The Class Evolution

The Class Evolution
Rahasia


__ADS_3

Kami telah memasuki kamar masing-masing untuk beristirahat. Aku segera berbaring di kasur berukuran single. melepas penat yang sangat terasa oleh tubuhku, mungkin ini karena aku tidak terlalu suka olahraga sehingga mudah lelah.


"Akhirnya aku bisa berbaring juga, cape sekali berjalan mendaki selama setengah jam sambil menggendong ransel"


sedangkan mike ku lihat hanya terduduk santai di tepi kasur sambil membongkar beberapa isi tas yang ia bawa.


"Ku lihat kamu tidak merasa lelah sedikitpun setelah berjalan mendaki bahkan sambil membawa tiga tas sekaligus"


"Aku hanya suka olahraga, jadi badanku sudah terbiasa dengan aktivitas berat. malah kamu yang seperti wanita, jalan segitu saja sudah kelelahan"


aku hanya memanyunkan bibirku mendengar perkataan mike, mungkin memang aku harus lebih rajin olahraga setelah kembali ke sekolah nanti.


"ngomong-ngomong aku penasaran apa sebetulnya yang kamu bawa sebanyak itu"


aku bangkit dari posisiku dan mendekati mike yang masih asyik membongkar isi tasnya.


"Hanya beberapa hal, aku khawatir kamu belum siap untuk mengetahuinya"


Mike segera menutup kembali tas miliknya, sepintas ku lihat senyum menyeringai menghias wajah mike. senyum yang belum pernah kulihat sebelumnya.


Belum selesai kami mengobrol sudah terdengar suara ketukan pintu memberitahu bahwa makan siang sudah selesai di sajikan, kami segera menyusul ke ruang bawah untuk makan siang.


ku lihat yang lain sudah duduk manis di meja makan, termasuk bu emi. makanan yang lumayan banyak juga sudah tersaji.


"Jangan hanya bengong kalian berdua cepatlah duduk, aku sudah lapar"


sepertinya kim sudah tak sabar dan mengambil satu persatu hidangan di atas meja. aku dan mike segera menarik kursi dan bergabung untuk makan siang.


kulihat semua seperti biasa saja, berlalu dengan damai. Atau mungkin ada yang tidak beres karena ini terlalu damai. selesai makan siang kami dipersalahkan untuk berjalan-jalan keluar oleh bu emi. Tapi beliau berpesan agar tidak keluar gerbang khawatir kami tersesat.


sarah sepertinya lebih memilih kembali ke kamar, sedangkan yang lain memilih berkeliling dan aku juga tentu saja tidak melewatkan kesempatan ini untuk berkeliling melihat setiap sisi dari villa ini. kuperhatikan mulai dari taman depan, samping hingga kebelakang. seluruh taman yang mengelilingi villa ini di susun dengan rapi bahkan secara keseluruhan tanah di lapisi dengan batu bata menambah kesan rapi di tempat ini.


"apa yang membuatmu melamun di tempat seperti ini? " Terdengar suara kim menyapaku.


"Kamu sendiri sedang apa di sini?"


"yah... hanya kebetulan lewat saja"


"Oh iyah kim, kau bilang waktu di mobil kamu kurang nyaman dengan serry dan bu emi lalu kenapa kamu memilih sekamar dengan serry? "

__ADS_1


"Serry yang memintaku sekamar dengannya, dia bilang tidak nyaman jika harus sekamar dengan orang yang lebih dewasa. selain itu aku menemukan hal menarik dari isi tas serry"


aku mengangkat sebelah alisku, sepertinya memang cukup menarik jika kim sampai ingin membicarakannya.


"sepertinya Serry dan sarah memiliki hubungan keluarga. bahkan sepertinya mereka tinggal di rumah yang sama"


aku menyunggingkan sebuah senyum. seakan sudah menebak hal ini, sehingga tidak terlalu kaget dengan informasi kim.


"Tidak hanay itu, mereka juga memiliki hubungan yang rumit"


sepertinya tirai kebenaran sedikit demi sedikit akan terangkat. berkeliling lumayan membuatku lelah, aku melangkahkan kaki menuju dapur untuk mengambil segelas air. sedangkan kim masih melanjutkan berkeliling sendiri.


Di dapur ku lihat bu may sedang mengepel lantai dengan wajah kesal.


"Bu may sepertinya sedang kesal, ada apa? "


Tanyaku seraya membuka pintu kulkas dan meneguk air dalam botol.


"aku hanya sedang kesal, pak hans memakai sepatu bot nya yang kotor menaiki lantai. akhirnya semua lantai kotor lagi, padahal aku baru saja mengepel sebelum kalian datang!!! menyebalkan!!"


sepertinya hubungan mereka berdua kurang baik, pikirku.


di kamar kulihat mike sedang tertidur pulas. yah, dia memang sangat suka tidur. aku berniat membangunkannya tapi segera kuurungkan niat itu setelah melihat tas mike yang tergeletak di samping tempat tidur. rasa penasaran masih menggelayuti pikiranku tentang isi tas tersebut. aku mendekat perlahan dan berniat mengintip isi tas tersebut, hanya mengintip sedikit.


belum sempat tanganku menggapai, aku segera mengurungkan niatku. aku merasa sangat tidak sopan mengintip isi tas orang lain terlebih jika memang mike berpikir aku belum pantas melihatnya maka aku akan menghargai keputusannya. Akupun berlalu menuju kamar mandi di luar kamar. sekilas ku lihat senyum dari bibir mike yang masih terbaring di kasur. sepertinya dia sedang mengujiku.


"Akhirnya makan lagi, aku sudah kelaparan"


kim segera mengambil tiap bagian makanan yang terhidang di meja.


"selesai makan malam kita akan berkumpul di ruang tengah untuk nonton film horor, bagaimana? ibu sudah menyiapkan beberapa kaset" bu emi berbicara dengan nada antusias.


"Tapi aku tak percaya dengan kisah-kisah horor seperti itu" aku bicara apa adanya.


"kau ini terlalu serius Brian, cobalah nikmati sedikit liburan ini" mike mencoba membujukku.


"memang dari awal liburan ini tidak menarik, harusnya aku tak usah ikut saja" Sarah berkata sarkas sembari meninggalkan ruang makan. Tapi terlihat ada yang aneh, sarah berjalan agak sempoyongan, dan wajahnyapun agak memerah seperti demam.


"sarah tunggu dulu!!" Bu emi berusaha menenangkan. sarah tapi sarah tak peduli dan tetap beranjak pergi.

__ADS_1


"Maaf yah sarah memang sering begitu, dia gampang emosi. dia mudah iri dan marah pada orang lain" serry bicara dengan nada rendah.


"kamu tau banyak yah!" aku asal bicara ingin mengetahui reaksi serry.


"Oh itu.... aku sudah sekelas dengannya dari awal masuk sekolah"


"Oh... " Jawabku singkat.


"baiklah semua boleh kembali dulu ke kamar, nanti jika sudah siap ibu akan memanggil kalian" ibu emi tersenyum seraya menuju ruang tengah.


setelah selesai makan kami kembali ke kamar masing-masing. aku masih memikirkan keadaan sarah yang agak aneh menurutku.


entah apalagi yang akan terjadi selanjutnya.


"brian, apakah kamu masih percaya padaku? "


aku terheran dengan pertanyaan mike barusan. apa maksudnya?


"Apa maksudmu bicara begitu, kamu ini seperti sedang menanyakan pasangan yang mengaku selingkuh" jawabku setengah bercanda.


"kamu selama ini hanya mengenaliku di permukaan saja, apakah kau tidak pernah penasaran dengan latar belakangku? "


"Latar belakangmu biarlah jadi urusanmu, jika memang kamu tak mau memberitahukan orang lain aku tidak akan memaksa. lagipula menurutku semua orang di kelas kita masih misterius. semuanya hanya ku kenal di permukaan tidak ada yang benar-benar jelas dapat di percaya"


"jadi maksudmu, bahkan aku mencurigakan di matamu?" mata mike berkilat sambil tersenyum penuh arti.


"semua orang bisa jadi tersangka, hukum itu buta. bahkan jika itu orang tuaku maka sekali terbukti bersalah aku tidak bisa membela mereka. Hukum harus adil pada semua orang, tanpa pandang harta, tahta bahkan keluarga. itulah keadilan dimataku"


"kamu tak pernah berubah bahkan setelah lebih setahun kita saling mengenal. rasa keadilanmu tak berkurang sedikitpun" mike menyandarkan tubuhnya di sisi jendela seraya memandang rembulan yang sedang purnama.


"Keadilan itu akan tetap melekat di tubuhku, sudah mendarah daging bahkan hingga ajal menjemput" Aku membalas perkataan mike dengan nada yakin.


"kalau begitu jangan pernah mempercayaiku karena aku tak sebaik yang kamu kira. banyak hal yang mungkin tidak bisa kamu terima tentang diriku"


"Aku memang tidak mempercayai siapapun, bahkan diriku sendiri" aku menatap mike tajam. entah apa yang sebetulnya yang dia sembunyikan dariku. bahkan sebagai seorang ahli analisi, semua yang menyelimuti mike terlalu tersembunyi rapi.


"Tapi sepertinya semua kedok orang-orang di sini akan segera terbongkar, tak lama lagi kau sendiri akan tahu kebenaran dariku, dari kim bahkan dari dirimu sendiri. Karena angin malam ini terasa lebih riuh dari biasanya"


mike tersenyum pada rembulan seakan sedang menunggu tontonan menarik.

__ADS_1


__ADS_2