The Chosen One

The Chosen One
The Daemon Lord's First Love


__ADS_3

"Kau harus membayar apa yang telah kau perbuat,Rivas.."


ーBeberapa saat kemudian,Istana Kerajaan Nochtshield..


"Apa..katamu!?20.000 pasukan lenyap dalam sekejap!?".


Ucap seseorang yang sedang duduk di singgasana.


"I-iyaYang Mulia!.Saya melihatnya dengan kedua mata ini.Kejadian itu tidak diragukan lagi!".


Jawab seseorang dengan zirah yang tengah memberikan informasi kepada manusia di depannya.Ini adalah pembicaraan Rivas dan sang Komandan.


Rivas dan sang Komandan mengeluarkan keringat dingin yang banyak.Mereka berusaha untuk menerima kenyataan.Rivas menaruh tangannya ke sebagian wajah yang membuat itu menjadi setengah tertutup.


Ia mulai tersenyum di balik tangan itu.Mengarahkan pandangannya ke langit-langit istana.


"Begitu,ya.Peperangan akan segera dimulai".


Ucapnya yang masih melihat langit-langit istana.Tangannya pun masih menutupi sebagian wajahnya.


"AHAHAHAHAHAHA!".


Rivas tertawa keras.Tangan itu ia lepaskan dari wajahnya dan ia tempatkan di hadapannya.Matanya melototi tangan itu.


"Samael!".


Panggil Rivas terhadap Samael.Rivas telah kembali ke posisi semulanya.


"Saya disini,Yang Mulia Raja Cahaya (Pahlawan)".


Jawab samael kepada Rivas dengan nada yang sopan dan menundukkan setengah badannya kearah Rivas.


"Kumpulkan Para Pengawal Surga yang lain.Kita akan berperang dengan Raja Iblis besok."


Rivas memberikan perintah kepada Samael.Ia mengira bahwa Kuro hanya menjalin kontrak dengan Leviathan saja.


Berfikir bahwa membawa 7 makhluk yang di berkati dari surga bukanlah ide buruk,tetapi setidaknya kau harus tau lawanmu juga telah mempersiapkan 7 makhluk yang dinaungi dari kegelapan.Informasi yang tidak cukup dapat membuat salah satu kubu berada di ujung tanduk.Sebaliknya,jika mendapatkan informasi yang cukup atau bahkan lebih maka dapat membuat kubu menjadi lebih di untungkan dari segi apapun.


Rivas mencoba untuk mendatangi kota Agrethe esok pagi secara langsung dan berperang dengan Kuro disana.Ia berniat untuk menghancurkan kota selagi bertarung dengan Kuro.Dengan itu,ia bisa membuat Kuro jatuh kedalam keputusasaan lagi.Rivas tahu betapa berharganya kota itu bagi Kuro.


ーKota Agrethe,Pasca pembantaian di depan gerbang..


Kuro membersihkan depan gerbang Agrethe.Mayat para prajurit dikirimkan ke tempat yang jauh dengan sihirnya.Darah yang masih kental dan pekat itu ia bersihkan dengan sihir yang menggunakan elemen air.Setelah semuanya,ia menghela nafas lega karena telah berhasil menyelamatkan kota.


("Tidak..ini masih belum..besok adalah yang sebenarnya.")


Ia berkata dalam hati,mengepal tangan kanannya dan menguatkan hatinya.Ia akan melindungi kota ini dengan kekuatannya sendiri.


Berjalan memasuki kota,ia berniat untuk ke tengah kota.Para warga yang melihatnya pun menyapa,Kuro membalas sembari terus berjalan.


Ia telah tiba di tengah kota,menerbangkan dirinya dan memulai pidatonya.


"Semuanya,dengarkan aku!".


Kuro membuka pidatonya,mengangkat tangan nya setinggi perut untuk menarik perhatian.Para warga telah berkumpul di tengah kota untuk mendengarkan pidato Kuro.


"Besok,raja Rivas akan menyerang kota ini.Semuanya akan terbunuh.Tetapi,apabila kalian mengikuti perintahku,kalian semua akan selamat."


Ia melanjutkan pidatonya dan mencoba membuat para warga berada di pihaknya.


"Berdoalah kepadaku,maka kalian akan mendapatkan perlindungan dariku".


Ia memerintahkan para warga untuk berdoa,tetapi kepadanya.Bukan kepada tuhan yang selama ini mereka sembah.


"Akan tetapi,kami selalu berdoa kepada Tuhan untuk mendapa-.."

__ADS_1


Salah satu warga yang menjawab perintah Kuro.akan tetapi Kuro menyela perkataannya.


"Tuhan?Heee..tuhan,ya?Siapa yang kalian maksud 'tuhan' itu?Apakah dia yang berdiam diri ketika umatnya meminta pertolongan?Apakah dia yang hanya duduk tenang sembari menonton umatnya dibantai?Apakah makhluk seperti itu yang kalian panggil tuhan?Dihadapan kalian ada seseorang yang lebih kuat daripada makhluk yang kalian sebut tuhan itu.Ia berasal dari kegelapan,berusaha mencari kedamaian dalam hidupnya,melindungi siapapun yang setia kepadanya.Ya,jika kalian mau mendengar dan menjalankan perintahku,aku akan melindungi kalian.Bahkan Tuhan sekalipun,satu jari kelingking saja tidak akan kubiarkan ia menyentuhkannya kepada kalian.Nah,Wahai warga kota Agrethe!Penuhi perintahku,berdoalah kepadaku!Aku akan menaungi kalian dengan Sayap kegelapanku!".


Kuro berpidato panjang lebar dihadapan para warga.Mereka yang mendengar pun terdiam tidak bergerak sedikitpun,walau itu hanya sementara.Ketika Kuro memerintahkan mereka untuk berdoa,para warga pun mulai berdoa untuk memenuhi perintah Kuro.Suthea,Kuvia,dan Keena pun ikut berdoa kepada Kuro.Dari awal mereka tidak meragukan pidato Kuro sedikitpun.


"Oh,Wahai Tuhan!...JIKA KAU BERANI MENYENTUHKAN UJUNG JARIMU KEPADA MEREKA,MAKA AKAN KU HANCURKAN TUBUHMU BERKEPING-KEPING DAN AKAN KU JADIKAN MAKANAN UNTUK BABI-BABI DARI NERAKA....AHAHAHAHA..AHAHAHAHA!!"


Kuro yang awalnya terlihat seperti berdoa,mengeluarkan tatapan yang mengerikan kelangit dan di akhiri oleh suara tawa yang menyeramkan.Tangannya bergerak mendeskripsikan apa yang ia katakan.Para warga yang mendengar itu tetap melanjutkan doa mereka.


"Nah,Wahai warga Agrethe!Terimalah naungan dariku!".


Kuro berkata demikian.Dari punggungnya keluar 4 sayap berwarna hitam yang berukuran sangat besar.Sayap itu mulai menutupi kota,mereka yang melihat itupun terkejut.Dari sisi bawah sayap,ia mengeluarkan air yang berwarna merah seperti darah.Para warga yang terkena itupun terkejut.


"Itu darahku,minumlah!maka kalian akan mendapat naungan sempurna dari kegelapan."


Ucap Kuro yang melihat warga kota terkejut.Darah Kuro keluar dari sisi bawah sayap seperti hujan,ia mencoba meyakinkan para warga untuk meminumnya.Mereka yang telah melihat banyak kejadian pun bersedia meminum darah itu,termasuk 3 perempuan dari penginapan.


("Kembalilah kepadaku dan kedamaian..!")


ーBeberapa jam kemudian..


Waktu pun berlalu,ritual yang kulakukan bersama warga kota pun telah selesai.Mereka telah kembali beraktivitas seperti biasa.Aku sedang berada di ujung tebing yang menghadap langsung ke kota sembari duduk menikmati angin sore.


"Disini kamu rupanya".


Suara seorang perempuan terdengar dari arah belakangku.Aku menoleh untuk memastikannya.Ternyata benar,itu adalah Suthea.


"Hm,Suthea ya.Ada apa..?"


Aku melontarkan pertanyaan kepada Suthea.


"Tidak,tidak ada apa-apa."


Ia menjawab pertanyaanku dengan senyumannya yang manis.


Suthea berniat untuk duduk disampingku.Aku tidak tahu tujuannya untuk apa.


"Boleh,kok."


Aku menjawab pertanyaannya,memberikan ruang untuknya duduk.Ia yang mendengar itu tersenyum duduk di sampingku.Angin sore menyapa wajahku dan Suthea.Pandangan kami tertuju langsung kepada pemandangan indah kota Agrethe.


"Hei.."


Suthea memanggilku dengan pandangan yang masih menghadap ke kota Agrethe.


"Apa?"


Aku menyahut panggilannya dengan pandangan yang juga tertuju ke kota.


"Kedamaian...itu apa menurutmu?".


Ia bertanya demikian,aku yang sedang santai tu dibuat sedikit terkejut olehnya.


"Menurutku..kedamaian adalah kota Agrethe.Agrethe adalah perwujudan kedamaian itu sendiri".


Ia menjawab pertanyaannya sendiri.Untuk arti dari perkataannya sendiri aku masih memprosesnya.


Suasana menjadi hening dalam beberapa saat.Aku masih menatapi kota Agrethe,begitu pula dengan Suthea.Ia yang terlihat bosan itu pun berdiri dari tempat duduknya dan berdansa di sepanjang tebing.Melompat,jinjit,dan masih banyak gerakan lainnya.Ia melakukannya dengan senyuman yang manis diwajahnya.Aku yang melihat itu terkagum dengannya.Tak ku alihkan pandanganku sedikitpun darinya.Wajahnya yang cantik,rambutnya yang bersinar terkena cahaya senja,dan tariannya yang menawan..sungguh membuatku jatuh hati.


Ia telah selesai dengan dansanya.Diakhiri dengan tangan kanan ke atas,tangan kiri yang memanjang,dan kaki kiri yang di tekuk dengan bertumpu di kaki kanan.


("Indah..")


Gumamku dalam hati. Aku tanpa sadar berdiri dihadapan ia yang berdansa. Menatapi Suthea dengan terkesan. Ia yang menyadari itupun tersipu malu dan memperbaiki cara berdirinya. Aku yang tersadar juga ikut malu.

__ADS_1


"Hei, Suthea.. apakah kamu mau lihat taman bunga?"


Aku bertanya kepadanya. Sebenarnya tanyaku itu hanya untuk pengalihan semata agar suasana tidak menjadi canggung.


"Mau!!".


Suthea menjawab dengan semangat. Aku pun mengangkat kedua tanganku ke depan dada. Energi berwarna kuning berkumpul diatasnya. Setelah semuanya, aku mengalirkan energi itu ke sekitarku dan Suthea dengan cara menyapukan tanganku ke sekitar tebing.


Seketika tebing yang tadinya hanya berisi hijaunya rerumputan berubah menjadi taman bunga yang indah, wangi dan berseri. Suthea yang melihat semua itu menjadi bahagia, wajahnya mengeluarkan ekspresi yang terkesan.


"Waaah.. hebaat! Kuro, kamu hebat!"


Ia memujiku dengan pandangan yang menghadap ke bunga-bunga disekitarnya. Sembari tertawa menyusuri bunga-bunga yang ada, ia merentangkan tangannya.Terkadang mencium harum dari setiap bunga yang ada.


"Kuro, kesinilah! Atau nanti aku tinggal, lho"


Suthea yang telah jauh dari ku pun berteriak,dengan tujuan mengajakku untuk mengejarnya. Aku yang melihat itupun tersenyum bahagia. Hatiku lebih berbunga ketimbang taman bunga yang ada ditebing ini.


"Oi, Suthea! Tunggu aku!"


Aku membalas teriakan Suthea sembari mengejarnya.


Dan begitulah. Sore itu mereka lalui dengan bahagia yang terukir di wajah Kuro dan Suthea.


ーMalam hari..


Kuro dam Suthea kembali duduk di ujung tebing,menatapi langit malam yang bertaburan bintang.Mengubah suasana hati mereka berdua dari yang tadinya bahagia menjadi tenang.


"Ah\~Yoru no naka de..Kimi to futari..Tadori tsuita mirai de.."


Kuro memecah suasana yang tenang dengan bernyanyi.Suthea yang mendengar pun menatap Kuro dengan wajah yang penuh dengan tanda tanya.


"Daijoubu,omoi wa kitto Daijoubu..Tsutawaru..Ano hi mita yume no saki e.."


Kuro melanjutkan nyanyiannya dan berakhir.


"Yang tadi itu apa?".


Suthea bertanya kepada Kuro tentang nyanyian tadi yang membuat Suthea kebingungan.


"Oh..ini lagu.Aku biasa menyanyikannya untuk menenangkan hatiku."


Kuro menjawab pertanyaan Suthea tanpa berbohong sedikit pun.


"Waah..Kuro,kamu memang hebat!beri tahu aku liriknya,dong!".


Suthea kembali memuji Kuro.Ia mendekatkan wajahnya kepada wajah Kuro dan mengeluarkan ekspresi wajah yang manis.


"Iya kapan-kapan akan ku beri tahu.."


Kuro menjawab Suthea.Ia yang mendengar itupun menggembungkan pipinya.


"Sekarang!".


Ia meminta Kuro untuk memberitahukan lirik lagu tadi itu sekarang.


"Kapan-kapan yaaa.."


Kuro kembali menegaskan bahwa ia akan memberitahukan lirik itu,tetapi bukan sekarang.


"Hmph..bodo amat".


Suthea kembali mengembungkan pipinya.Wajahnya ia hadapkan dengan arah yang berlawanan dengan Kuro sembari melipat tangannya di dada.


Kuro yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan tertawa dengan tingkah Suthea.Suthea yang menyadari bahwa dirinya diketawai oleh Kuro pun tidak terima dan memukul badan Kuro,tanpa tenaga.

__ADS_1


Hari itu adalah hari yang paling bahagia milik Suthea.Tidak sedikitpun ia merasa sedih,menderita,dan sakit.Hari itu juga menjadi saksi bahwa perasaan yang aneh terhadap Suthea muncul dari dasar hati Kuro,walau ia tidak menyadarinya.Ya,Kuro telah jatuh cinta kepada Suthea.


__ADS_2