
"Mau apa kau?!Disini bukan tempat untuk bermain-main!".
"Bermain?Engga engga engga.Tidak mungkin aku akan bermain bersama mu,kau itu lemah Pak tua.Tujuanku adalah orang yang sedang kau siksa itu..Suthea".
ーBeberapa waktu yang lalu,di dimensi pribadi Kuro...
Pagi yang gelap,langit menangis dan air matanya membasahi bumi.Pasar kota Agrethe jadi sangat sepi,kios-kios penjualan tidak di buka.Aku mendatangi dimensiku sendiri untuk membicarakan tentang penyelamatan Suthea bersama dengan Lucifer dan Leviathan.
"Baiklah,kita dapat beberapa informasi yang bisa kita jadikan patokan untuk mencari sang Putri".
Aku memulai pembicaraan dihadapan mereka berdua dengan keadaan berdiri menghadapnya.
"Pertama,sang Putri ini tidak memiliki sihir sama sekali..itu artinya keberadaannya langka,tetapi bukan berarti hanya dia sendiri yang tidak memilikinya.Kedua,sang Putri dijadikan budak,ini hanya merujuk ke satu kota saja."
Sambungku dengan nada yang cukup untuk didengar oleh mereka sembari memikirkan tempat sang Putri Suthea ini.
"Maaf atas kelancangan ini,Tuan Raja Iblis..tetapi mengapa anda mau membantu manusia itu,bahkan anda sampai mau merepotkan diri dengan bertarung melawan Asceur?".
Leviathan bertanya,sebenarnya ini adalah hal yang mudah sekali untuk kujawab.
"Gampangnya,aku sudah berjanji kepada Kuvia..lagipula,sejak awal aku menyukai kedamaian dikota ini.Dan aku akan menjaga kedamaian itu".
Aku menjelaskan alasanku kepada Leviathan,Lucifer yang mendengar itu pun tersenyum kagum kearahku.Leviathan yang telah ku jawab pertanyaannya itu pun berhasil terdiam karena jawabanku.
"Untuk saat ini,aku coba saja mencari orang yang tidak memiliki energi sihir di seluruh kota".
Aku berkata seperti itu dan menutup mataku,memulai pencarian Suthea.Dari 17 kota,aku berhasil mendapatkan 100 orang yang tidak memiliki energi sihir.Data yang kutemukan lengkap mulai dari nama,umur,ras,lokasi,dan lain-lain.
Setelah berusaha mencari Suthea dari orang pertama hingga orang ke-99,aku akhirnya menemukannya.Ya,Putri Suthea adalah orang ke-100.
Aku mendapatkan informasi lokasi dari Suthea.Dia berada di kota Wesgerdia.Sedang di perlakukan dengan buruk oleh pak tua.
Aku yang telah mendapatkan informasi itu pun keluar dari dimensiku sendiri bersama dengan Lucifer dan Leviathan.Bertiga kami terbang menuju ke kota Wesgerdia dan berakhir seperti sekarang ini.
"Ayolah,Pak tua.Berikan ia kepadaku..Jika tak ingin mati,sih".
Aku melancarkan kata-kata ku yang dibumbui dengan senyuman kejam milikku ke arah pak tua.Pak tua disana menggigil sambil mencari sesuatu yang bisa dia jadikan untuk perlawanan.
"Co-coba saja kalau kau bisa!Jika kau bergerak dari situ sedikit saja,maka Suthea akan ku bunuh!".
Pak tua itu mengancamku dengan menjadikan Suthea sebagai sanderanya.Ya,dia mengambil pecahan mangkuk yang berisi sup buatan Suthea tadi.Ia mendekatkan pecahan mangkuk itu ke leher Suthea.Tentu saja Suthea menjadi ketakutan,hidupnya di ujung tanduk.
"Oh..Berani juga kau,pak tua..tetapi...".
Aku memotong ucapanku sendiri,melesat seribu kali lebih cepat dari kecepatan cahaya.Meraih lehernya,mencekiknya dan memojokkannya ke dinding belakang.Suthea terkejut melihat itu,ia tidak bisa mempercayai apa yang barusan terjadi.Pak tua itu pun batuk-batuk karena cekikan ku.
__ADS_1
"..Menyandera seorang gadis itu buruk lho,Pak tua".
Aku melanjutkan perkataanku yang sebelumnya ku potong.Aku membanting Pak tua itu kearah samping kiriku.Ia terjatuh dan mencoba kabur.Aku yang menyadari itu pun menginjak kaki kanannya yang membuat kakinya patah seketika.
"ARRRGH!!".
Pak tua yang kakinya kuinjak itu berteriak kesakitan.Suthea yang melihat itu pun menatap kearahku dengan tatapan yang ketakutan.Aku hanya bisa tersenyum sambil melihat pan tua yang sedang meronta-ronta dihadapanku.
"Oi,oi..Jangan bilang kau berfikir bisa lolos dariku,Pak tua..?"
Pak tua itu tidak menjawab.Ia hanya meronta kesakitan sambil berusaha melepaskan kaki nya dari kakiku.
"Oi,Putri Suthea.Kalau kau tidak ingin melihat suatu kengerian maka tutuplah telinga dan matamu!Jangan pernah sesekali buka sebelum tanganku menyentuhmu".
Aku akan segera akhiri ini.Aku menyuruh Suthea untuk menutup mata dan telinga nya karena aku akan membunuh pak tua sialan ini.
Aku mengangkat kepalanya dengan cara menjambak rambutnya.Kaki yang ku pijakkan ke kaki kanan milik pak tua ini pun ku lepaskan.Kuputar lehernya 180 derajat.Ia pun tewas seketika.Aku melepaskan tubuh pak tua itu dari cengkeraman ku.
Melirik ke arah Suthea,ia menutup mata dan telinganya dengan baik sambil menggigil ketakutan.Aku yang menyadari itu pun tak mau mengambil resiko dengan memperlihatkan jasad pak tua ini ke hadapan Suthea.Aku membuka celah dimensi dari arah bawah jasad pak tua itu dengan tujuan membawanya ke dimensi tertutup yang tak berujung.Ia disana bersama jiwanya akan dikirim ke ruangan kosong yang tidak akan bisa di datangi oleh siapapun kecuali aku.
Setelah semuanya,aku mendekat ke arah Suthea yang menutup mata dan telinganya sambil gemetar ketakutan.Aku mendekatkan tangan kananku ke arah tangannya yang menutupi telinganya itu.Tangan kami bersentuhan,ia yang mengetahui ada sesuatu yang menyentuh tangannya secara tidak sadar telah membuka matanya.
Aku melihatnya,aku melihatnya dengan mataku sendiri.Wajah yang kecil,matanya yang indah,rambutnya yang berwarna kuning cerah.Ah,betapa indahnya setiap lekuk dari tubuh Suthea walaupun beberapa menjadi sangat kasar karena perlakuan dari majikannya.
Aku memulai percakapan setelah tangan kami bersatu.Suthea yang mendengarnya menjadi sangat lega,terlihat dari wajahnya.Ia mulai menangis karena merasa nyaman.Memelukku dengan tubuh kurusnya.
Aku yang menyadari itu pun memberikan pelukan hangat agar ia menjadi lebih tenang.Tetes demi tetes,air mata yang mengalir menjadi sangat deras.Ia menangis sejadi-jadinya karena merasakan hangatnya pelukan seseorang.
"Sekarang kamu sudah aman.Kamu sudah aman,Suthea.."
Aku memeluknya lebih erat,aku tidak tahan melihat gadis yang tidak berdaya ini menangis di pelukanku.Aku merasa sangat tersayat oleh tangisannya.Sangat sedih,sangat takut,sangat sepi,sangat sakit,sangat sengsara,dan sangat menderita.
("..Tidak apa.Kamu tidak perlu menderita lagi..")
ーDi sisi istana kerajaan..
Samael mulai bergerak,berlari melewati atap rumah warga,menuju ke kota Wesgerdia.Dengan jubah tertutupnya itu,ia menjadi lebih percaya diri.
Karena kecepatan berlarinya jauh lebih cepat ketimbang manusia biasa,ia telah tiba di gerbang masuk kota Wesgerdia.Melangkahkan kakinya perlahan untuk memasuki kota Wesgerdia.Akan tetapi..
"Ups,sampai disini saja".
Leviathan mencegah Samael tepat sebelum langkah kaki terakhirnya menyentuh perbatasan Wegerdia.Samael merasa tidak asing,seperti pernah mendengar suara itu sebelumnya.
"Siapa?".
__ADS_1
Samael bertanya ke arah Leviathan yang berada dihadapannya.Tudung jubahnya masih belum ia buka,membuat identitas Samael masih tertutupi.
"Eeeh?..Sebelum bertanya nama orang lain,setidaknya beritahukanlah namamu terlebih dahulu".
Leviathan menjawab pertanyaan Samael dengan nada khas yang hanya dimiliki olehnya.Itu membuat Samael semakin percaya diri.
"Oh..ku kira siapa ternyata kau rupanya.Lama tidak berjumpa ya..The Queen of Envy,Levia-chan".
Samael membuka tudung jubahnya.Leviathan yang melihat wajah Samael tampak sedikit terkejut dibuatnya.Rasanya mereka seperti sudah saling mengenal satu sama lain.
"Wah..Bukankah kau Samael?Yahoo!Apakah kau sehat,Samael?".
Leviathan yang melihat wajah itu membalas dengan senyuman dan sapaan yang sangat akrab.
"Terus,kenapa kau repot-repot keluar dari Neraka-mu untuk datang kesini,Levia-chan?".
Samael bertanya tentang tujuan Leviathan.Levithan tersenyum mendengarnya.tersenyum yang bahkan membuatnya sedikit tertawa.
"Hahaha,iya juga ya.Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku disini.Itu karena..aku tidak mau ada yang mengganggu Tuan Muda Tampan-ku".
Leviathan mengeluarkan senyuman mengerikannya.Samael yang mendengar pun tersenyum,namun senyuman itu bukanlah senyuman mengerikan.Ya,itu adalah senyuman orang biasa yang kelihatannya dipenuhi dengan kelegaan.
"Begitu ya,kau telah menjalin kontrak dengan bocah ingusan yang menyebut namanya Raja Iblis Kegelapan,ya.Sayang sekali,ya..Wanita secantik dan se seksi dirimu ini di bodohi oleh bocah seperti dia.Kenapa kau tidak sadar,Levia-chan?Mungkin saja dia mengincar tubuhmu,bukan?Soalnya kan dia ga bisa ap-.."
Samael yang mengoceh dan menjelekkan Kuro pun di buat bungkam oleh "The True Magic of Envy"tipe kecil kepemilikan Leviathan.
True Magic adalah sihir asli yang dimiliki oleh masing-masing entitas dengan energi jiwa(Soul Energy) tingkat tinggi dan bahkan lebih.Setiap dari mereka tidak bisa menggunakan True Magic milik orang lain,bahkan jika di paksakan maka tubuh pemaksa akan berubah menjadi material bersamaan dengan jiwanya dan kemudian menjadi partikel alam.Ini adalah resiko tertinggi yang paling menakutkan dari setiap resiko yang pernah ada di hukum dunia ini.
Sedangkan True Magic of Envy adalah True Magic yang hanya di miliki oleh Leviathan.Tiap-tiap True Magic milik 7 Ratu Neraka memiliki 3 tipe pecahan,dan dapat di gabungkan menjadi 1 tipe.3 tipe pecahan antara lain adalah tipe kecil,tipe sedang dan tipe besar.
Tipe kecil adalah sebuah tipe dalam True Magic yg memfokuskan pemiliknya untuk memusatkan Soul Energy nya ke suatu titik dimanapun itu dengan lebih mudah,jika tipe kecil ini tidak bisa di kendalikan maka yang akan terjadi adalah ledakan superium yang dapat menghancurkan 3 planet berukuran bintang besar sekaligus dalam waktu singkat tanpa tersisa satupun.
Tipe sedang adalah tipe yang membuat pemiliknya memfokuskan segala Soul Energy kepada kecepatan bertarungnya,kecepatan reaksinya,dan kecepatan berpindah tempatnya.Ini memiliki efek samping yang dimana jika di gunakan terlalu lama,maka partikel tubuh pengguna tidak dapat menahan kecepatan yang dipertinggi karena menggunakan tipe sedang ini,dan alhasil tubuh itu hancur berkeping-keping,tidak menyisakan sesuatu apapun.
Tipe tinggi adalah tipe yang memfokuskan serangan dan pertahanan secara bersamaan.Tipe ini memiliki kutukan sebagai efek samping,ini membuatnya menjadi sedikit berbeda dari sebelumnya.Jika saja pengguna menggunakan tipe ini dan kehilangan kendali akal pikirannya ditengah pertarungan,maka kutukan dari tipe ini akan menjalar ke otak dan memakannya,menjadikannya tidak bersisa dan membuatnya mati secara perlahan.
Tipe gabungan,tipe ini adalah ujung tanduk dari segala tipe.Jika tipe kecil,sedang dan besar bersatu maka akan membuat tipe gabungan.Setiap individu yang mempunyai True Magic memiliki tipe gabungan yang berbeda-beda dan efek samping yang berbeda pula.Ini yang membuat tipe gabungan menjadi spesial dalam hal kelebihan maupun kekurangan.Pengguna akan menjadi jauh lebih unggul dari sebelumnya dalam hal fisik,magis,Soul Energy,dan lain-lain.Namun disisi lain,selama pengguna bertarung menggunakan tipe ini,selama itu pula efek samping sedang di bentuk.Menjadi abu,eksistensi menghilang,tidak dapat menggunakan sihir kembali,hilang ingatan,lumpuh,dan masih banyak hal lainnya yang di rasakan pengguna secara bersamaan.
Samael yang berhasil menangkis serangan Leviathan itu pun melompat mundur kebelakang untuk menjaga jarak dari Leviathan.
"Oh begitu..Kalau begitu mari kita lanjutkan pertarungan yang sempat tertunda 15.000 tahun yang lalu,Levia-chan".
Samael menghadap ke langit dan berkata demikian kepada Leviathan sebagai musuhnya.Leviathan yang mendengar itu dalam posisi tegak pun tersenyum dan mengubah nya menjadi mode siap tempur.
"Hoo...Baiklah,mari kita lanjutkan perang kita..The Great Gudou War".
__ADS_1