The Class Evolution

The Class Evolution
Awalnya


__ADS_3

"HEI APA KAU BUTA!!!!! kau menghalangi jalanku. cepat minggir!!! hus.... hus" Bentak seorang perempuan berambut pirang. dialah sarah anak dari konglomerat kaya di kota ini.


"Ma-maafkan aku" gadis yang di bentak hanya menunduk sambil berlalu pergi tanpa membalas sepatah katapun.


"Cih... dasar penakut. menyebalkan sekali harus melihat anak itu setiap hari" sarah bergumam kesal


beginilah kondisi kelasku setiap hari, selalu saja terjadi pembullyan. Padahal sekolahku merupakan sekolah elit khusus bagi anak-anak berbakat tapi mungkin bakat sosialisasi tidak termasuk pada bakat khusus karena kenyataannya sekolah ini tak lebih dari tempat pamer kemampuan dan kekayaan.


"sarah, sebaiknya kamu berhenti bersikap kekanak-kanakan seperti itu" timbalku berusaha melerai.


"wah... wah... brian mulai membela gadis jelata, ada apa nih? "


"aku hanya tidak suka ada keributan di pagi hari"


"Tapi aku suka cari keributan, jadi lebih baik biasakan telingamu" sarah tersenyum sinis padaku seraya pergi. aku hanya dapat menghela nafas panjang.


padahal rasanya sangat ingin melihat kelas yang damai walau hanya sehari, mungkin memang lebih baik aku pindah saja ke sekolah biasa.


'Kring..... Kring..... Kring.... '


suara bel tanda masuk kelas sudah berbunyi. segera setelahnya seorang guru laki-laki paruh baya memasuki kelas dan mulai mengabsen.


"Kimberlly!!! " panggil pak guru, tetapi tak ada satupun siswa yang mengangkat tangan.


"Apakah dia bolos lagi? Brian kamu sebagai ketua kelas apakah tau kabar dari Kimberlly" pak guru bertanya padaku sebagai penanggung jawab kelas.


"maaf pak, saya sama sekali tidak mendapat kabar mengenai kim"

__ADS_1


baru selesai aku bicara seorang siswa perempuan berambut pendek masuk ke dalam kelas dengan sangat santai.


"Maaf pak saya terlambat" Kim berkata pada pak guru tanpa menoleh dan langsung berlalu duduk.


"Kamu, apakah tidak ada sopan santun pada guru. aku bahkan belum bicara apakah kamu boleh duduk atau tidak"


mendengar perkataan pak guru kim kembali bangkit dari kursinya dan dengan enteng kembali berjalan kedepannya kelas lalu berhenti di hadapan pak guru.


"ya, jika bapa keberatan saya di kelas saya akan keluar kok"


selesai berkata kim berlalu pergi. aku semakin merasa bahwa anak-anak di sekolah ini mungkin memang kebanyakan berotak aneh. pak guru hanya dapat menahan rasa kesal dan melanjutkan pelajaran.


jam istirahat tiba, pak guru juga sudah meninggalkan kelas. Tak lama kim datang, dengan raut wajah yang masih santai sambil mengunyah permen karet lalu duduk di kursinya yang terletak tepat di samping kiriku.


"Dari mana kamu?" tanyaku pada kim


"apa pedulimu? " kim menjawab dengan nada acuh, memang semakin lama malah semakin menyebalkan perempuan satu ini. bagimana bisa sekolah elit seperti ini menerima murid yang sekan tidak niat belajar.


siang sudah mulai mendekati sore, waktu pulangpun tiba. Tepat setelah semua siswa bersiap meninggalkan kelas wali kelas kami bu emi memberikan pengumuman karya wisata ke sebuah villa di daerah pegunungan.


"Jadi bagi yang berminat Silahkan isi formulir ini dan serahkan kepada ibu besok karena kita akan berangkat hari minggu ini"


mendadak sekali pikirku.


selesai memberikan pengumuman, bu emi mempersilahkan kamu untuk kembali ke asrama. sebagai sebuah sekolah khusus memang tidak aneh jika terdapat asrama mewah di dalamnya dengan fasilitas yang sangat lengkap, bahkan bagiku lebih mirip hotel di bandingkan asrama.


Aku berjalan gontai menuju asrama, hingga aku di kagetkan dengan sebuah bola basket yang hampir mengenaiku. untung ada seorang pria yang menahannya sebelum mendarat di kepalaku.

__ADS_1


"Mike"


Mike adalah teman dekat ku, seorang anak laki-laki yang menurut kebanyakan orang agak aneh dan pendiam tapi sebetulnya dia tipe anak yang baik walau tidak rajin.


"kamu melamun"


"Tidak, aku hanya sedang memikirkan acara karyawisata untuk hari minggu"


Mike kembali melemparkan bola basket tersebut ke arah lapangan. Terlihat seorang perempuan berambut pendek menangkapnya. itu kim.


"Oh... ada tuan putri yang sedang di selamatkan oleh pangeran, roman sekali" goda kim sambil mengacungkan jempolnya


"HEI!!! gadis aneh bukannya minta maaf kamu malahan menggodaku!!"


ketika aku marah pada perkataan kim, mike seakan masa bodo dan hanya diam saja.


"kalian cukup serasi kok" kim bicara sambil kembali berlari kelapangan basket.


"Dasar.... eh, ngomong-ngomong hari ini kamu tidak masuk sekolah ada apa?"


aku bertanya memang karena mike tidak memberiku kabar.


"Aku hanya... Cuacanya terlalu panas tadi pagi jadi aku malas keluar asrama"


oke, alasan aneh macam apalagi yang aku dapatkan. Padahal aku tau mike termasuk tipe siswa yang pandai tapi kadang aku bingung bagaiman bisa dia jadi pandai sedangkan masuk kelaspun tampak tidak berminat.


"memang kamu itu vampir yang takut cahaya matahari" balasku kesal

__ADS_1


"aku lapar, bagaimana kalau kita makan dulu"


seakan tidak memperdulikan kata-kataku mike berlalu begitu saja.


__ADS_2