
Akhirnya hari keberangkatan kami tiba, karyawisata kali ini selama 2 hari 1 malam di sebuah villa di gunung. semua siswa terlihat sudah berkumpul di depan gerbang sekolah, bu Emi juga sudah ada di lokasi dan kami siap memasuki mobil.
Sebetulnya daripada karya wisata ini lebih mirip liburan keluarga, kami cuma menggunakan mobil mini vann dan hanya 5 orang siswa yang ikut serta yaitu aku, mike, kim, serry dan sarah di tambah bu Emi total hanya 6 orang. Sedangkan pak sopir hanya akan mengantarkan kami setelah itu kembali ke sekolah dan akan datang menjemput besok sore.
"mike apa saja yang kau bawa, kulihat tas yang kau bawa ada 3 dan semua sangat besar dan penuh, kamu lebih mirip orang yang mau pulang kampung satu bulan"
"ini semua barang berhargaku, jadi tidak bisa di tinggal seenaknya"
"jangan-jangan kamu bawa emas dan perhiasan yah, atau selama ini keluargamu mungkin adalah penambang emas ternama makanya bisa masuk sekolah elit. soalnya jika dilihat-lihat kamu tidak memiliki kelebihan apapun selain nilai yang lumayan bagus, malahan kamu sering bolos"
"Jadi kau pikir selama ini aku bodoh ya!" terlihat mike agak kesal dengan kata-kataku.
Aku sendiri memang penasaran bagaimana latar belakang keluarga mike hingga dia bisa sampai di sekolah ini, padahal kami sudah selamat di asrama lebih setahun tapi dia tak pernah menceritakan keluarganya bahkan asal usulnyapun aku tak pernah tau.
"Hei.... kalian asyik ngobrol berdua tanpa memperdulikan ku"
sepertinya kim yang duduk di sebelahku merasa tidak di anggap dalam obrolan ini.
"lagipula kenapa kamu malahan duduk di kursi belakang bersama kami, padahal duduk saja di kursi tengah bersama serry dan bu Emi. Atau di depan dengan sarah"
"kamu bodo yah, kursi depan cuma ada satu mana bisa di pakai duduk berdua, kamu pikir aku mau di pangku supir"
kim membalas perkataanku dengan agak kesal.
"lalu kenapa tidak di tengah bersama Serry dan bu emi? " tanyaku.
kim terdiam sejenak, tiba-tiba kim mengecilkan suaranya dan berbisik padaku.
__ADS_1
"Entah kenapa aku tak nyaman dekat dengan mereka, bu Emi dan sarah mulai dekat beberapa bulan terakhir. mungkin saja Serry sengaja mendekati guru untuk tujuan tertentu"
pernyataan kim membuat hatiku agak tak nyaman, walau bagaimanpun serry merupakan siswa yang cerdas dan ku rasa tidak membutuhkan bantuan guru untuk mendapat nilai bagus. Atau mungkin Serry sedang mencari perlindungan agar lepas dari sarah yang selalu membully nya.
setelah perjalanan sekitar 2 jam akhirnya kami sampai di sebuah bibir hutan. mobilpun berhenti.
"Loh bu emi dimana villanya kok kita berhenti di sini? " Sarah bertanya heran karena memang sejauh mata memandang hanya ada pohon, aku tak menangkap adanya bangunan sama sekali
"maaf yah anak-anak, mobil cuma bisa sampai ke sini jadi selebihnya kita akan jalan kaki memasuki hutan. anggap saja ini bonus liburan mendaki ke gunung." Bu emi tertawa garing, berusaha menghibur kami.
"Cih... yang benar saja, jika tau akan seperti ini lebih baik aku tidak ikut. terlebih lagi harus pergi bersama si anak menyebalkan itu. Aku lebih baik telpon ke rumah dan minta di jemput pulang sekarang juga" sarah menaikkan nada bicara seraya mengambil handphone di saku bajunya.
"Maaf yah sarah, hanya butuh waktu 30 menit kok untuk sampai ke villa dan lagi pemandangan di villa sangat indah sekali ibu jamin kamu tidak akan menyesal. lagipula tak ada sinyal di sekitar sini"
bu Emi terlihat berusaha membujuk sarah.
sarah berlalu seraya melempar tanya pada Serry. serry hanya diam dan menurut membawakan tas sarah.
"serry... sini biar aku yang bawakan tas sarah, ini lumayan berat loh" aku mendekati Serry berusaha membantunya.
"Ti... tidak apa-apa, tidak perlu membantuku. jika sarah tau dia pasti akan lebih membencimu, jadi biar aku saja yang membawanya" serry berkata seraya pergi mengikuti bu emi dan sarah yang sudah jalan lebih dulu. aku, kim dan mike juga segera menyusul.
"Sepertinya cintamu di tolak mentah-mentah ya? " Kim menepuk pundakku sembari memberikan tatapan mengejek.
"apa maksudmu di tolak, aku hanya berusaha menjadi laki-laki yang baik dan membantunya"
"jika kamu memang merasa laki-laki sejati dan ingin membantu orang lebih baik kamu membantu kekasihmu yang jalan paling belakang itu. kulihat dia membawa banyak tas besar" kim tertawa seraya mengarahkan pandangannya pada mike.
__ADS_1
"lagi-lagi kau mulai menggodaku, sudah ku bilang aku ini masih menyukai perempuan tapi yang cantik tidak sepertimu"
"Oh.... jadi menurutmu aku ini jelek gitu, dasar bodoh!!!" kim melayangkan sebuah pukulan di kepalaku seraya berjalan mendahului.
aku memperhatikan kembali mike yang sedang menenteng dua tas besar dan sebuah tas ransel di punggung. Aneh sekali anak ini bahkan tidak terlihat kelelahan saat membawa beban berat bahkan di jalanan yang menanjak setelah hampir setengah jam, padahal aku sendiri yang hanya membawa sebuah tas besar dan satu ransel kecil cukup kewalahan berjalan.
Tak lama kemudian sebuah bangun dua lantai mulai terlihat berdiri kokoh di hadapan kami. bangun berbentuk seperti kastil tua berwarna putih yang terlihat kontras dengan hutan gelap di sekitarnya, lebih terlihat seperti kastil vampir menurutku dari pada villa.
segera seorang pria paruh baya membukakan pintu gerbang untuk kami.
"Anak-anak ini villa tempat kita menginap, bagaimana baguskan?. dan ini pak hans tukang kebun di villa ini" Bu emi terlihat tersenyum sambil menyapa pak hans.
sedangkan pak hans hanya tersenyum ramah sembari mempersilahkan kami masuk.
di dalam rumah seorang perempuan yang terlihat seumuran dengan bu ema sudah menunggu kami di depan pintu
"Silahkan masuk dan beristirahat dulu, namaku may Asisten rumah tangga di sini, semua kamar tamu ada di lantai 2. sedangkan kamarku dan pak hans ada di lantai 1. mari ku antarkan kalian ke kamar."
bu may segera mengajak kami menaiki tangga menuju lantai 2, memang di lantai dua ini hanya ada 4 kamar tidur yang saling berhadapan dan 2 kamar mandi yang terletak di ujung kamar.
"Silahkan kalian pilih kamar sendiri, saya akan ke bawah menyiapkan makan siang. jika butuh sesuatu katakan saja dan tidak usah segan"
bu may segera berlalu pergi menuruni tangga.
Akhirnya aku dan mike memutuskan tidur sekamar, kim dan Serry juga sekamar sedangkan bu Emi dan sarah memilih tidur sendiri.
semua tampak nyaman dan biasa saja karena kami tak sadar kejadian yang besar sedang mengintai.
__ADS_1