The Chosen One

The Chosen One
Here it Comes!


__ADS_3

Duel keras dengan Dewi berhasil diakhiri, malam yang begitu indah telah dilewati, pagi yang cerah serta udara yang segar menghampiri. Senyum para warga kembali terlukis asri. Kuro, berhasil menyelamatkan kota Agrethe sekali lagi.


Semua kembali kepada kesibukan semula, kecuali satu, Istana Kerajaan.


Raja Rivas telah dimakamkan, membuat puncak pemerintahan sedang tidak dihuni siapapun. Membuat warga bertanya-tanya dalam kesibukan mereka.. "Siapakah yang cocok untuk memimpin Kerajaan Notchshield?".


Diantara kebimbangan ini, salah satu penasehat Raja Rivas memberikan pengumuman sayembara yang ditujukan kepada seluruh warga tanpa memandang ras. Lewat prajurit yang dikirimkan untuk menempelkan pengumuman itu di setiap sudut kota, sayembara berhasil diumumkan.


Memang, sayembara itu tidak bertuliskan dengan huruf alfabet yang biasa dipakai manusia, namun, kurang lebih isi dari alfabet itu akan seperti ini:


...PENGUMUMAN...


Raja para pahlawan, Raja Rivas telah meninggal, membuat takhta kerajaan menjadi kosong. Oleh karena itu, dengan pengumuman ini, Kami, seluruh perangkat kerajaan mengumumkan sayembara besar-besaran untuk mencari pengganti Raja Rivas, The King of Lightness. Seluruh kalangan, seluruh ras, seluruh usia tanpa terkecuali diperbolehkan untuk mengikuti sayembara ini. Kepada siapapun yang hendak mengikuti, diharapkan hadir esok pagi tepat ketika fajar telah naik ke langit. Sekian


_____________________________________________


—*Tiga jam kemudian, di sebuah Guild**¹*...


"Hei, apakah kau telah membaca lembar pengumuman yang disebarkan oleh prajurit kerajaan?" Ucap salah seorang petualang sembari mengambil minuman di meja.


"Tidak, apa yang telah terjadi?" Tanya balas dari rekan yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Akan ada sayembara besar-besaran di pusat kerajaan, bertujuan untuk mencari pengganti dari Raja Rivas". Tangan sang petualang kembali meletakkan gelas kayu di meja sambil menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.


"Woah, itu keren. Kurasa aku harus mengikutinya". Ujar sang rekan.


"Hahaha, kau bahkan tidak memiliki otot untuk bertarung, bagaimana bisa kau akan pemenang dari sayembara itu? Kusarankan kau untuk datang dan menonton saja pertandinganku, karena aku yakin bahwa aku-lah juaranya". Perkataan sang petualang sedikit menghina rekan yang ada di depannya.


"Kau..! Heh! Meskipun kau memiliki energi True Magic yang begitu hebat, tapi kau tidak ahli menggunakannya. Setiap kau menggunakan True Magic-mu, itu hanya akan membuat party kita menjadi kewalahan karena harus memikirkan dirimu. Bagaimana kau bisa menang dengan itu?" Jawab dan tanya sinis dari sang rekan dari petualang tersebut.


"Sudahlah, kalian berdua. Yang akan menjadi pemenang dari sayembara itu adalah aku. Kalian tidak perlu repot-repot menghabiskan tenaga kalian". Salah satu petualang lain yang duduk di meja yang berbeda menyahut obrolan mereka.


"Tidak, yang akan menjadi pemenang itu adalah aku!". Ujar petualang lain di meja resepsionis.


Begitulah suasana guild saat ini, antar petualang saling sahut menyahut satu sama lain. Beruntungnya, tidak ada yang mau memulai untuk bermain tangan disana.


Ditengah kericuhan itu, terdapat seorang pemuda yang duduk di meja tengah sendirian, sedang menikmati minumannya. Ia meminum itu sekali teguk kemudian menaruh gelas kayu diatas meja dengan cukup keras. Bahkan karena suara itu, ia berhasil membuat suasana menjadi hening sementara.


"Pwaah! Paman, terima kasih atas minumannya! Uang nya ku taruh disini ya!" Teriaknya kepada pemilik penjaga guild sembari meletakkan koin-koin disamping gelas kayu tadi.


Ia berjalan keluar dari guild itu, dengan senyuman yang terukir indah di wajahnya. Ketika itu, seluruh petualang di guild menatapnya tanpa berbicara sepatah kata pun kepadanya.


Pemuda yang mengenakan jubah kuning gelap yang seragam dengan celana panjangnya, memakai baju dalam berwarna hitam, serta sepatu coklat dari kulit hewan keluar dari guild dengan gagah.

__ADS_1


Ketika ia keluar, guild pun kembali ricuh..


______________________________________________


-Dimensi Pribadi milik Kuro...


Hening, sepi, hampa, tak bersuara, serta tak ber-oksigen tentunya.


Suasana yang begitu gelap, tidak ada pencahayaan, tidak ada penerangan, tidak ada setitikpun.


("Apa maksud dari perkataan sang bayangan itu? Aku tidak mengerti sama sekali").


Pemuda yang mengenakan jubah hitam dengan tinggi 176 sentimeter sedang terduduk diam dalam bicaranya, tidak dengan pikirannya. Ia sudah berulang kali mengacak-acak isi pikirannya untuk mencari tahu maksud perkataan dari sang bayangan. Meski begitu, hasil yang didapat masih-lah nihil.


Ah, merepotkan.. mungkin itu adalah kata yang sesuai dengan ekspresi Kuro saat ini.


Ada hal janggal yang tidak diketahui Kuro saat ini. Begitu banyak, sehingga membuat pikirannya menjadi kalang kabut. Salah satunya adalah.. Alasan dibalik hilangnya kekuatan Kuro secara hampir keseluruhan.


Ia sudah berkali-kali mencoba menggunakan True Magic dengan menyalurkan Soul Energy miliknya dalam percobaan-percobaan ringan seperti membuat bola api seukuran genggaman tangan, bahkan itu tidak membuahkan hasil sama sekali. Ia pun mencoba bertanya kepada Keena, Kuvia, dan Suthea, tak satupun jawaban ditemukan. Ia tidak ingin para Ratu Neraka-nya mengetahui hal ini untuk alasan tertentu. Berlatih seorang diri dari nol adalah hal yang seharusnya ia lakukan sedari awal, tapi ia tenggelam dalam kekuatan yang diberikan oleh Gabriel sehingga membuatnya tidak perlu latihan, rapalan, bahkan gestur tubuh untuk menciptakan sebuah sihir.


Keangkuhan terhadap apapun dapat menghanyutkan siapapun.

__ADS_1


__ADS_2