukan yang sebelum ini pernah ketakutan melihat Kuro itu menyadari sesuatu dan memberitahukan nya kepada Raja Rivas.


"Hmm,iya juga.Kalaupun dia berhasil hidup,itu kemungkinannya sangatlah kecil.Sihir Shogthergo Averthine ku memiliki daya rusak pada tubuh yang sangat tinggi..Bukankah kau tadi melihatnya,Komandan?".


Rivas pun ikut kebingungan akan tubuh Kuro.


"Iya,saya melihat.Saya dapat memastikannya dengan mata saya sendiri bahwa tubuh Raja Iblis itu terkena sihir milik Tuan Rivas tadi.."


"Sudah,sudah..paling tubuhnya tidak dapat menahan serangan milik Tuan Rivas dan akhirnya menjadi seperti ini".


Belum selesai sang Komandan dan Rivas berfikir,salah satu dari para pasukan menjawab itu dengan nada yang sopan untuk membuat Rivas percaya akan kematian Kuro.


"Benar juga.Lebih baik kita pergi dari sini".


Rivas pun mulai untum beranjak pulang ke istana bersama seluruh pasukannya.


Satu hal yang perlu kamu lakukan ketika berhadapan dengan lawanmu adalah,Memastikan.


"Oi,jahat sekali kalian meninggalkanku."


Suara Kuro memecah hentakan kaki para pasukan yang sedang berjalan itu.


Kuro tidaklah mati.


"Keren sekali aktingku!!Apakah aku sudah bisa menjadi tokoh utama dalam sebuah fiksi?Ah,aku lupa bahwa aku sudah didalam fiksi".


Kuro tidaklah mati.Ia menekan arus darahnya,memberhentikan detak jantungnya,dan menahan aliran udara disekitarnya agar terlihat seperti orang mati,itu saja.Tubuhnya beregenerasi dengan cepat,lebih cepat dari angka 3.

__ADS_1


"Kau..!Bukankah kau!?".


"Hmm..Aaa~,jangan bilang kau berfikir yang seperti itu akan membunuhku?Bukankah itu terlalu kejam?Meskipun aku ini Raja Iblis,aku juga mempunyai hati yang bisa terluka,lho".


Kuro membalas perkataan Rivas dengan sedikit bercanda.


Para prajurit,Rivas,bahkan Para Malaikat terkejut melihat itu.Mereka mengira bahkan jika mereka yang berada di posisi Kuro,kemungkinan untuk menghirup oksigen setelah ditusuk sejuta lebih pedang itu sangatlah mustahil.


Berbeda dengan mereka,Para Ratu Neraka tersenyum lega.Mereka telah salah untuk cemas kepada tuan mereka.


"Kau mempunyai teknik yang lumayan juga,Rivas.Ku puji dirimu".


"Tch.."


"Baiklah,mari kita lanjutkan 'permainan adu ranting' ini.."


Kuro berkata demikian,melesat dengan kecepatan sepuluh juta kali lebih cepat ketimbang kecepatan cahaya ke arah Rivas,berniat untuk menebas tubuh Rivas dengan pedang yang ada ditangan kanannya itu.


Rivas yang melihat itu berhasil menangkisnya dengan << Averthine >>.Meskipun dikatakan ia berhasil,Rivas kekurangan persiapan di tangannya untuk menangkis tebasan dari << Chaos La Ghuriazht >>.Ini menyebabkan Rivas terpental sangat jauh,lebih jauh dari ujung pandang manusia normal.


Tubuhnya menghantam apapun dibelakangnya,termasuk tebing,gunung, dan sebagainya.


Kuro yang melihat itu mengejar arah terpentalnya tubuh Rivas dengan berlari dengan kecepatan yang sama dengan sebelumnya.


Kuro telah sampai di bawah tubuh Rivas yang tengah terpental di udara itu.Dari bawah,ia meninju bagian perut Rivas ke arah langit dengan sangat keras.Rivas pun sampai mengeluarkan sedikit air liur karenanya.


Kepalan tangan Kuro masih berada di perut Rivas.Ia membawanya terbang ke langit dengan itu.Rivas yang merasakan sakit di perutnya itupun. hanya bisa menuruti kemana perginya tinju yang ada di perutnya itu.


Kuro telah berada di langit dengan tangan yang masih berada di perut Rivas.Ia melayang sebentar di langit nan tinggi itu sebelum mengirim Rivas kembali kedaratan area pertarungan tadi dengan dorongan kepalan tangan.


Tubuh Rivas turun ke daratan layaknya meteor yang akan menghantam bumi.Dengan kecepatan seperti itu,mustahil manusia tidak akan merasakan sakit.


Benar saja,Rivas menghantam bumi dengan sangat keras bahkan sampai membuat tanah di sekitarnya menjadi retak dengan jarak 50 meter.Rivas kembali mengeluarkan sedikit air liur karena itu.


"Tuan Rivas..!".


Para pasukan bahkan sang Komandan terkejut atas apa yang ada di hadapan mereka.Tidak dapat mereka percayai bahwa Raja mereka dihantam dengan begitu keras ke darat seperti ini.


"Berhenti!".


Kuro yang terbang di langit dan melihat adanya pergerakan dari pasukan untuk membantu Rivas pun menghentikannya.


"Ini urusanku dengan Raja kalian,tidak ada salah seorangpun dari kalian yang boleh menghalangi atau bahkan mengganggu kami..Jikalau pun ada...!".


Kuro berbicara kepada para pasukan dan diakhiri dengan tatapan yang tajam.Para pasukan yang melihat itu bergidik ngeri karena itu.


Hal yang seperti ini bahkan tidak bisa di sebut pertarungan oleh Kuro.Bahkan daripada pertarungan,lebih tepatnya ini adalah penyiksaan.


Kuro mendekatkan ke arah Rivas dengan menurunkan tinggi terbangnya dari sebelumnya.


Menapakkan kakinya kembali ke tanah,berjalan kearah Rivas yang tergeletak tak berdaya.


Kuro telah berada di hadapan Rivas.Ia mengangkat tangan kanan yang menggenggam << Chaos La Ghuriazht >> itu lebih tinggi dari kepalanya dengan ujung tajam yang mengarah ke Rivas.


"Selamat tinggal,Rivas..Yang tadi itu,sangatlah menyenangkan.."


Kuro mengayunkan pedangnya ke arah tubuh Rivas dengan niat untuk menusuknya..


"TIDAAAK!".

__ADS_1


__ADS_2