The Chosen One

The Chosen One
The Great Gudou War


__ADS_3

Jauh 15.000 tahun yang lalu,ketika Gabriel baru saja menciptakan tempat bernama surga dan neraka untuk dihuni kepada para malaikat dan iblis,terjadi suatu pertikaian.Para malaikat berkata bahwa mereka yang lebih tinggi derajatnya,namun para iblis menyangkal bahwa merekalah yang lebih tinggi,dan begitu seterusnya.


Gabriel yang melihat itu semua tersenyum,seperti menunggu suatu hal yang menarik.


"Kalau begitu,kenapa kalian tidak memutuskannya lewat peperangan?".


Suara Gabriel yang berada di dimensi nya itu pun sampai ke surga dan neraka,yang pada saat itu keduanya berada di tempat yang bersebelahan.


"Baiklah telah diputuskan.Perselisihan ini akan di selesaikan lewat perang.Perang yang menunjukkan sisi mana yang lebih unggul.Perang yang membawa martabat dari masing-masing ras.Perang yang membuktikan siapa yang pantas mendapatkan derajat yang lebih tinggi dari yang lainnya.Nama perangnya adalah..The Great Gudou War!".


Gabriel berbicara panjang lebar di dimensinya,suaranya menggema di seluruh lapisan surga dan neraka.Mengubah suasana yang tadinya ramai menjadi hening seketika walau tidak berlangsung lama.Para malaikat dan iblis pun bersorak-sorai menanggapi itu semua.Mereka menyambut peperangan ini dengan semangat yang tinggi.


Para pasukan dari kedua belah sisi pun memasuki mode tempur,menggunakan senjata yang sering mereka gunakan.Ada yang membawa tongkat,pedang,kapak,bahkan ada yang tidak membawa apa-apa.


Gabriel tersenyum melihat ini semua.


"Baiklah kalau begitu..Perang dimulai!".


Gabriel berkata dengan nada tegas.Para malaikat dan iblis yang mendengar itu pun memulai perang mereka.Suara pedang yang beradu,sihir yang di lontarkan,wajah yang terkena pukulan pun bertaburan di medan perang,seakan menghiasi perang ini.Gabriel yang tersenyum itu mengamati dari dimensinya,ia sangat menikmati peperangan ini.


Beribu-ribu tahun pun berlalu.Jasad yang gugur dari kedua belah pihak pun bertebaran.Pemenang belum ditentukan,karena dari masing-masing pihak masih ada yang melanjutkan pertarungan.Mereka adalah


The Angel of Justice,Argus


The Angel of Holiness,Samael


The Angel of Purity,Marakh


The Angel of Covenant,Zenith


The Angel of Hope,Akriel


The Angel of Wisdom,Filas


The Angel of Charity,Aboleth


The Angel of Prosperity,Azazel..dan


The Angel of Patience,Luviah.


Mereka adalah 9 malaikat yang tersisa dari sisi surga,sedangkan dari sisi neraka..


The Daemon of Pride,Lucifer


The Daemon of Envy,Leviathan


The Daemon of Wrath,Satan


The Daemon of Lust,Asmodeus


The Daemon of Sloth,Belphegor


The Daemon of Gluttony,Beelzebub


The Daemon of Greed,Mammon dan 2 iblis lain yang masih bertahan di medan perang ini.


"Sampai situ saja,aku mulai bosan!".


Ketika mereka hendak melanjutkan Perang Gudou,Gabriel menghentikannya.Mereka pun terhenti,tidak ada satupun yang mau melanjutkan pertarungan itu padahal ujung pedang sudah hampir menusuk leher.


"Kalian yang masih bertahan akan kuberikan hadiah.Kalian akan ku beri julukan baru,dengan itu kalian juga akan bertambah kuat".


Malaikat dan Iblis yang masih hidup itu pun bersujud sambil mengangungkan Gabriel.Mereka menerima hasil seri dari pertarungan ini,tetapi tidak dengan 2 malaikat ini.


Mereka adalah Azazel dan Aboleth.Saudara kembar yang sangat membenci iblis daripada seluruh malaikat yang pernah ada.Mereka berdua tidak akan pernah mengakui keberadaan iblis.Ketika mendapati kenyataan bahwa hasil akhir dari Perang Gudou adalah seri,jauh di dasar hati mereka ada sesuatu yang bergejolak.Ya,itu adalah kebencian.


Ketika Azazel,Aboleth serta malaikat dan para iblis lainnya bersujud.Kedua malaikat kembar ini kembali berdiri dan mengambil senjata masing-masing.Azazel dengan tangannya,Aboleth dengan pedangnya.


Berdua mereka menusuk jantung 2 iblis.Para malaikat dan Iblis pun terkejut.


Samael dan Marakh pun berdiri melihat kejadian itu.

__ADS_1


"Oi keparat kau,Azazel!Apakah kau tidak mendengar perkataan Nona Gabriel!".


Ucap Argus kepada Azazel sembari menarik tangannya dan membuatnya tidak bisa bergerak.


Para Iblis yang melihat ras sesama nya tewas ini pun memendam amarah yang sangat tinggi,mengeramkan tangan dan menggigit lidah sendiri hingga berdarah demi menahan amarah mereka.


"Kau juga sama,Aboleth!Apa yang sedang kau pikirkan,Hah!?".


Marakh pun melakukan hal yang sama kepada Aboleth.


Azazel dan Aboleth pun memberontak untuk melepaskan diri,namun tidak bisa.


"Maaf jikalau hyamba ini lancang,Nona Gabriel.Meryeka berdyua tidak mematyihi perintah andya dan tetap melakukan pembunuhwan."


Ucap Lucifer yang perkataannya tidak jelas akibat lidahnya yang berdarah.


Gabriel pun turun langsung menghadap ke arah mereka.Para malaikat dan iblis pun memberikan rasa hormat mereka.


"Wahai Azazel dan Aboleth!Karena kalian berdua yang tidak mengindahkan perintahku,seluruh malaikat yang tersisa disini akan menerima hukumannya!".


Gabriel yang sering tersenyum itu akhirnya mengeluarkan mimik wajah yang tengah marah.Azazel dan Aboleth yang melihat kenyataan didepan ini tengah berada di ambang kehancuran.Para malaikat yang mendengar itu pun merasa kesal kepada Aboleth dan Azazel karena hadiah yang mereka nantikan berubah menjadi hukuman.


"Ketujuh malaikat selain Azazel dan Aboleth tidak akan mendapatkan julukan pribadi,tetapi tetap mendapatkan julukan istimewa sebagai kelompok.."


Samael dan yang lainnya yang mendengar itupun sedikit merasa tenang sambil menghembuskan nafas lega.


"Azazel dan Aboleth,kalian akan berubah menjadi iblis menuju ke neraka paling dasar dan akan ku berikan julukan yang sangat jelek!".


Gabriel berkata dengan nada tegas.Mereka berdua yang mendengar itu pun terhanyut kedalam perkataan Gabriel.


"Mohon maafkan kami!Mohon maafkanlah kami,Nona Gabriel!".


Ucap Azazel dan Aboleth secara bersamaan sembari bersujud.


"Percuma!hukuman kalian telah ditetapkan!".


Gabriel berkata demikian dengan nada tegas.Amarah telah tampak dengan jelas di wajahnya.


Setelah itu,tubuh Azazel dan Aboleth mengalami perubahan.Berdua mereka merasakan perih dan sakit yang teramat sangat.Tentu,mereka menjerit keras.Mereka yang tadinya diselimuti cahaya,berubah menjadi kegelapan.Mata yang tadinya bersinar terang,berubah menjadi kelam.


...Saat itulah terlahir 2 iblis baru.....


...The Fallen Angel,Azazel...


...The Fallen Angel,Aboleth...


"Baiklah dengan ini,kalian berdua akan ku kirim menuju dasar neraka yang memiliki ujung tak terhingga,Elieveme R'Mhyre".


Seketika itu juga,Azazel dan Aboleth tersedot oleh sesuatu yang mengirim mereka ke dasar neraka.Mereka yang tersisa melihat kejadian itupun terkejut bukan main sembari ketakutan.


"Baiklah,mari kita lanjutkan".


Ucap Gabriel kepada para malaikat dan iblis yang ada di hadapannya.Mereka yang mendengar pun serentak menjawab 'baik' sambil menunduk kehadapan Gabriel.


Dan begitulah.Para malaikat yang tersisa diberi julukan 7 Pengawal Surga (Seven Guardians of Heaven).Para iblis yang tersisa menjadi Ratu Neraka dan mendapat julukan 7 Ratu Neraka (Seven Queens of Hell).


ーKembali kemasa kini,di depan gerbang kota Wesgerdia..


Pukulan demi pukulan,tangkisan demi tangkisan,sihir tipe penyerang di lontarkan,sihir tipe defensif di keluarkan,saling mengatur siasat dan di iringi oleh hujan yang turun.Ya,Leviathan dan Samael masih melanjutkan pertarungan mereka.


Leviathan mengarahkan pukulannya kepada wajah Samael dengan kecepatan seratus kali lebih cepat ketimbang cahaya.Samael yang melihat itupun terkejut dan menghindari pukulan tersebut.Jika saja Samael terlambat menghindari pukulan tersebut seperkian detik saja,maka ia akan terhempas jauh olehnya.


Samael pun mundur kembali mengambil ancang-ancang dan mengatur siasat.Mencoba memikirkan sesuatu yang bisa digunakan atau rencana yang dapat di lakukan.


Samael memiliki sebuah rencana terakhir untuk mengakhiri pertarungan ini.Tangan Samael yang tertutup oleh jubah itu mengalirkan setengah energi yang tersisa miliknya ke arah bawah tanah agar ia bisa memanipulasi tanah yang dialiri oleh energinya.Ia berniat untuk menciptakan tanah runcing yang menjulang ke atas untuk menusuk tubuh Leviathan.


"Seperti biasa sungguh sangat hebat dirimu, Levia-chan".


Ucap Samael sambil terus mengaliri energinya ke bawah tanah.


"Wah,wah..aku merasa terhormat bisa di puji oleh malaikat seperti mu,Samael."

__ADS_1


Balas Leviathan sambil memasang wajah tersenyum seakan sedang menikmati pertarungan.


"Tapi...".


Samael memutuskan perkataan nya,melompat tinggi dengan maksud untuk membuat fokus Leviathan sepenuhnya tertuju kepadanya.Ya,rencana itu berhasil.Leviathan yang terkejut itu pun mengejar Samael ke langit.


"...Sampai disini saja,Levia-chan!".


Samael mengangkat kedua tangannya dan mengepal nya ke depan dada.Tanah yang berada tepat di bawah Leviathan pun muncul.Berbentuk runcing dan menghadap keatas.Leviathan yang menyadari itu pun tidak sempat menghindar.


"Selamat tinggal,Levia-chan.."


Leviathan tertusuk oleh tanah itu tepat di kepalanya.Samael yang melihat itu pun merasa sedih.Ia berharap bisa sedikit lebih lama bermain-main dengan Leviathan,namun ia harus cepat kembali untuk melaporkan ke Raja Pahlawan,Rivas.Samael pun pergi meninggalkan mayat Leviathan yang kepalanya tertusuk oleh tanah runcing itu.


ーRumah tua,tempat Kuro menyelamatkan Suthea..


Dikarenakan tangisannya yang cukup lama,Suthea tertidur dalam pelukanku.Tubuh kurusnya yang ku sentuh,wajah tidurnya yang manis.Ah,betapa malangnya Suthea ini.Aku pun melepaskan jubah hitamku dan memakaikannya ke Suthea.Tenang saja,aku masih menggunakan baju yang berwarna hitam didalamnya.Aku mengangkat tubuh Suthea di depan dadaku dan mulai keluar dari rumah tua ini.


ー35 menit kemudian..


Waktu berlalu,jarak yang ditempuh untuk menuju ke gerbang masih sangat jauh.Aku memutuskan untuk berjalan kaki saja karena tidak mau mengganggu Suthea yang tertidur lelap.


Ia yang terkena rintikan hujan ini pun menggigil.Aku yang melihat itu mencoba membuat semacam penghalang kecil dan memberikan sedikit unsur api,angin dan oksigen kedalamnya agar ia tetap hangat dan bisa bernafas.Aku sendiri tidak merasakan apa-apa.Bahkan jika konsep oksigen di hilangkan dalam dunia ini aku tidak akan mati olehnya.


Aku tidaklah berbohong,didalam ruang dimensiku sama sekali tidak terdapat oksigen didalamnya.Jadi,siapapun mungkin saja bisa tewas ketika memasuki ruangan dimensiku.Lucifer dan yang lainnya telah mendapatkan sepersekian kecil dari energi jiwaku,itu membuat mereka juga kebal terhadapnya.


Aku telah tiba di gerbang kota Wesgerdia.Tepat didepanku terdapat Leviathan yang tertusuk oleh tanah tajam.


"Oi,Leviathan.Sampai kapan kau mau terus berbaring?".


Aku tidaklah terkejut.Hal kecil seperti ini tidak akan bisa membunuh para bawahanku.Sejam awal,Leviathan hanya membuat Samael berfikir


bahwa ia telah dibunuh.


"Ehehe...Aku ketahuan..Te-he".


Leviathan pun merespon pertanyaanku dengan demikian dan di akhiri oleh tangan yang mengetuk kepala sembari lidah yang menjulur keluar.


Leviathan mematahkan tanah runcing itu dengan hentakan kakinya yang membuatnya terbagi menjadi dua.Leviathan pun berdiri kembali dan mencabut sisa tanah runcing yang masih menempel di kepalanya itu.Setelah semuanya,kepala Leviathan yang tertusuk dan tembus itu pun beregenerasi dengan cepat,lebih cepat dari 2 detik.


"Jadi,ada apa yang terjadi disini?".


Aku bertanya kepada Leviathan dengan kondisi yang masih menggendong Suthea di depan dadaku.Leviathan mengatakan semuanya sesuai dengan prediksiku dengan nada yang lebih hormat dan sopan.


"Sudah kuduga".


Aku berkata demikian dengan nada rendah sambil berfikir untuk menghadapi hal kedepannya.


Aku mengajak Leviathan berjalan menuju ke kota Agrethe untuk membawa Suthea kembali sesuai dengan janjiku kepada Kuvia.


ーKota Agrethe..


Lama sekali untuk bisa tiba di kota Agrethe,tapi aku sudah tiba dan hujan sudah berhenti.Para warga tengah menunggu kedatanganku,termasuk Kuvia dan Keena.Aku yang melihat mereka sedikit merasa terheran dan sedikit berfikir tujuan dari menunggu kedatanganku.


"Tuan Raja Iblis telah kembali membawa Tuan Putri Suthea!".


"Anda sungguh luar biasa,Tuan Raja Iblis!".


"Hidup Tuan Raja Iblis!Hidup Tuan Raja Iblis!Hidup Tuan Raja Iblis!".


Ketika aku tiba di kota Agrethe,mereka bersorak-sorai menyambut kepulanganku.Aku sedikit tersipu malu,wajahku memerah.Ah,sungguh kota yang sangat indah.


"MALAM INI KITA AKAN BERPESTA!!".


Salah satu pedagang dari pasar kota meneriaki hal demikian dan disambut oleh para warga lainnya.Mereka sangat bahagia,tidak ada satupun yang cemberut dan sedih.


Malam pun tiba.Leviathan telah berubah menjadi cincin sesaat sebelum kami mendekati kota Agrethe.Lucifer menjadi cincin sebelum aku memukul rumah pan tua itu.


Aku dan para warga yang lain berpesta.Minum bir,makan yang banyak dan bernyanyi hingga mereka tertidur pulas.Aku tidak menyicipi apapun,karena aku lebih memilih melihat kedamaian ini ketimbang meminum bir.


"Apakah ini..yang dinamakan kedamaian sejati?".

__ADS_1


__ADS_2