
"Mari kita mulai pertarungan antar dewa..Goddess X".
Sesuatu yang mengejutkan baru saja terjadi.Rivas berubah menjadi perempuan,terlebih lagi seseorang yang terlihat seperti dewi.
Goddess X,Marthania.Itulah nama dari sang wanita yang kini berdiri dihadapan Kuro.
ーーーーーーーーーーーーーーーーーー
Marthania,The Goddess X, awalnya adalah The Goddess of Prosperity, makhluk yang penuh dengan kecacatan.Mulai dari fisik,kemampuan,bahkan meta fisik.Ini membuatnya tidak mempunyai wujud pasti.
Tercipta dari energi cahaya yang tersisa saat penciptaan alam semesta membuatnya hanya bisa menggunakan energi cahaya buatan.Energinya tidak pernah benar-benar sempurna sejauh dia hidup.Meskipun begitu,ia tidak pernah berbuat buruk kepada entitas lain.Kekuatan itu ia gunakan dengan baik,ia menciptakan lapisan dimensi dan alam semesta,kemudian memberikan keberkahan serta kebahagian layaknya seorang dewi.
Namun,hal yang tidak ia ketahui tentang makhluk yang ia ciptakan adalah...rasa tidak puas hati dan ingin memiliki segalanya.
Para entitas ciptaannya mulai dari Human, Semi-Human,Dragon,serta seluruh hewan dan tumbuh-tumbuhan selalu menginginkan hal lebih serta merebut hal yang bukan milik mereka.Ini membuat Marthania mengetahui sisi buruk dari ciptaannya sendiri.
Suatu hari,ia mencoba untuk mengambil seluruh perasaan buruk pada seluruh ciptaannya agar para ciptaannya dapat merasakan kebahagiaan.Perasaan yang tak pernah ada ujungnya.Perasaan yang benar-benar busuk yang akan terus ada.Tak peduli berapa triliunan tahun ia mengambil hal buruk itu,perasaan busuk akan terus ada.
Dan pada akhirnya..
Energi Cahaya buatan miliknya yang ia gunakan untuk menyejahterakan entitas di bawahnya, setengah darinya telah tertutup oleh perasaan buruk itu.Setengah berisikan cahaya,sedangkan setengah lainnya berisikan kegelapan yang busuk.
Sejak saat itulah,Marthania selalu membuat ciptaannya jatuh kedalam kesengsaraan.Manusia,Setengah manusia,Binatang,Iblis,Malaikat,Hewan,atau apapun itu tidak peduli.Semuanya telah berlaku buruk kepada Marthania,begitulah pikirnya.
Selama ini,Marthania selalu mengawasi umat manusia di dalam tubuh Rivas.Kekejian yang diperbuat oleh Rivas adalah tuntunan dari Marthania.Untuk alasan Marthania memilih Rivas sebagai inangnya sendiri sampai sekarang masih belum di ketahui.
Dan Kini ia tengah berhadapan dengan Kuro..
"Poghio Gorhm!".
Ia berteriak dengan kencang,membuat keadaan sekitarnya menjadi sangat mencekam dari sebelumnya.Para Ratu Neraka termasuk Suthea telah berada dibelakang Kuro.Kuro tidak ingin ada yang mengganggu pertarungan dia dan Marthania.Sedangkan para Malaikat telah terbang ke langit,seakan sedang ingin menunggu sesuatu.
Poghio Gorhm adalah sihir yang dapat menciptakan banyak entitas di area yang telah ditentukan.Sihir ini hanya dimiliki oleh para dewa saja.Sihir ini tidak memiliki efek samping apapun bahkan jika digunakan berkali-kali sampai tak terbatas.
Dari bawah tanah muncul 5 juta entitas bertipe Undead,Setan,dan makhluk mengerikan lainnya.Dari langit muncul 10 juta malaikat yang membuat langit menjadi tertutupi oleh sayap para malaikat.Dan secara tiba-tiba,muncul manusia,setengah manusia,hewan serta tumbuhan mematikan yang berjumlah 35 juta.Dan kini, keseluruhan dari mereka tengah mengepung Kuro dan yang lain.
Marthania mundur ke atas langit untuk memberikan semacam perintah kepada para entitas yang berhasil ia ciptakan itu.
"Wahai para makhluk bodoh yang selalu ingin menang sendiri!Wahai para makhluk bodoh yang tidak pernah merasa puas hati!Wahai para makhluk bodoh yang telah merusak keindahan alam semesta ini!Bunuhlah dia yang ada di depan kalian!Wahai para malaikat yang selalu melindungi sinar cahaya!Wahai Iblis yang selalu melindungi bara hitam yang menyala!Berikanlah kepada dia yang telah berani menentang dewa Hukuman dari Surga dan Penyiksaan dari Neraka!".
Dari langit yang jauh tinggi ia berteriak,membuat seluruh penjuru alam semesta mendengar suaranya.
Seketika seluruh makhluk hang diciptakan oleh Marthania benar-benar bergerak menuju ke Kuro dan yang lain dengan niat untuk menyerang serta membunuh.
Para ratu neraka mungkin bisa untuk bertarung,walau pastinya akan kewalahan.
Sedikit lagi,sedikit lagi para makhluk itu berhasil menyentuk Kuro dan yang lainnya.Sedikit lagi akhir riwayat Kuro dan yang lainnya.Sedikit lagi ke-9 orang itu akan menemui ajalnya.Namun...
[! ! !]
Aura dari seseorang keluar menghantui area pertarungan.Aura mengerikan yang dapat membuat lawannya menjadi gila,stress,takut, yang sampai ke tahap spiritual,jiwa dan julukannya serta dapat membunuh secara instan tanpa perlu mengeluarkan gestur tubuh tertentu.
Ya, ini adalah Aura Kuro.
Aura yang mematikan,jauh lebih mematikan daripada jutaan panah yang terlontar.Aura yang mematikan,jauh lebih mematikan daripada tusukan miliyaran pedang di tubuh.
50 juta entitas ciptaan Marthania yang melihat,menghirup,dan merasakan aura dari Kuro itu menjadi gila dan bahkan ada yang langsung mati.Mereka ketakutan akan apa yang di lihat dan di rasakan.Jiwa mereka dikeluarkan dari tubuh dengan Aura itu.Mereka gila dan stres yang membuat mereka saling membunuh satu sama lain.
Arena pertarungan berubah menjadi lautan darah..
"Tuan Raja Iblis,apa yang sebenarnya terjadi?".
Lucifer bertanya kepadaku tentang ini semua.
"Hm..?Oh ini ya.Aku hanya menggunakan True Magic dari Kebanggaan untuk membuat sedikit aura saja.Sebenarnya,aura ini sudah lama ku punya namun aku selalu menekan aura ini setiap detiknya,karena aku jika di lepas aura ini akan menghancurkan alam semesta dan tidak pernah bisa tertutup kembali".
Aku menjelaskan semuanya kepada Lucifer,ia sedikit tidak bisa mempercayai akan hal ini.
"Jadi,aura ini..."
"Ya,aura ini akan selalu aktif mulai sekarang.Tak peduli seberapa kuat dan tangguh aku menekannya,aura ini selalu keluar".
__ADS_1
"Kalau misalnya Aura ini benar-benar bisa membunuh semua makhluk,lantas mengapa kami tidak terkena efeknya?".
Satan bertanya,ganti dari Lucifer yang terlihat telah puas atas jawabanku.
"Aku mengacak-acak kemungkinan untuk menyelamatkan kalian semua, ini juga salah satu kekuatan dari Auraku. Aku membalikkan kemungkinan dari kalian yang terkena efek True Magic ini, menjadi tidak terkena apapun".
"O-oh...Tuan Raja Iblis memang hebat".
Aku menjelaskan kepada Satan tentang itu semua. Ia pun memujiku atas penjelasan tentang kekuatan aura ku.
"Selanjutnya, Marthania.. giliranmu!".
"..!?" Marthania terkejut.
Kuro mendekat kepada Marthania.Ia tidak berjalan, tidak berlari, dan tidak pula terbang.Ia memindahkan tubuhnya ke arah depan Marthania. Ia berteleportasi kedepan Marthania dengan kecepatan yang benar-benar berada di 0 detik.
Setelah berada di hadapan Marthania,Kuro menghunuskan pedang << Chaos La Ghuriazht >> miliknya kepada tubuh sang Dewi.
Dewi yang melihat itu dapat dengan mudah menghindarinya,bagi Marthania itu bukanlah serangan yang benar-benar cepat.
Satu kesalahan yang telah diperbuat oleh Marthania adalah,ia terlalu memandang rendah musuhnya.
[ ! ! ! ]
Secara mengejutkan,mulut Marthania mengeluarkan darah.Ia melihat kearah tubuhnya sendiri.Betapa terkejutnya ia ketika melihat tubuhnya yang tertusuk oleh pedang milik Kuro.
("Ini..apa yang sebenarnya..terjadi!?")
Marthania bergumam di dalam hati,bertanya akan realita yang terjadi.
"Kau tidak tahu apa yang terjadi,ya?Baiklah akan ku beri tahu".
Kuro melepaskan pedangnya yang tertancap di tengah dada milik Marthania,bersiap untuk menjelaskan segalanya.
"Aura ku ini memiliki kemampuan untuk mengatur kausalitas dan barusan aku menggunakannya.Memang benar seharusnya kau tidak terkena tusukan dari pedangku,namun aku mengatur hukum akibat yang kau peroleh karena telah menghindar dari pedangku ini.Dan hasilnya,kau tetap akan tertusuk olehnya."
"Akan tetapi,kenapa!?Kenapa kau bisa mengenaiku hanya dengan mengatur hukum sebab dan akibat!?Aku ini Dewi!Sebagai dewi,aku tidak terikat akan kausalitas di dunia ini.Aku bergerak di kausalitas yang digunakan para dewa!Lantas mengapa kau!?".
"Apa!?".
[ ! ! ! ]
Jantung Marthania berdetak kencang setelah perbincangan kecil itu berakhir.
"Apa yang.."
Tubuh Marthania terhuyung-huyung.Ia tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.
Yang terjadi adalah energi cahaya miliknya mulai tertutupi oleh energi ketiadaan dari pedang Kuro.Kuro secara diam-diam menyalurkan energi ketiadaan sebelum menarik kembali pedang << Chaos La Ghuriazht >> miliknya agar pertarungan ini segera berakhir.
Energi cahaya itu semakin tertutupi.
Hingga pada akhirnya sempurna tertutup.
Tubuh Marthania berubah menjadi hitam,begitupula pakaiannya.
Julukan milik Marthania pun ikut berubah,dari "The Goddess X" menjadi "The Goddess of Nothingness".
Energi yang kini ia gunakan bukan lagi energi cahaya,melainkan Energi ketiadaan.
Kuro yang sedang terbang sembari melihat itu sedikit kecewa karena hal yang ia fikir dapat membunuh lawan malah memberikannya kekuataan baru.
"Terimakasih,anak muda.Karena mu aku mendapatkan kekuatan baru.Aku yakin sekali dengan kekuatan ini,aku dapat membunuhmu".
Marthania mengarahkan tangannya ke depan Kuro,membuat alam semesta menjadi sesuatu yang benar-benar kosong.
"Menarik.Aku semakin bersemangat untuk melawanmu,Marthania".
"Melawanku?Jangan konyol!ini adalah kekosongan tanpa akhir.Kau tidak bisa menggunakan sihirmu atau apapun disini!".
Marthania berkata demikian kepada Kuro dengan nada tegas dan dibalas senyuman oleh Kuro.
__ADS_1
"Kalau itu,siapa yang tahu.."
Kuro mengangkat tangannya,seketika muncul energi yang benar-benar hitam dan kosong.Itu adalah gabungan dari Darkness dan Nothingness.
"Kau...energi apa itu!?".
Kuro memang seharusnya tidak bisa menggunakan sihir di area yang telah menjadi kekosongan ini.
Namun,Kuro adalah penguasa dari kegelapan dan ketiadaan.Tidak ada yang bisa mengatur sang penguasa.
"Jika kau menelan alam semesta menjadi kekosongan,maka hukum dari kekosongan itu sendiri adalah...Aku!".
Kuro berteriak dengan semangat yang menggebu-gebu.Ia menyalurkan energi gelap nan kosong itu ke pedangnya dan mulai mengangkatnya kearah atas kepala dengan niat untuk menebas sesuatu.
"Rasakan ini!".
Kuro mengayunkan << Chaos La Ghuriazht >> miliknya.Tebasan dari pedang itu membuat tubuh,pikiran,julukan,serta kekosongan ini terbelah menjadi dua.
Namun,tubuh Marthania berhasil beregenerasi.
Tubuhnya menyatu setelah terkena tebasan pedang milik Kuro.
"Apa kau fikir,dengan hal seperti itu dapat membunuhku,wahai anak muda?".
"Yah,sudah jelas.Kalau kau hanya mati dengan cara yang seperti ini,permainan akan menjadi sangat membosankan".
Kuro membalas pertanyaan Marthania dengan kembali menyandarkan pedang << Chaos La Ghuriazht >> kepada pundak kanan dengan bantuan tangan kanannya.
"Kau akan menyesal telah menantang dewi,anak muda."
"Hooo...bagaimana caraku untuk menyesal?bisakah anda mengajarkan kepada saya,wahai dewi?".
Marthania berkata dan dibalas oleh Kuro dengan nada yang menjengkelkan.
[ ! ! ! ]
Marthania menggunakan seluruh inderanya untuk melihat masa depan serta mengubah takdir milik Kuro.
Sebagai seorang dewi,ia memiliki kekuatan untuk mengatur takdir seseorang,melihat masa depan,serta mengubah hukum dunia.Marthania juga dapat berbuat sesuka hatinya dengan segala makhluk yang telah ia ciptakan,termasuk manusia.
Akan tetapi,apa yang ia lihat dimasa depan adalah...
"Kau!?..Bagaimana bisa kau tidak ada di masa depan!?Setiap entitas pasti memiliki masa depan,namun mengapa kau..!?".
Seluruh indera milik Marthania telah kembali ke masa kini.Ia terkejut bukan main setelah melihat masa depan yang kosong milik Kuro.
"Hoo..kau mempunyai kekuatan yang menarik juga..."
Kuro memberhentikan pembicaranya dan menyandarkan pedang miliknya tepat di sampingnya.
"Aku...tidak terikat oleh siapapun,apapun,dan dimanapun.Sejujurnya,yang bisa melihat ke masa depan itu bukan hanya kau.Aku juga tidak terikat takdir,lagipula benang takdir milikku telah menjadi sebuah ketiadaan.Apakah kau tidak merasa keheranan mengapa kau masih bisa hidup setelah kuberikan energi yang berbanding terbalik dengan energi aslimu?"
Kuro berkata dan diakhir dengan pertanyaan.Marthania yang mendengar itu tidak bisa menjawab pertanyaan dari Kuro.
"Itu karena aku lah yang mengatur takdirmu."
"Kau?Mengatur takdir?milikku?JANGAN BERCANDA!KAU HANYALAH MAKHLUK LEMAH..BAGAIMA-.."
Belum selesai Marthania berbicara,tubuhnya telah hancur,namun tidak dengan jiwanya.
"Tubuhmu telah hancur.Ini karena aku telah membuat takdirmu menjadi mati sekarang juga.Inilah buktinya bahwa makhluk lemah sepertiku bisa mengatur takdir seorang dewa sepertimu".
Kuro berbicara seorang diri-,tidak,dia berbicara kepada jiwa Marthania.
"Haah~,kalau begini aku tidak bisa menikmati pertarungan kembali".
Kuro mengubah takdir milik Marthania kembali untuk menghidupkan nya.Tubuh yang telah hancur itu kembali menyatu.
"Kau percaya?"
Tanya Kuro kepada Marthania
__ADS_1