
Seringai mengembang dari wajah mike, mata coklatnya berkilat oleh sinar rembulan yang sedang purnama. seakan menemukan permainan yang sangat menyenangkan.
aku dan mike segera kembali kerumah dan mengumpulkan semua orang untuk duduk di ruang tengah sedangkan mike langsung pergi menjalankan misi yang aku berikan, menembus gelapnya hutan malam.
"ada apa kamu mengumpulkan semua orang seperti ini? " Tanya bu may.
"kita akan segera mengatahui dalang di balik pembunuhan sarah" jawabku seraya menyunggingkan senyum kemenangan.
"tapi bukankah kita tau bahwa pelakunya adalah orang luar, bahkan sampai saat ini senjata pembunuh belum di temukan" serry segera memotong pembicaraanku.
"tidak sebetulnya pembunuh itu ada di antara kita" aku kembali menjawab yakin.
semua orang di ruangan saling menatap dengan curiga.
"pertama-tama aku akan mengajak kalian semua ke lantai dua untuk menunjukan senjata yang di gunakan membunuh sarah" ucapku seraya berjalan menuju lantai dua, semua orang mengikuti dengan raut wajah serius.
sesampainya di lantai dua aku menyuruh semua orang menunggu di kamar sarah, sedangkan aku segera menuju kamar bu guru emi dan membawa sebuah pot bunga ke kamar sarah. sudah kuduga pot bunga ini sangat berat, jauh lebih berat dari biasanya.
"apa yang akan kamu lakukan dengan pot bunga itu" tanya bu guru emi.
"ini adalah senjata tumpul yang di gunakan untuk menyerang sarah, harusnya anda tau itu bu Emi" jawabku singkat. wajah bu emi seketika berubah pucat.
"Ba... bagaimana mungkin aku membunuh sarah, kamu sudah memeriksa sendiri bahkan tidak ada bercak darah pada pot bunga tersebut" jawab bu emi panik.
"yah, di luar memang tidak ada tapi.... " aku menuang isi dari pot bunga tersebut kelantai.
"Batu... ,bagaimana bisa menggunakan batu kerikil untuk membunuh orang" kim berkata kaget.
"jika hanya satu memang tidak akan menyakiti siapapun tapi jika semua batu ini di masukan ke dalam plastik dan di gunakan untuk memukul orang kira-kira apa yang terjadi" sambil menyeringai aku menuang semua batu tersebut kelantai dan benar dugaanku terdapat plastik dengan noda darah di bagian paling bawah. aku segera menarik plastik dengan bercak darah tersebut dan menunjukkannya pada semua orang. semua orang terkaget melihatnya.
__ADS_1
"bagaimana anda akan menjelaskan ini bu guru Emi, atau lebih tepatnya aku panggil bu guru Lee emi kakak kandung dari Lee sharon siswa yang tewas bunuh diri beberapa bulan lalu."
Terlihat bu guru emi hanya terdiam mendengarkan analisis ku.
"anda sepertinya sengaja mengumpulkan batu kerikil siang tadi ketika kami semua sedang beristirahat. kemudian anda masukan ke dalam plastik dan membunuh sarah ketika kami semua kembali ke kamar setelah makan malam. selesai menyerang sarah anda membuka jendela dan mengikat tali yang menuju ke bawah seakan penyerangan ini perbuatan orang luar kemudian kembali ke kamar dan membuang semua tanah yang ada dalam pot bunga melalui jendela, setelah itu mengisi pot tersebut dengan batu kerikil dan menyembunyikan plastik dengan bercak darah itu di bagian paling bawah"
bu ema terlihat mulai menyunggingkan sebuah senyum sinis dan mulai berbicara.
"Aku memang yang membunuh sarah, Tapi dia pantas mendapatkan semua ini. DIA YANG TELAH MEMBUNUH SHARON, ADIKKU!!! padahal sharon anak yang sangat baik, dia sangat populer dan tak pernah menyakiti orang lain tapi sarah dengan kejam membunuh adiku dengan mendorongnya dari lantai 3. apakah pantas orang seperti itu masih di berikan kesempatan hidup!!?? "
"Tapi jika ibu memang yakin sarah pelakunya kenapa tidak melaporkan pada polisi, kenapa harus melakukan pembunuhan seperti ini? " Tanya kim.
"Polisi!!! bisa apa mereka menghadapi keluarga sarah yang merupakan pengusaha kaya. semua dapat di beli bahkan sebuah kebenaran, jadi biarlah tanganku yang berlumuran darah untuk membalas dendam ini!!" Terlihat bu Emi tertawa sambil menagia, entah apa yang dia rasakan saat ini.
"Apakah anda benar-benar yakin sarah yang membunuh sharon?? karena sepertinya anda sedang di manfaatkan oleh seseorang demi kepentingan pribadi, karena masih ada satu hal lagi" jawabku.
"Pembunuhnya masih ada seorang lagi" sontak kata-kataku membuat semua orang kembali saling memandang.
"apa maksudmu ada seorang pembunuh lagi, bukankah sudah jelas sarah meninggal karena luka hantaman benda tumpul di kepalanya" kini giliran bu may pelayan rumah ini ikut bicara.
"Tidak, sebetulnya yang menyebabkan kematian sarah bukan hanya luka hantaman benda tumpul di kepalanya. Tapi lebih tepatnya karena racun"
"Racun?? " kim mengulang perkataanku seakan masih belum yakin.
"Iyah, apa kalian tidak merasa aneh dengan posisi kematian sarah yang terduduk seperti ini?"
"mungkin saja sarah sedang ketiduran di atas kursi sehingga meninggal dalam keadaan masih terdiduk" kim mulai memperhatikan posisi sarah.
"Tidak mungkin, waktunya terlalu singkat jika sarah sampai tertidur sangat nyenyak hingga tidak sadar ada seseorang memasuki kamar. umumnya jika seseorang melihat ada yang masuk ke kamarnya secara tiba-tiba pasti dia akan berdiri atau berteriak jika ada yang melakukan serangan. tetapi sampai mayat sarah ditemukan bahkan kita sama sekali tidak mendengar teriakan sarah sedikitpun"
__ADS_1
"jadi maksudmu sebelum bu emi menyerang sarah, sarah sudah terlebih dulu dalam keadaan sekarat karena racun? " tanya kim meyakinkan.
"benar sekali, di tambah ketika aku pertama menemukan mayat sarah kulitnya terlihat berwarna kemerahan seperti buah ceri, padahal jika memang dia meninggal karena kehabisan darah harusnya kulit sarah lebih pucat" jawabku.
"Tapi bagaimana sarah bisa keracunan sedangkan kita makan dan minum bersama, jika racun itu ada di dalam makanan dan minuman kita juga pasti akan terkena efek racun" kini giliran Serry yang angkat bicara.
"Tidak, racun itu tidak ada pada makanan ataupun minuman!"
"Lantas bagaimana sarah bisa keracunan jika racun itu tidak ada pada makanan ataupun minuman" kini giliran pak hans yang ikut bertanya.
"Racun itu memang tidak ada pada makanan ataupun minuman tapi ada pada cat kuku yang di gunakan oleh sarah" semua orang kembali terkejut dengan pernyataan ku.
"Tapi bagaimana bisa cat kuku menyebabkan keracunan" tanya kim.
"memang tidak akan bagi kita tapi bagaimana jika sarah memiliki hobi unik yaitu menggigit kuku jari. kalian bisa memeriksanya sendiri di beberapa ujung kuku jari tangan sarah tidak rata terdapat bekas gigitan"
kim yang penasaran segera mendekati jenazah sarah dan memeriksa kuku jari sarah, kim terkejut. sepertinya dia juga menemukan bekas gigitan pada ujung kuku jari sarah.
"Benar ada bekas gigitan di beberapa ujung jari kuku sarah" kim bicara berusaha meyakinkan semua orang di ruangan.
"Tapi bagaimana kamu bisa yakin bahwa racun itu terdapat di dalam cat kuku sarah?" kini giliran Serry bertanya penasaran.
"dari apa yang ku lihat sepertinya cat kuku yang di bawa oleh sarah sama dengan milik Serry. tapi saat kamu menciumnya kedua cat kuku ini memilki aroma yang berbeda, pada cat kuku sarah terdapat aroma almond yang sangat khas itu adalah salah satu ciri dari racun sianida dan bau almond tersebut juga tercium dari bibir sarah, sedangkan pada cat kuku Serry hanya tercium wangi tumbuhan herbal.
Selain itu saat kita selesai makan malam apakah kalian tidak sadar sarah berjalan agak sempoyongan membuktikan bahwa racun sianida tersebut sudah mulai menunjukan efek samping, tapi karena racun yang terdapat dalam cat kuku tertelan sedikit demi sedikit maka tidak langsung menimbulkan kematian melainkan hanya efek samping seperti pusing dan lemas otot."
"jadi siapa yang menaruh racun tersebut dalam cat kuku sarah? " tanya kim makin penasaran.
Pelakunya adalah........
__ADS_1