The Class Evolution

The Class Evolution
Kepingan Bukti


__ADS_3

"anak-anak, ibu mau mengambil data formulir untuk kegiatan karya wisata kita 3 hari lagi"


ibu emi segera mengumpulkan formulir dari beberapa siswa.


"sepertinya hanya ada 5 orang yang bisa ikut bu. Bagaimana, apakah acaranya akan tetap bisa di lanjutkan? "


"tidak apa-apa, lagi pula di kelas ini kan memang hanya ada 8 orang siswa. kita berangkat jam delapan pagi, berkumpul di lapangan depan sekolah hari minggu."


selesai memberikan pengumuman bu emi langsung beranjak pergi di susul oleh guru mata pelajaran yang memasuki kelas setelahnya.


Selesai jam pelajaran pertama tapi aku masih belum melihat mike, jangan bilang dia beralasan hari terlalu cerah lagi sehingga malas ke sekolah. Bahkan hingga jam istirahat tiba mike masih belum menunjukan batang hidungnya.


"sepertinya Brian sedang menunggu kekasihnya" ejek kim enteng.


"jika kamu hanya berniat meledeku lebih baik minggat saja jauh-jauh sana"


"habis aku tidak pernah melihatmu dan mike bersama perempuan, Itukan bisa menimbulkan kecurigaan" kim melirikku sembari tersenyum simpul. aku hanya membalas diam.


"Tapi selain itu aku juga punya hal menarik yang ingin kamu ketahui, jika kamu penasaran ikut aku ke taman sekarang" kali ini wajah kim terlihat lebih serius. Akupun mengikuti kim menuju taman sekolah dan duduk di salah satu kursi panjang di bawah pohon.


"jadi apa yang mau kau katakan, apakah kamu mau menembakku?"


"maaf saja kamu bukan tipeku, sesuatu yang ku ketahui tentang latar belakang sekolah kita serta kasus bunuh diri beberapa bulan yang lalu" seketika mataku berkilat sembari menyeringai. sesuatu yang sangat ku tunggu akhirnya tiba, tapi bagaimana kim bisa mendapatkan informasi seperti ini.


"jadi apa yang kamu tau? "

__ADS_1


"Anak yang bunuh diri tersebut bernama sharon, dia kakak kelas kita. ku dengar dia anak yang sempurna, pintar, baik, cantik, dan memiliki banyak prestasi di berbagai bidang. sebelum kematiannya beredar foto sharon dengan sarah di atap gedung tepat sebelum sharon bunuh diri.


Banyak yang mengatakan sarah sengaja mendorong sharon jatuh karena mereka menyukai pria yang sama ada juga yang bilang sarah iri pada sharon. tapi sampai saat ini kasus tersebut hanya di anggap bunuh diri banyak juga yang berspekulasi bahwa pihak polisi sudah di suap oleh keluarga sarah untuk tutup mulut. tapi aku sendiri tak yakin bagian mana saja yang benar mengenai cerita tersebut"


"aku mengerti tapi dari mana kamu mengetahui cerita ini?"


"kemarin aku mendengar obrolan kakak kelas di asrama pria"


Oh pantas saja kemarin aku melihatnya sedang berada di sana. tapi satu lagi yang aku heran, kenapa kim tiba-tiba membantuku.


"kamu, kenapa memberi informasi seperti ini padaku? "


"aku hanya penasaran karena kasus itu memang terlalu janggal, lagi pula aku mengenal sharon. dia anak yang baik rasanya aku tak rela jika gadia sebaik dia meninggal dengan cara seperti ini." tatapan kim melunak, dia menatap langit seakan ingin mengatakan hal tersebut langsung pada sharon di langit.


"Tak ku sangka seorang kim bisa lembut juga seperti ini."


Terlihat kim tersipu, tidak pernah aku melihat ekspresi nya yang seperti ini.


"Ha ha ha..... kadang aku lupa kamu perempuan" ku usap kepalanya lembut.


"Oh satu hal lagi yang ingin kuberi tahu, aku dengar keluarga sarah juga merupakan pemegang saham di sekolah kita"


selesai bicara kim berlalu pergi. di susul oleh bunyi bel tanda pelajaran di mulai. segera aku bangkit dari kursi dan berjalan santai menuju kelas. sepi sekali, walaupun sekolah ini cukup luas tapi jumlah muridnya tak lebih dari 200 orang, itulah sebabnya banyak bagian gedung yang kosong.


sebelum sampai ke kelas aku sempat melihat bu emi, sedang ngobrol dengan serry. sepertinya mereka cukup dekat. mungkin sedang membicarakan rencana karya wisata.

__ADS_1


*****


di kelas.


"Brian dari mana kamu, aku menungguku dari tadi" Tanya mike yang sudah duduk manis di kursinya.


"Harusnya aku yang bertanya, dari mana saja kamu jam segini baru muncul di sekolah. kamu pikir ini sekolah nenek moyangmu!!! "


sementara aku marah-marah, mike hanya mendengarkan santai.


"Tadi... aku hanya sedang mimpi indah jadi malas bangun"


lagi-lagi alasan aneh yang di berikan mike, kadang aku heran bagaimana bisa aku dan dia bisa berteman akrab.


"tadi aku melihatmu ngobrol dengan kim di taman ada apa?"


"Hanya berbagi informasi" jawabku singkat. hingga jam pembelajranpun di mulai.


*****


selesai sekolah aku segera kembali ke asrama, sedangkan mike sedang pergi entah kemana. di kamar aku mencatat setiap kepingan bukti yang telah terkumpul.


sarah dan sharon memiliki konflik.


sarah pemilik sebagian dari saham sekolah ini.

__ADS_1


sebelum aksi bunuh diri sarah berada di lokasi kejadian bersama sharon.


memang berdasarkan informasi yang ku dapat, semua memberatkan sarah. tapi selama belum ada bukti kuat kasus belum bisa di tutup.


__ADS_2