
"Kami sudah tiba, wahai Dewi Mutlak, Nona Gabriel".
Mereka telah tiba. Ketujuh ratu neraka telah hadir tepat di depanku.
"Wahai para ratu neraka ku yang manis, kalian pasti sudah tau mengapa aku memanggil kalian ke Marchedist-ku. Ya, kalian akan menjalin kontrak dengan dengan anak yang telah ditakdirkan sesuai ramalan. Anak yang telah diramalkan itu berada di belakang kalian, Kuro Isshiki".
Gabriel berkata demikian. Bersamaan dengan itu, para ratu neraka menoleh ke arah ku dengan tatapan sinis, seolah tidak menerima keberadaan ku di sini.
"Tanpa mengurangi rasa hormat, Nona Gabriel. Dia hanyalah manusia biasa, bagaimana mungkin dia bisa ditakdirkan menjadi The Chosen One?".
Salah satu ratu neraka bertanya seperti itu kepada Gabriel. Mungkin itulah alasan mengapa tadi mereka menatapku dengan mata sinis.
"Wah.. kalau memang kamu sejauh itu ingin tahu, mengapa kamu tidak pastikan sendiri, Lucifer?".
Gabriel tersenyum terhadap pertanyaan salah satu ratu neraka yang bernama Lucifer itu dan menjawabnya dengan perkataan seperti tadi. Aku hanya bisa terdiam melihat seluruh ratu neraka yang masih saja tidak menolehkan pandangan sinisnya ke arahku dan itu membuatku sedikit risih.
"Baiklah, jika anda mengizinkan, Nona Gabriel".
Sang ratu Lucifer pun menjawab perkataan Gabriel dan berjalan mendekati ku. Mata sinisnya tetap saja tidak berubah. Aku merasa sedikit gugup karena tatapannya lebih dalam dari seluruh ratu neraka yang ada.
"Manusia, satukan tangan rendahanmu itu dengan tanganku".
Lucifer berkata seperti itu sembari menengadahkan tangan kirinya ke arahku. Aku memindahkan pisau pemberian Gabriel ke tangan kiriku dan mulai menengadahkan tangan kananku juga dengan perlahan karena terhalang oleh gugupku.
"Se-seperti ini ..?".
Tangan kananku bersatu dengan tangan kiri milik Lucifer.
"AAAARGH!"
Tepat setelah aku menyatukannya, Lucifer berteriak kesakitan dikarenakan setiap milimeter dari tubuhnya mengeluarkan darah yang sangat banyak. Aku dan seluruh ratu neraka lainnya terkejut karena itu, sedangkan Gabriel tersenyum.Aku menjauhkan tangan kananku dari tangannya, ia terkapar tak berdaya di lantai dengan darah di sekililingnya. Ia masih sadar, hanya merasakan kesakitan saja.
"Hei, apakah kamu baik-baik saja?".
Aku bertanya kepada dia yang terkapar. Dia masih sadar, hanya saja dilihat dari wujudnya yang penuh darah saat ini, aku tahu rasanya.
"Tenang saja, Kuro. Dia tidak akan mati, Para Ratu Neraka-ku yang manis ini akan tetap hidup meski energi jiwanya telah di hancurkan. Sama sepertimu, Kuro. Kau telah mendapatkan keabadian yang mutlak dan tidak akan menerima rasa sakit apapun kecuali dengan beberapa keadaan sejak datang ke Marchedist-ku ini."
Gabriel berkata demikian yang membuat ku semakin bertanya-tanya tentang kebenaran dari perkataannya tersebut. Aku akhirnya sedikit menjauh dari tubuh Lucifer.
"Apakah itu benar? Apakah dia tidak akan mati?."
Tanyaku untuk memastikan apa yang dikatakan oleh Gabriel.
"Lihatlah tubuhnya".
Gabriel menjawab pertanyaanku dengan menyuruhku untuk melihat kearah tubuh Lucifer. Tidak lebih dari 3 detik, tubuh Lucifer kembali beregenerasi dan utuh seperti sedia kala. Seakan semua kejadian barusan hanya mimpi belaka. Tentu, aku yang melihatnya terkejut. Regenerasi yang begitu cepat. Ia kembali berdiri dan secara tiba-tiba menundukkan kepalanya seakan-akan ia adalah anak buahku.
"Wahai Yang Mulia Raja Kegelapan, saya, The Queen of Pride, Lucifer dengan seluruh kerendahan hati bersedia menjalin kontrak dengan anda."
Lucifer yang berkata seperti itu kepadaku membuat aku dan tentu saja ke-6 ratu neraka lainnya terkejut kembali. Aku saja sudah tidak tahu sudah berapa kali aku terkejut semenjak tiba disini.
"Wahai Yang Mulia Raja Kegelapan, kami, Para Ratu Neraka dengan seluruh kerendahan hati bersedia menjalin kontrak dengan anda."
__ADS_1
Para ratu neraka yang lain mendekatiku, menundukkan kepalanya dan mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh Lucifer.
"Eh..? EHHH?!".
Aku sontak terkejut melihat itu semua, Gabriel yang tengah duduk itu masih saja tersenyum, aku merasakan hal yang tidak enak.
"Nah, silahkan lukai tanganmu dan beri mereka minum darahmu, Kuro. Dengan begitu, kontrak antara kau dan mereka akan terjalin."
Aku terdiam sembari melihat pisau yang di berikan oleh Gabriel kepadaku. Aku mencoba untuk meyakinkan hati dan jiwaku agar tidak ragu.
("Tenang saja, ini tidak akan sakit. Ya, ini tidak akan sakit, tidak akan sakit, tidak akan sakit tidak akan sakit.. YOSH").
Aku bergumam dalam hati dengan keringat yang terus bercucuran dari kepalaku sampai pada akhirnya akupun memutuskan untuk melukai tanganku.
("Hah..? Ini benar-benar tidak sakit..")
Aku telah melukai tangan kananku dengan pisau pemberian Gabriel. Darah memang bercucuran keluar dari tangan, namun sakit nya tidak ada sama sekali. Aku mulai memberikan satu tetes darahku untuk diminum langsung oleh mereka. Satu persatu, mereka menelan darahku.
Tubuh mereka bersinar dan mereka mulai terbang. Seolah telah terjadi sesuatu hal yang luar biasa di dalam sana. Aku yang kesilauan pun menutup mataku.
Saat ku buka kembali mataku, mereka kembali menapakkan kaki di lantai Marchedist ini.
"Wahai Yang Mulia Raja Kegelapan,saya Lucifer, The Queen of Pride bersumpah untuk terus mengikuti kehendak anda apapun itu."
Lucifer mengutarakan sumpahnya, aku sedikit tersipu mendengarnya.
Selepas Lucifer bersumpah, para ratu neraka lainnya pun ikut bersumpah sambil mengutarakan julukan dan nama mereka. Akupun akhirnya mengetahuinya.
The Queen of Gluttony, Beelzebub
The Queen of Greed, Mammon
The Queen of Lust, Asmodeus
The Queen of Wrath, Satan
The Queen of Sloth, Belphegor.
Dan tentu saja, The Queen of Pride, Lucifer sebagai pemimpin dari para Ratu Neraka. Pantas saja setelah Lucifer berkata bahwa ia bersedia untuk menjalin kontrak denganku, para ratu neraka yang lainnya pun ikut bersedia.
"Nona Gabriel, sebenarnya untuk apa aku menjalin kontrak dengan mereka semua? Lagipula dari awal kontrak itu menguntungkan kedua pihak, bukan? Apa yang diuntungkan untukku dan untuk mereka?".
Aku bertanya kepada Gabriel setelah selesai urusan ku dengan para Ratu Neraka. Mereka yang telah menjadi bawahanku, berpindah dari pandanganku menuju kebelakang punggungku.
"Pertanyaan yang aku tunggu-tunggu, wahai Kuro. Kau menjalin kontrak dengan mereka adalah agar kekuatanmu di tutupi oleh mereka. Anggap saja mereka adalah The Door of Power milikmu. Jika kekuatan mu itu tidak ditutupi, maka setelah dari sini tubuhmu akan hancur berkeping-keping karena fisik manusia biasa tidak akan bisa menahan kekuatan yang sangat besar itu. Sebagai gantinya, mereka mengambil satu per sekian dari energi mu untuk dijadikan sebagai energi mereka".
Gabriel menjawab pertanyaan ku dengan jawaban yang cukup panjang. Tentu, aku terkejut dengan jawaban itu.
"Kira-kira seberapa bahaya kekuatan ini?".
Aku bertanya lagi untuk mempertanyakan seberapa kuatnya kekuatan yang aku miliki saat ini.
"Hmm.. bayangkan saja helaian kapas yang tidak terhingga, di setiap helaian kapas yang tidak terhingga itu terdapat helaian kapas yang tak terhingga juga, dan di setiap helaian kapas yang tidak terhingga itu,terdapat helaian kapas yang tidak terhingga juga, begitu seterusnya. Dan masing-masing dari mereka saling melampaui satu sama lain. Kau mampu menghancurkannya dan menciptakannya kembali hanya dengan kehendakmu saja. Kau bahkan dapat merubah realita yang ada karena kau berada di luar realita itu sendiri. Kau tidak terikat oleh apapun, siapapun, dan dimanapun, Kuro."
__ADS_1
Ah, lagi ya? Lagi-lagi aku dibuat terkejut oleh kenyataan ini. Aku sudah lelah untuk terkejut. Untuk saat ini, aku hanya bisa menerima apa yang telah terjadi.
"Baiklah kalau begitu, Kuro. Kau akan kupindahkan ke alam semesta lain yang jauh berbeda-beda dari dunia tempat asalmu".
Sudah waktunya. Sudah waktunya aku akan pergi dari dimensi ini. Aku gugup dan terus bertanya dalam hati akan seperti apa kehidupanku nanti.
"Oh iya, sebelum kau pergi, Kuro. Aku ada oleh-oleh untukmu sebagai calon raja kegelapan."
Dia berkata akan memberiku hadiah. Aku terdiam sambil melirik ke sekililing dan tidak menemukan bungkus kado apapun.
("Hadiah? Hadiah semacam apa yang akan dia berikan, ya? Aku jadi sedikit tidak sab-").
"AAAARGH!!"
Lagi-lagi ketika aku belum selesai bergumam, aku merasakan perih yang teramat sangat. Mataku, hidungku, kulitku, telingaku, kakiku, ingatanku, seluruh indraku merasakan sakitnya. Ini lebih parah dari yang sebelumnya. Ah, betapa menderitanya aku saat ini.
Aku berlutut dengan tangan kanan yang menutup sebagian wajahku dan mencoba untuk bertahan dari rasa sakit yang kurasakan saat ini. Para ratu neraka tampak cemas dan kebingungan.
"Itu adalah hadiah dariku, Kuro. Sense of The World. Itu akan membuat seluruh indramu menjadi jauh lebih superior dari sebelumnya. Contohnya saja matamu, Kamu sekarang dapat mengetahui apa yang telah terjadi di masa lalu, masa depan, dan masa sekarang di seluruh alam semesta. Aku menambahkan Infinity Memory kedalamnya untuk membuat mu tidak menjadi gila karena informasi-informasi yang kau dapat dari seluruh alam semesta. Dengan ini kau sudah tau apa yang akan terjadi kan, K-U-R-O?".
Gabriel menjelaskan apa yang terjadi dengan tubuhku yang di akhiri dengan suara yang sangat halus seperti sedang ingin berbuat kejahatan yang di sembunyikan.
Rasa sakitnya memudar, aku tidak merasakan sakit itu lagi.
"AHAHAHAHA.. AHAHAHAH.. AHAHAHAH!!"
Aku kembali tegak dan tertawa sejadi-jadinya dengan tangan kanan yang masih menutupi sebagian wajahhku. Aku telah mengetahui semuanya. Ya, semuanya. Aku akan menjadi The Chosen One.
"Ah.. Iya. Aku sudah tau semuanya. Aku sudah tahu, GABRIEL".
Aku menjawab pertanyaan Gabriel dengan senyuman puas ku. Ia pun membalas senyuman ku dengan senyuman mengerikannya.
"Baiklah kalau begitu. Sekarang juga akan kupindahkan kalian semua".
Ucap gabriel sambil mengarahkan tangannya kearahku dan para ratu neraka.
Secara tiba-tiba kami semua berada di padang rumput yang tak jauh dari pemukiman. Aku masih menggunakan seragam sekolah ku yang berlumuran darah.
Aku mengetahui cara menggunakan sihir karena mata dan memoriku. Aku mengalirkan sedikit sihirku ke seragam sekolah untuk mengubah wujud dan sifatnya.
Aku kini telah menggunakan Jubah berwarna hitam, sifatnya ku ubah menjadi anti serangan fisik dan sihir tingkat tinggi. Mulai dari sini, perjalanan ku sebagai Raja Iblis(Kegelapan) dimulai. Aku akan menuju ke kota terdekat, tetapi ada satu hal yang ingin ku bicarakan sebentar dengan para ratu neraka ini.
"Hei, kalian. Ubah wujud kalian menjadi sesuatu yang lebih kecil. Mulai sekarang kita akan berada di kota."
Aku memerintahkan para ratu neraka untuk mengubah wujud nya agar tidak membuat kehebohan di kota nantinya.
"Baik, Yang Mulia. Sesuai dengan keinginan anda".
Mereka menjawab dengan serentak sambil menundukkan kepalanya serta meletakkan tangan kanan di bawah pundak kiri.
Setelah itu semua, mereka berubah menjadi cincin dan langsung terpasang di tujuh jariku.
"Bagus. Mari kita mulai perjalanan berharga ini, para Ratu Neraka-ku yang menawan."
__ADS_1
Aku mengatakan demikian kepada para ratu neraka yang wujudnya telah menjadi cincin.
Pertama, mari kita mulai dari kota para Semi-Human, Agrethe.